16:00 . Perda KIP Lindungi Pemohon dan Pemberi Data   |   15:00 . Perbatasan Jatim-Jateng Diperketat, Petugas Halau Puluhan Kendaraan Arus Balik   |   09:00 . Jangan Terserah, Jangan Menyerah   |   08:00 . Kasus Positif Covid-19 Melonjak , Tiga Klaster Perlu Diwaspadai   |   07:00 . Ciri Anak Stres karena Terlalu Lama #diRumahAja dan Cara Hadapinya   |   06:00 . [Hoax] Surat Himbauan Waspada Rapid Test Mengatasnamakan MUI   |   19:00 . Turun 58 persen, Pendapatan Pekerjaan Bongkar Muat PT. RSM Tinggal Rp256,2 Juta   |   18:00 . Pemkab Tuban Kebagian Rp127,6 Juta dari BUMD Pertambangan   |   17:00 . PMDN di Tuban Tembus 614 Investor   |   16:00 . Setahun, di Tuban Ada 4 Konflik Agama   |   15:00 . Motor Vixion Terbakar Usai Tabrak Pejalan Kaki   |   07:00 . Cara Sederhana Meningkatkan Kekebalan Tubuh   |   16:00 . Hingga Bulan April, Dinsos PPPA Catat Ada 11 Kasus Kekerasan Anak   |   15:00 . 128 Napi di Tuban Dapat Remisi Idul Fitri   |   14:00 . 4 Bulan, di Tuban Ada 8 Kasus Kekerasan Perempuan   |  
Wed, 27 May 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Sunday, 05 April 2020 13:00

Goa Ngerong Ditutup, Begini Aktifitas Warga

Goa Ngerong Ditutup, Begini Aktifitas Warga

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Penerapan sistem lock down di sejumlah kawasan, mulai dari pemukiman lingkungan, masyarakat desa, hingga metropolitan, memberi ragam dampak kepada semua kalangan.

"Sejak pertengahan bulan Maret lalu, sudah ditutup karena dampak persebaran virus yang luar biasa cepatnya," kata Sofyan, Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, yang hari-hari biasa ikut dalam pengamanan jalan sekitar kawasan wisata Goa Ngerong.

Lokasi wisata yang begitu ramai, apalagi di akhir pekan, kini hanya menjadi lalu lalang orang lewat. Hanya saja, masyarakat setempat masih nampak beraktivitas seperti hari biasa.

"Ditutup sementara untuk pengunjung. Kalau warga sekitar Ngerong sini ya masih aktivitas, bersih-bersih, mandi, cuci-cuci juga," katanya.

Selain Goa Ngerong, Pemerintah Desa Rengel juga me-lockdown wisata yang dikelola desa, yakni kolam renang milik BUMDes Rengel. Hal ini dilakukan untuk memenuhi surat edaran dari pusat, terkait antisipasi penyebaran Corona Virus Disease yang terkenal dengan sebutan Covid-19.

"Akses wisata milik desa sudah kita lock, sesuai instruksi dari pusat. Tempat wisata lain milik perorangan juga sudah kita himbau, untuk pelaksanaannya, terserah sana. Kita lebih baik antisipasi," tutur Kepala Desa (Kades) Rengel, Mohamad Mochtar.

Selebihnya, Kades mengimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga gaya hidup sehat. Mulai dari cuci tangan pakai sabun, makan makanan bergizi, dan menghindari potensi keramaian maupun berkerumun. [feb/ito]

 

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : Wisata, ngerong, rengel, tuban



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more