20:00 . Menuju New Normal, Corona di Tuban Bertambah Jadi 43 Kasus Positif   |   19:00 . PBG Tuban: Kembangkan Inovasi, Lahirkan Prestasi   |   18:00 . Cerita Pasien Positif Asal Tuban Sembuh dari Corona, Sempat Dikucilkan Tetangga   |   17:00 . Door To Door, PHE Pastikan Bantuan Tepat Sasaran   |   11:00 . Kades Bandel Tak Setor LKPPD ke BPD   |   10:00 . Perketat Protokol Kesehatan di Pusat Keramaian hingga Desa   |   09:00 . Alasan Bupati Tuban Menolak PSBB, Tak Ingin Lebih Miskin Lagi   |   08:00 . Dua Malam, Petugas Sita 41 Hp Pengunjung Warkop yang Tak Gunakan Masker   |   07:00 . 5 Cara Hilangkan Rasa Baper Terhadap Mantan   |   15:00 . Perdana, Kampung Tangguh Semeru Tuban Diresmikan   |   14:00 . Kemenag Tuban Beri Pembinaan Physical Distancing Kepada Ta'mir Masjid   |   13:00 . Bandel Tak Pakai Masker, Petugas Sita Hp Pengunjung dan Pemilik Warkop   |   12:00 . Klaster Pasar Rawan Corona, Semua Pedagang di Rapid Tes Ulang   |   11:00 . Total Dana Penanganan Corona di Tuban 240 Miliar, Baru Terpakai 10 Persen   |   07:00 . 5 Tips Menghindari Bau Apek pada Hijab   |  
Fri, 29 May 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Sunday, 29 March 2020 08:00

Tolak Balak: Tasyakuran Bubur Merah Putih Ala Desa Mojoagung

Tolak Balak: Tasyakuran Bubur Merah Putih Ala Desa Mojoagung Bubur Merah Putih Sebagai Simbol Tolak Balak Dari Ancaman Wabah Penyakit

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Keragaman bangsa Indonesia membuat masyarakat memiliki berbagai tradisi dan budaya. Termasuk tradisi penangkal bala' (tolak bala') ala warga Desa Mojoagung, Kecamatan Soko.

Menanggapi pandemi Corona yang melanda Indonesia saat inj, masyarakat yang ada di Desa Mojoagung, Kecamatan Soko ini membuat bubur merah putih yang dikumpulkan menjadi satu, di masjid ataupun musala. Mereka berdoa bersama agar terhindar dari balak maupun penyakit yang belakangan ini juga sering disebut-sebut sebagai pagebluk.

"Kita ingin agar warga tetap tenang dan menang, tapi juga tetap berwaspada. Maka dari itu untuk antisipasi, kita lakukan penyemprotan juga hajatan serentak untuk tolak balak," papar Kepala Desa Mojoagung, Bahrul Ulum kepada blokTuban.com.

Sebagai orang terdepan di desa, Kades muda ini punya gagasan dari nenek moyang zaman dahulu dengan jargon "Jowo tetep digowo, Arap tetep digarap". Maknanya, sebagai masyarakat Jawa, tetep melakukan bagaimana upaya dan aktivitas kebanyakan orang umum, istilahnya Njawani. Juga, berharap lewat doa sebagai penguat tangkalnya.

Ketika warga sudah melakukan pengerjaan penyemprotan cairan disinfektan secara maksimal, doa kepada Tuhan Yang Maha Esa diharap bisa memperkuat harapan selamat dari wabah Covid-19 yang kian hari bertambah parah ini.

"Tentunya kita berharap, supaya desa aman dan bebas dari segala ancaman penyakit. Termasuk virus Corona yang memberi ke dampak Indonesia juga," jelasnya.

Tasyakuran bubur merah putih dari bahan ketan dicampur gula merah dan parutan kelapa ini dilakukan di Masjid dan musala-musala kecil yang ada di penjuru desa Sabtu (29/3/2020) malam selepas Isya. [feb/col]

 

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : Corona, tradisi, bubur



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more