13:00 . Ini yang Dilakukan Setiajit di Widang   |   12:00 . Polisi Bekuk Spesialis Pencuri Kotak Amal Musala dan Masjid   |   11:00 . Tak Pakai Masker, 7 Pemuda Diberi Sanksi Sosial   |   10:00 . Uji Coba New Normal, Kesiapan Objek Wisata Terpantau di Raport   |   17:00 . KPU Tuban Optimis Partisipasi Pemilih di Pilkada 2020 Tetap Tinggi   |   16:00 . Tracing Lanjutan Lima Orang Positif Corona   |   15:00 . Perkiraan Gelombang Laut, untuk Lima Hari ke Depan   |   14:00 . Jelang Hari Raya Idul Adha, Sejumlah Kebutuhan Pokok Terpantau Naik   |   13:00 . ´╗┐Siapkan 20.000 Rapid Test Gratis Bagi Peserta UTBK Kurang Mampu   |   12:00 . Giat Cipkon, Tak Pakai Masker Langsung Ditindak   |   10:00 . Dahan Pohon Patah Usai Diserempet Truk, Satu Sepeda Motor Rusak   |   08:00 . Patroli Gabungan Skala Besar, Sasar Warkop, Kafe hingga Lokasi Balap Liar   |   21:00 . Sehari Ada Tambahan 7 Kasus Positif Baru   |   20:00 . Pengendara Motor Tabrak Pohon Hingga Meninggal Dunia   |   12:00 . 7.015 Pekerja Seni Bisa Beraktifitas Lagi 24 Juli   |  
Mon, 06 July 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Wednesday, 26 February 2020 21:00

Tega, Residivis Ini Jebloskan Anaknya Ke Penjara

Tega, Residivis Ini Jebloskan Anaknya Ke Penjara

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - Soliqin alias Tamijo (50), seorang residivis asal Desa Gesikan, Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban ini tega menjebloskan anaknya ke penjara. 

Soliqin kembali ditangkap polisi bersama sang anak bernama Choirul Ibad (21) atas kasus pencurian handpone milik M. Lutfi Anshori warga Desa Sumberagung, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban.

Informasi yang dihimpun blokTuban.com, kejadian pencurian itu terjadi pada (7/12/2019) sekitar pukul 04.00 WIB. 

Saat itu korban mengetahui, handpone jenis Samsung, tablet, laptop serta uang senilai Rp4 juta yang ditaruh di dalam rumahnya hilang. Kemudian korban melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.

Setelah mendapatkan laporan adanya pencurian tersebut, pihak kepolisian kemudian melakukan penyelidikan dan pengembangan kasus. 

Setelah dilakukan penyelidikan sekitar 2 bulan, akhirnya polisi mendapati informasi bahwa handpone milik korban berada di tangan Choirul Ibad. Selanjutnya, polisi menangkap Choirul Ibad selaku penadah beserta Barang Bukti (BB) untuk penyidikan lebih lanjut. 

"Dari pengakuannya, dia (Choirul Ibad)  mendapatkan handpone itu dari ayahnya bernama Tamijo," terang Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono saat Konferensi Pers, Rabu (26/2/2020).

Selanjutnya, polisi melakukan pengejaran terhadap Soliqin alias Tamijo seoramh residivis dan berhasil ditangkap di Kenjeran Kota Surabaya. "Saat di introgasi, Tamijo mengaku mendapatkan handpone dari seseorang bernama Sujud," jelas Kapolres.

Sementara itu, Soliqin mengungkapkan nekat melakukan aksi pencurian ini lantaran ingin membelikan handpone untuk anaknya yang tidak punya handpone. "Saya ingin membelikan hp untuk anak saya, sehingga hp itu saya kasihkan," pungkasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, Soliqin bersama anaknya dijerat dengan Pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.[hud/col]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : Resedivis, anak, penjara



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more