20:00 . Menuju New Normal, Corona di Tuban Bertambah Jadi 43 Kasus Positif   |   19:00 . PBG Tuban: Kembangkan Inovasi, Lahirkan Prestasi   |   18:00 . Cerita Pasien Positif Asal Tuban Sembuh dari Corona, Sempat Dikucilkan Tetangga   |   17:00 . Door To Door, PHE Pastikan Bantuan Tepat Sasaran   |   11:00 . Kades Bandel Tak Setor LKPPD ke BPD   |   10:00 . Perketat Protokol Kesehatan di Pusat Keramaian hingga Desa   |   09:00 . Alasan Bupati Tuban Menolak PSBB, Tak Ingin Lebih Miskin Lagi   |   08:00 . Dua Malam, Petugas Sita 41 Hp Pengunjung Warkop yang Tak Gunakan Masker   |   07:00 . 5 Cara Hilangkan Rasa Baper Terhadap Mantan   |   15:00 . Perdana, Kampung Tangguh Semeru Tuban Diresmikan   |   14:00 . Kemenag Tuban Beri Pembinaan Physical Distancing Kepada Ta'mir Masjid   |   13:00 . Bandel Tak Pakai Masker, Petugas Sita Hp Pengunjung dan Pemilik Warkop   |   12:00 . Klaster Pasar Rawan Corona, Semua Pedagang di Rapid Tes Ulang   |   11:00 . Total Dana Penanganan Corona di Tuban 240 Miliar, Baru Terpakai 10 Persen   |   07:00 . 5 Tips Menghindari Bau Apek pada Hijab   |  
Sat, 30 May 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Sunday, 05 April 2020 10:00

Kemenkes Tak Rekomendasikan Bilik Disinfektan di Fasilitas Umum

Kemenkes Tak Rekomendasikan Bilik Disinfektan di Fasilitas Umum

Reporter: Nidya Marfis H.

blokTuban.com - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (RI) mengeluarkan surat edaran, tidak menganjurkan penggunaan bilik disinfektan di fasilitas umum dan permukiman.

Imbuan tersebut tertuang dalam Surat Edaran nomor: HK.02.02/111/327/2020 tentang penggunaan bilik disinfektan dalam rangka pencegahan dan penularan covid-19 yang ditanda tangani oleh Dirjen Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan  RI.

Dalam surat edaran tersebut tertulis, berdasarkan hasil di lapangan bilik disinfektan yang sekarang banyak digunakan masyarakat untuk mendisinfektan permukaan tubuh yang tidak tertutup, mengandung berbagai cairan diantaranya, dilute bleach, etanol 70 persen, klorin dan sejenisnya. Disinfektan tersebut merupakan disinfektan yang digunakan untuk mendisinfektan ruangan dan benda - benda mati lainnya.

Berdasarkan pertimbangan itu, Kemenkes tidak menganjurkan penggunaan bilik disinfektan di fasilitas umum serta permukiman penduduk. 

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban, Endah Nurul mengatakan, menyemprot disinfektan ke tubuh dapat berbahaya untuk membran mukosa seperti, mata dan mulut. Sehingga berpotensi menimbulkan risiko terhadap kesehatan dan dapat merusak pakaian.

"Penggunaan disinfektan secara langsung dan terus - menerus dapat menyebabkan iritasi kulit dan iritasi pada saluran pernapasan,"ungkap Endah. Minggu (5/4/2020).

Selain itu, penggunaan disinfektan jenis larutan hipoklorit  pada konsentrasi tinggi dapat mengakibatkan kulit terbakar. 

"Solusi tepat untuk mencegah Covid-19 dengan rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau gunakan hand sanitizer," tandasnya. [nid/col]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : Corona, virus, kemenkes



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more