16:00 . Perda KIP Lindungi Pemohon dan Pemberi Data   |   15:00 . Perbatasan Jatim-Jateng Diperketat, Petugas Halau Puluhan Kendaraan Arus Balik   |   09:00 . Jangan Terserah, Jangan Menyerah   |   08:00 . Kasus Positif Covid-19 Melonjak , Tiga Klaster Perlu Diwaspadai   |   07:00 . Ciri Anak Stres karena Terlalu Lama #diRumahAja dan Cara Hadapinya   |   06:00 . [Hoax] Surat Himbauan Waspada Rapid Test Mengatasnamakan MUI   |   19:00 . Turun 58 persen, Pendapatan Pekerjaan Bongkar Muat PT. RSM Tinggal Rp256,2 Juta   |   18:00 . Pemkab Tuban Kebagian Rp127,6 Juta dari BUMD Pertambangan   |   17:00 . PMDN di Tuban Tembus 614 Investor   |   16:00 . Setahun, di Tuban Ada 4 Konflik Agama   |   15:00 . Motor Vixion Terbakar Usai Tabrak Pejalan Kaki   |   07:00 . Cara Sederhana Meningkatkan Kekebalan Tubuh   |   16:00 . Hingga Bulan April, Dinsos PPPA Catat Ada 11 Kasus Kekerasan Anak   |   15:00 . 128 Napi di Tuban Dapat Remisi Idul Fitri   |   14:00 . 4 Bulan, di Tuban Ada 8 Kasus Kekerasan Perempuan   |  
Wed, 27 May 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Thursday, 30 April 2020 10:00

Pemdes di Tuban Merasa Ditilap Kemensos Terkait Data Penerima BLT Covid-19

Pemdes di Tuban Merasa Ditilap Kemensos Terkait Data Penerima BLT Covid-19

Reporter : Ali Imron

 

blokTuban.com - Tanpa sepengetahuan pemerintah desa (pemdes) di Kabupaten Tuban, Kementerian Sosial (Kemensos) diam-diam mentransfer bantuan sosial (bansos) Covid-19 sebesar Rp 600 ribu ke rekening warga terdampak Covid-19. 

 

Kebijakan tersebut dinilai plin-plan oleh pemdes, karena sebelumnya pamong desa diminta mendata ulang calon penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) tersebut. 

 

"Kami sangat menyayangkan mekanisme penyaluran BLT oleh pemerintah pusat yang seperti itu," terang Kepala Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Z. Arief Rahman Hakim kepada blokTuban.com, Kamis (30/4/2020). 

 

Protes Kades muda di pesisir Tuban itu, disampaikan lewat akun youtube pribadinya. Kekecewaan Kang Arief sapaan akrabnya sangat logis, karena data penerima yang dipakai Kemensos saat ini belum diperbarui. 

 

Ditegaskan bahwa seluruh Kades di Tuban geram karena merasa ditilap atau mengalami sesuatu yang tidak mengenakkan. Informasi transfer langsung ke penerima diperoleh Kades dari pesan WhatsApp Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Tuban. 

 

"Kesimpulannya Dinas Sosial dan Kementrian Sosial tidak menggunakan data yang dibuat pemdes. Verifikasi faktual yang telah dilakukan pemdes bersama BPD dan relawan semuanya diabaikan," tegas Kades alumnus UIN Yogyakarta. 

 

Kang Arief menambahkan, sebelumnya juga ada surat edaran yang berisi pembaharuan data karena ada temuan kasus tumpang tindih data. Data faktual inilah yang seharusnya menerima bansos Covid-19 seperti yang disampaikan Presiden Joko Widodo. 

 

Pemdes Socorejo mendorong dan meminta gubernur, Menteri Sosial, lebih-lebih Presiden Jokowi ketika membuat kebijakan harus dipikirkan dengan matang. 

 

"Harus serius dan tegas membuat kebijakan," terang Kades yang pernah membawa Socorejo terbaik  nasional bidang BPJS Ketenagakerjaan tahun 2019. 

 

Dikonfirmasi terpisah, Plt Kepala Dinsos P3A Tuban, Joko Sarwono tidak banyak berkomentar perihal tumpang tindih data penerima BLT Rp 600 ribu selama tiga bulan berturut-turut. Pesan WhatsApp yang dikirim ke Kades di Kabupaten Tuban perlu diralat semuanya. 

 

"Di ralat semua pesan WA pak. Nunggu tertulis staf saya keblablasan," singkat Joko.[ali/ono ]

 

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : bantuanblt, covid-19, pemdes, sosial



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more