19:00 . Seni Karawitan Ramaikan Tradisi Manganan di Desa Klotok   |   18:00 . Tumpah Ruah, Guyub Rukun Warga Plumpang Wiwit Padi   |   15:00 . Saat Beroperasi, Kilang Tuban Butuh Listrik 678 Megawatt   |   14:00 . Desa Bejagung Kejar Target 62 Persen Capaian Vaksin   |   13:00 . Lomba Binter TNI-AD Tahun 2021, Kodim 0811 Tuban Melaju ke Nasional   |   12:00 . Terkendala Stok, Vaksinasi di Tuban Masih Kurang dari 30 Persen   |   09:00 . Berikutnya, Penyakit yang Rawan Menjangkiti Kucing   |   07:00 . Kena Diabetes, Waspadai Hiperglikemia   |   21:00 . PBNU Putuskan Muktamar Digelar 23-25 Desember 2021   |   15:00 . Tawarkan Pemandangan Kota Tuban, Kafe Ini Bisa Jadi Pilihan Tempat Nongkrong   |   12:00 . SMGR Terpilih Sebagai Outstanding Company 2021 Sektor Materials Dari Asiamoney   |   10:00 . Kanwil Kemenag Jatiim Wanti-Wanti Jangan Sampai Muncul Klaster Madrasah   |   09:00 . Tawarkan Pemandangan Kota Tuban, Kafe Ini Bisa Jadi Pilihan Tempat untuk Nongkrong   |   07:00 . Tergantung Keluhan yang Dialami Pasien, Pengobatan Nyeri Dibedakan Menjadi 3 Level   |   18:00 . 15 Tahun Jualan Pentol Goreng, Pria Klotok Pertahankan Kualitas Rasa   |  
Sun, 26 September 2021
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

2019 Ada 20 Kasus Kekerasan Anak, Januari 2020 5 Kasus

bloktuban.com | Friday, 14 February 2020 16:00

2019 Ada 20 Kasus Kekerasan Anak, Januari 2020 5 Kasus

Reporter: Nidya Marfis H

blokTuban.com - Sepanjang tahun 2019, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Tuban mencatat ada 20 anak yang mengalami kasus kekerasan.

Kepala Bidang (KB) PPPA, Anfujatin mengatakan, hingga akhir bulan Desember 2019 jumlah anak yang menjadi korban kekerasan sebanyak 20 anak, dengan rincian 9 anak laki-laki dan 11 anak perempuan.

Angka tersebut jauh lebih sedikit dari tahun 2018 lalu yang berjumlah 37 kasus kekerasan dengan rincian 15 anak laki-laki dan 22 anak perempuan.

"Itu yang melaporkan kepada kita, kemungkinan masih ada banyak tapi tidak melapor," ungkap Anfujatin, Jumat(14/2/2020).

Lebih lanjut, kasus kekerasan yang paling banyak, yaitu kekerasan fisik dan pelakunya paling banyak dilakukan oleh orang-orang terdekat seperti ayah tiri, ibu tiri dan paman.

"Kebanyakan orang-orang terdekat mereka yang melakukan tindak kekerasan," imbuhnya.

Ia berharap, masyarakat ikut aktif melapor apabila di lingkungannya ditemukan kasus kekerasan terhadap anak ataupun perempuan.

"Segera melapor ke satgas, saat ini setiap kecamatan sudah ada satgas pendamping," tuturnya.

Sedangkan, untuk tahun 2020 hingga akhir bulan Januari, pihaknya telah menerima laporan sebanyak 5 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Tuban. [nid/rom]

Tag : kekerasan anak, kasus kekerasan



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more