07:00 . Cara Sederhana Meningkatkan Kekebalan Tubuh   |   16:00 . Hingga Bulan April, Dinsos PPPA Catat Ada 11 Kasus Kekerasan Anak   |   15:00 . 128 Napi di Tuban Dapat Remisi Idul Fitri   |   14:00 . 4 Bulan, di Tuban Ada 8 Kasus Kekerasan Perempuan   |   13:00 . 2.245 Warga Tuban Terindikasi Menderita Hipertensi   |   12:00 . Usai Salat Idul Fitri, Warga Lanjutkan Tradisi Ziarah Makam   |   11:00 . Kominda Dihapus, Begini Cara Kesbangpol Ketahui Potensi Konflik   |   10:00 . 892 Warga Tuban Menderita Diabetes, ini Cara yang Dilakukan Dinkes   |   09:00 . Laksanakan Salat Ied Tanpa Jamaah Perempuan, Ibu-Ibu di Rumah Saja   |   08:00 . Open House Bersama Bupati dan Wabup Ditiadakan   |   07:00 . 4 Tips Mempertahankan Pola Makan Sehat saat Lebaran   |   13:00 . Bertahan di Tengah Pandemi, Bengkoang Parengan Masih Diminati   |   12:00 . Atas Arahan Bupati, Takmir Masjid Agung Tuban Tiadakan Salat Id   |   08:00 . Pasien Sembuh Klaster Temboro Terus Bertambah   |   07:00 . 6 Amalan yang Disunahkan pada Hari Idul Fitri   |  
Mon, 25 May 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Monday, 06 April 2020 13:00

Waspada Corona, Jangan Panik

Desa Harus Siap Karantina Pemudik

Desa Harus Siap Karantina Pemudik

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com - Datangnya gelombang mudik di 2020, telah diantisipasi oleh Pemerintah Kabupaten Tuban. Setiap desa diminta untuk siap mengarantina warganya yang pulang dari tanah rantau.

Bupati Tuban, Fathul Huda sendiri telah menghimbau para perantau untuk tetap tinggal sementara disana. Larangan pulang ke tanah kelahiran ini, sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19.

"Saya himbau tak usah pulang. Kalau pulang dikarantina 14 hari di Tuban dan ketika kembali dikarantina lagi 14 hari di tanah rantau," terang Bupati Huda kepada blokTuban.com selepas serah terima simbolis sembako murah di kompleks Pendapa Krida Manunggal Tuban, Senin (6/4/2020).

Alasan Bupati meminta karantina dilakukan di desa masing-masing, karena tersedia rumah dan kedekatan dengan keluarga. Sebelum itu, Pemkab akan memastikan kelayakan setiap rumah pemudik untuk jadi lokasi karantina.

Konsep sederhanya jika rumah pemudik panjang, lokasi karantina bisa di belakang dan anggota keluarga yang lain bisa di rumah depan. Kemungkinan terburuk jika rumahnya tidak layak, maka desa harus mencari rumah kosong untuk tempat karantina.

"Terakhir jika tidak ada rumah kosong, terpaksa fasilitas umum seperti sekolah dasar atau kantor desa dijadikan lokasi karantina selama dua pekan," imbuh mantan Ketua PCNU Tuban.

Untuk mencegah membludaknya pemudik, mulai sekarang setiap desa diminta nenyiapkan minimal dua ruang karantina. Jangan lupa cek suhu pemudik dan membiasakan mencuci tangan.

"Selama masa karantina, pemudik akan diawasi tiga pilar dan gugus tugas tingkat desa," tutup Bupati dua periode ini. [ali/rom]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : karantina, pemudik, corona, covid 19



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more