09:00 . Jasa Penukaran Uang Baru Mulai Marak   |   07:00 . Puasa Harus Tetap Berolahraga, Begini Cara yang Tepat   |   21:00 . 4 Tahun Keberadaan AMSI, Konsisten Wujudkan Ekosistem Digital yang Sehat   |   18:00 . Upaya Penanganan Kebocoran Pipa oleh Pertamina EP Direspons Positif   |   17:00 . Bulan Ramadan, Pejabat Kantor Kemenag Tuban Silaturrahmi ke Ketua MUI Tuban   |   16:00 . Peluang Bisnis Baju Bekas Bermerek, Bisa Jadi Refrensi Bisnis   |   15:00 . Pakan Sapi Milik Warga Merakurak Terbakar, Penyebab Belum Diketahui   |   12:00 . Tanggulangi Kemiskinan, Puluhan KPM di Grabagan Terima Jaslut   |   11:00 . Kapolres Tuban Serahkan 6 Unit Ranmor Dinas untuk Anggota   |   10:00 . Libatkan Polwan, Polres Tuban Perketat Pemeriksaan di Pintu Masuk Markas   |   09:00 . Safari Ramadan, Ajang Pamit Bupati Fathul Huda   |   07:00 . Tingkat Ekonomi Keluarga Pengaruhi Usia Anak Terpapar Medsos, Kok Bisa?   |   13:00 . Cegah Aksi Balap Liar di Bulan Ramadan, Puluhan Polisi Patroli Sejumlah Titik   |   12:00 . 1.871 KPM di Jenu Cairkan BST Dua Tahap   |   10:00 . Motor Bising, Pelajar Asal Montong Dihukum dengar Suara Knalpot Modifikasi   |  
Tue, 20 April 2021
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Guru Pramuka Cabuli 7 Siswa

KPI: Ini Tamparan Keras untuk Tuban Sebagai Kabupaten Layak Anak

bloktuban.com | Wednesday, 26 February 2020 13:00

KPI: Ini Tamparan Keras untuk Tuban Sebagai Kabupaten Layak Anak

Reporter: Nidya Marfis H.

blokTuban.com - Pada hari Rabu, (12/2/2020) PS ditangkap oleh tim Mabes Polri di rumahnya. Dalam aksinya PS melakukannya di Unit Kesehatan Sekolah (UKS) Ia juga merekam video dan foto aksi tersebut dan disebarkan  di media sosial Twitter yang berisi sesama pedofil untuk bertukar koleksi.

Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Kabupaten Tuban menyayangkan tindak guru Pramuka berinisial PS (44) yang telah melakukan pencabulan terhadap 7 siswanya.

Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Kabupaten Tuban, bidang pemuda pelajar dan mahasiswa, Devi Febriana mengatakan, sangat menyayangkan adanya kasus ini di Kabupaten Tuban, dimana Tuban sudah dua kali mendapat gelar Kabupaten Layak Anak (KLA) tingkat Pratama dari Kementerian RI.

"Ini merupakan tamparan keras terhadap Kabupaten Tuban yang sudah dua kali menyandang gelar KLA,"ungkap Devi Febriana. Rabu, (26/2/2020).

Mantan Ketua Kopri PC PMII Tuban menambahkan, untuk menghindari kasus seperti ini peran keluarga sangat dibutuhkan utamanya dalam memberikan pemahaman sex edukasi kepada anak, terkait bagian tubuh mana yang boleh dipegang dan tidak boleh dipegang oleh orang lain. Juga tindakan apa yang harus dilakukan anak apabila bagian tubuhnya ada yang disentuh orang lain.

"Misalnya, anak diajari berteriak dan melapor apabila ada bagian tubuhnya disentuh orang lain,"ungkapnya.

Selain itu, peran pemerintah juga sangat dibutuhkan untuk menanggulanginya ditambah kasus pencabulan ini terjadi di lingkungan sekolah, dimana sebagai rumah kedua untuk anak.  Kepala sekolah harus mengetahui terkait tingkah dan prilakunya anggotanya, juga pemerintah harus responsif. Serta lingkungan sekitar tempat tinggal korban juga harus ikut membantu untuk kesembuhan trauma korban.

"Selain didampingi psikolog, lingkungan sekitar juga harus ikut membantu. Jangan malah dikucilkan,"ujar anggota Karang Taruna Kabupaten bidang Koordinator Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Kejahatan kekerasan seksual utamanya kepada anak tidak boleh diabaikan begitu saja. Sebab, korbannya merupakan generasi penerus bangsa. Pelaku harus di hukum sesuai aturan yang berlaku dan saat dihukum pelaku juga diberikan semacam rehabilitasi agar bisa sembuh dari perilaku sex menyamping. Karena, pelaku di sini dulunya juga korban pedofil dari pamannya yang sudah meninggal.

"Agar saat keluar dari penjara pelaku bisa menghilangkan prilaku sex menyimpan tersebut dan tidak melakukan kejahatan lagi,"tutupnya.

Sementara itu, disingung mengenai penanganan korban,  Plt Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Joko Sarwono mengatakan, pihaknya belum bisa berkomentar terkait kasus tersebut sebab, hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan.

"Saya tidak berani berkomentar apa - apa dulu, saya menunggu perkembangan penyidik kepolisian,"tandasnya.  [nid/ito]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : Kriminal, kpi, seksual, anak



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 05 April 2021 13:00

    Mahasiswa Unirow Tuban Belajar di Kantor blokTuban.com

    Mahasiswa Unirow Tuban Belajar di Kantor blokTuban.com Sekitar 25 mahasiswa-mahasiswi dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban berkunjung di kantor redaksi blokTuban.com Jalan Sunan Muria No. 28 Kelurahan Latsari,...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 19 April 2021 09:00

    Safari Ramadan, Ajang Pamit Bupati Fathul Huda

    Safari Ramadan, Ajang Pamit Bupati Fathul Huda Pemerintah Kabupaten Tuban di bawah kepemimpinan Bupati Fathul Huda dan Wakil Bupati Noor Nahar Hussein atau biasa dikenal dengan Huda-Noor akan segera mengakhiri masa jabatan di periode keduanya bulan Juni...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more