Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Sunday, 01 March 2020 08:00

Pentas Teater, Kado Bendera Merah Putih Dicuri Maling

Pentas Teater, Kado Bendera Merah Putih Dicuri Maling

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Ada tiga pementasan teater di IAINU Tuban pada Sabtu (29/2/2020) malam. Acara ini merupakan pentas perdana angkatan VI teater Saung Artma yang bermarkas di Jalan Manunggal Tuban.

Naskah satu bangku dua lelaki karya Triyono, menjadi pementasan pertama yang disaksikan puluhan penikmat teater. Naskah ini diperankan oleh dua aktor teater Selendang UT Tuban, yaitu Ziyad dan Khairuz Zadit Taqwa. Arya menjadi sutradara pementasan ini.

Dalam pertunjukan ini, diceritakan bahwa kedua lelaki sama-sama memiliki konflik keluarga. Satu cerai dengan istri, dan lelaki lainnya memiliki sosok ayah yang suka berjudi dan menghabiskan harta keluarga. Keduanya bertemu di sebuah bangku taman, dan harus berpisah dengan kesibukan masing-masing.

"Di sela pementasan juga ada partisipasi pembacaan puisi," terang Kumaidi selaku Pembina Teater Saung IAINU Tuban kepada blokTuban.com di sela pentas di aula lantai 3.

Pentas kedua dari tuan rumah Saung Artma. Mengusung naskah Kampung Maling karya Suhariyadi. Ada tujuh aktor yang memerankan yaitu, Faiz, Zaid, Winda, Ana, Nurma, Dita, dan Arul.

Disutradarai Koyos, naskah ini ditampilkan secara apik. Pesan yang disampaikan dari naskah kampung maling ini, adalah tidak semua maling berperawakan tinggi, besar, gondrong, berjaket hitam. Di dalam diri seseorang memiliki bibit maling. Maling apapun termasuk mengakali hukum.

Di kampung maling ini, sulit membuktikan keberadaan maling. Maling atau garong sangat ganas, bukan hanya benda berharga yang diembat, tapi kado berupa bendera merah juga ikut digondol.

Terakhir penampilan Teater Dot Lamongan, yang disutradarai Jhone dan penggagas teks Jirin TM. Naskah yang digarap berjudul badai di atas kepala (pentil muser ning ndas). Ada sembilan aktor yang berperan yaitu, Nia, Ilfa, Ojan, Fiyan, Rahul, Noval, Kabi, Afid, dan Mohan.

"Pentas perdana ini kami mengusung tema bersama gelap. Filosofi karena di dalam kegelapan ada secercah cahaya, dan cahaya itu jadi tujuan kita," tandasnya. [ali/col]



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : Teater, mahasiswa, tuban



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.



Berita Terkini