19:00 . Dekatkan Layanan Online Sampai Desa   |   18:00 . Arus Balik Idul Adha di Jalur Pantura Tuban Terpantau Lancar   |   17:00 . Khozanah Hidayati Legowo Jika Tak Direkom Sebagai Bacabup   |   16:00 . Masih Tutup, Air Terjun Nglirip Tolak Ribuan Pengunjung   |   15:00 . Jelang Pilkada, Khozanah Hidayati Deklarasi Media Center   |   14:00 . Marka Jalan Belok Kiri Belum Ada, ini Kata Dishub   |   12:00 . Semester 1 2020, SIG Catatkan Kenaikan Laba Bersih 26,3%   |   07:00 . Dampak Anak Nonton Youtube, Baik atau Buruk?   |   14:00 . RTH Sekaligus Tempat Konservasi Rusa Mulai Ramai Dikunjungi Warga   |   13:00 . Perbaikan, Jalan Gajahmada Tuban Diberlakukan Satu Arah   |   10:00 . Idul Adha, Berkah Bagi Pengepul Kulit Hewan Kurban   |   07:00 . Bisa Cegah Stroke, Ini Manfaat Lain Bunga Pepaya   |   15:00 . 500 PNS akan Pensiun Tahun 2020, Target BKD 349 Formasi CPNS Terpenuhi   |   14:00 . Produksi Sumur SKW-21 Menjadi 9.821 BOPD   |   12:00 . ExxonMobil Indonesia Menunjuk Presiden Baru   |  
Tue, 04 August 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Friday, 14 February 2020 09:00

Mantan Waketum Klenteng Tuban Divonis 6 Bulan Penjara

Mantan Waketum Klenteng Tuban Divonis 6 Bulan Penjara

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - Pengadilan Negeri (PN) Tuban menggelar sidang putusan terhadap mantan Wakil Ketua Umum Klenteng Kwan Sing Bio (KSB) Tuban, Liu Pramono, Kamis (13/2/2020).

Dalam sidang putusan tersebut, Liu Pramono divonis enam bulan penjara oleh hakim Pengadilan Negeri Tuban. Kendati begitu, pria yang tersandung kasus pemalsuan dokumen surat tersebut hanya tinggal menjalani masa tahanan dua bulan penjara lantaran telah ditahan sejak 11 Oktober 2019 lalu.

"Liu ditahan sejak 11 Oktober 2019, setelah ditetapkan tersangka oleh polisi. Jadi hukumannya tinggal sisa dua bulan penjara, karena vonis enam bulan dikurangi masa tahanan," kata Humas Pengadilan Negeri Tuban, Donovan Akbar Kusuma.

Menurut Donovan, vonis terhadap terdakwa lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yaitu tujuh bulan penjara.

Lebih lanjut, dia juga menjelaskan jika pengadilan juga memberikan kesempatan kepada JPU maupun pihak tergugat untuk pikir-pikir selama 7 hari pasca putusan apakah akan banding atau menerima putusan pengadilan.

"Kita berikan waktu untuk pikir-pikir selama tujuh hari bagi JPU maupun pihak tergugat, apakah banding atau menerima putusan," imbuhnya.

Usai sidang, Kuasa Hukum Liu Pramono, Sofyan Jimmy Yosadi menyatakan, kliennya memang menginginkan putusan bebas meski begitu dia menghormati keputusan majelis.

"Kami masih pikir-pikir untuk melakukan upaya banding, namun kami juga akan melaporkan Bambang karena memberikan keterangan palsu," jelasnya.

Sementara itu pihak pelapor, Bambang Djoko Santoso mengungkapkan, Liu melakukan pemalsuan dokumen surat, yang menjadi kewenangannya sebagai kordinator Konghucu.

Dia menerima surat dari Jakarta, lalu surat tersebut diterima oleh Liu, surat itu berisi delegasi untuk keberangkatan suatu acara. Namun ternyata, surat yang menjadi kewenangannya itu ditandatangani oleh Liu.

Pria yang juga sebagai Seksi Pemuda dan Olahraga Klenteng KSB Tuban itu juga mengaku puas atas vonis hakim Pengadilan Negeri Tuban. "Saya puas, inilah hukum yang adil dan bijaksana," pungkasnya.[hud/col]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : Tahanan, waketum, klenteng



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more