17:00 . Rencana Kerja Pengadaan Tanah Waduk Jadi I Mulai Dilelang   |   14:00 . Kekurangan Siswa, 20 SD dan SMA Negeri Tuban Ditutup   |   11:00 . Mengaku Terima Bisikan Ghaib, Warga Rengel Habisi Tetangga Pakai Balok Kayu   |   10:00 . Teh Telang Kemasan: Solusi Nikmati Minuman Herbal Praktis   |   08:00 . Diserbu Warga Luar Kota, Swab PCR Mandiri di RSUD Koesma Tuban Ditutup Sementara   |   07:00 . Merantau Bisa Latih Imajinasi Otak Anak, Ini Penjelasannya   |   19:00 . Seni Karawitan Ramaikan Tradisi Manganan di Desa Klotok   |   18:00 . Tumpah Ruah, Guyub Rukun Warga Plumpang Wiwit Padi   |   15:00 . Saat Beroperasi, Kilang Tuban Butuh Listrik 678 Megawatt   |   14:00 . Desa Bejagung Kejar Target 62 Persen Capaian Vaksin   |   13:00 . Lomba Binter TNI-AD Tahun 2021, Kodim 0811 Tuban Melaju ke Nasional   |   12:00 . Terkendala Stok, Vaksinasi di Tuban Masih Kurang dari 30 Persen   |   09:00 . Berikutnya, Penyakit yang Rawan Menjangkiti Kucing   |   07:00 . Kena Diabetes, Waspadai Hiperglikemia   |   21:00 . PBNU Putuskan Muktamar Digelar 23-25 Desember 2021   |  
Mon, 27 September 2021
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Cara Pertamina Tepis Isu Pengaturan Harga Lahan untuk Kilang Tuban

bloktuban.com | Thursday, 13 February 2020 08:00

Cara Pertamina Tepis Isu Pengaturan Harga Lahan untuk Kilang Tuban

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Abdullah Fitriantoro dan rekan yang berkantor di Jakarta, telah mengumumkan nilai lahan warga untuk proyek Kilang New Grass Root Refinery (NGRR) Tuban pada 10 Februari 2020.

Di hari itupula kurang dari 40 pemilik bidang menyetujui harga yang dikeluarkan KJPP. Lainnya masih mikir-mikir, apakah ikut menerima atau justru menggugat di pengadilan dengan peluang nilai lahan lebih tinggi.

Sempat muncul isu PT Pertamina ikut andil mengatur nilai harga lahan per meter di tiga desa yaitu Wadung, Kaliuntu, dan Sumurgeneng, Kecamatan Jenu. Untuk menepis isu tersebut, Kadek Ambara Jaya, Project Coordinator NGRR Tuban langsung bergerilya komunikasi dengan warga dan stakeholder lainnya.

"Kami berani bersumpah jika nilai lahan itu murni dihitung tim KJPP," tutur Kadek disela diskusi dan ngopi santai bareng wartawan Tuban, Rabu (12/2/2020).

Ditegaskan oleh Kadek, Pertamina hanya sebagai juru bayar setelah nilai permeter lahan warga keluar. Untuk menjaga netralitas, Pertamina belum memegang hasil pengumuman penilaian KJPP tahap 1.

Teman-teman wartawan bisa mengecek tranparansi, dimana seluruh data ganti rugi dan rinciannya telah ditempel di masing-masing kantor desa baik Wadung, Kaliuntu, maupun Sumurgeneng. Kadek baru menerima data dari KJPP dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk pengeluaran uang triliunan.

Data terakhir yang dihimpun BPN, per 12 Februari malam sudah ada 124 pemilik bidang yang setuju dengan nilai KJPP minimal Rp 600 ribu per meter itu. Secara bertahap, Pertamina bakal memberi edukasi dan mengajak pemilik lahan untuk menerima harga.

"Hanya pengadilan yang bisa membatalkan harga KJPP. Harapan kami warga menerima, karena ada waktu 14 hari untuk menggugat. Jika warga kalah maka sistem konsinyasi berjalan," beber pria kelahiran Bali ini.

Rincian 124 penerima harga KJPP, untuk di Desa Sumurgeneng ada 79 bidang seluas 21, 41 hektare dan dimiliki 59 orang. Desa Wadung ada 42 bidang seluas 10,273 hektare dengan pemilik 37 orang. Terakhir Desa Kaliuntu ada 3 bidang dari 3 pemilik seluas 0,562 hektare.

Dibandingkan harga ring road atau Jalan Lingkar Selatan (JLS) di Kecamatan Semanding, nilai KJPP untuk lahan Kilang Tuban lebih mahal. Di ring road untuk tanah kas desa Rp 233 ribu per meter, sementara lahan pertanian Rp 107.840 per meternya.

"Mahalnya nilai KJPP menjadikan kilang tak ekonomis lagi. Pertamina harus merogoh kantong Rp 2 triliun lagi dari semula anggaran yang mencapai triliunan," tegas pria yang pada 2016 masih bekerja di Kilang Balongan.

Selain isu pengaturan harga, perusahaan plat merah juga dinilai mempermainkan psikis dan mematahkan harapan pemilik lahan. Disaat diajak studi banding di Cilacap, harga termurah Rp 1 juta 70 ribu per meter dan termahal Rp 1,4 juta lebih.

Kadek menegaskan tujuan ke Cilacap bukan soal studi harga, tapi cara atau mekanisme pembayaran. Dimana harus diukur dulu oleh tim, baru ketahuan harganya.

"Dia berpesan warga yang kini jadi miliarder harus menggunakan uangnya sebaik-baiknya," tandasnya.

 

Sementara itu, target total kebutuhan kilang Tuban ada 1.136 bidang dengan luas 841 hektare. Tersebar di Desa Kaliuntu 6 bidang, 562 bidang di Wadung, 566 bidang di Sumurgeneng, Perhutani 1 bidang, dan di KLHK 1 bidang. [ali/ono]

 

Tag : kilangtuban, pertamina, grr



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more