15:00 . Ini yang Dilakukan Setiajit saat Datangi Pantai Semilir   |   14:00 . Puluhan Sound System Gemparkan Lapangan Singkil   |   13:00 . Pelanggar Protokol Kesehatan Disidang di Tempat   |   12:00 . Suara Nu Diklaim Utuh Ke Pasangan Mbak Ana-De Anwar   |   11:00 . Korslenting listrik, Kandang Sapi Terbakar   |   10:00 . 59 Warga Rengel Pilih Bayar Rp100 Ribu   |   09:00 . Berdayakan UMKM, Bupati Tuban Dianugerahi Natamukti   |   08:00 . Hari Ini Kesempatan Terakhir Peserta Tes CPNS Kirim Hasil Rapid Test   |   07:00 . Ikuti 3 Tips Ini untuk Mengusir Mood Kamu yang Buruk   |   19:00 . Tumpukan Tongkol Jagung di Dekat Pemukiman Warga Terbakar   |   18:00 . Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati   |   17:00 . Permudah Akses Energi ke Pelosok, Pertashop Hadir Tingkatkan Ekonomi Desa   |   16:00 . Kekeringan, Dua Desa di Montong Didroping Air Bersih   |   15:30 . Masterplan Transportasi Tuban Dilelang   |   15:00 . Perawat Terpapar Corona, Puskesmas Plumpang Ditutup   |  
Fri, 18 September 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Wednesday, 12 February 2020 13:00

Rencana Pemilik Lahan Kilang Tuban, Renegosiasi hingga Gugat Pengadilan

Rencana Pemilik Lahan Kilang Tuban, Renegosiasi hingga Gugat Pengadilan

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Kaget dan kecewa merupakan gambaran suasana hati dan pikiran para pemilik lahan yang bakal digunakan proyek Kilang New Grass Root Refinery (NGRR) Tuban, Rabu (12/2/2020).

Harapan harga lahan per meter milik mereka sama dengan di Kilang Cilacap pupus. Tim appraisal memutus harga lahan Kilang Tuban Rp600 ribu hingga Rp800 ribu per meternya.

Harga itu diumumkan pada 10 Februari di Kantor Kecamatan Jenu. Panitia Badan Pertanahan Nasional (BPN) mengundang pemilik 563 bidang lahan dari tiga desa yaitu, Wadung, Kaliuntu, Sumurgeneng Kecamatan Jenu.

"Sebagai masyarakat terdampak kami kaget dengan harga segitu," tutur Gianto pemilik lahan di Desa Wadung.

Jauh-jauh hari sebelum pengumuman harga aporaisal, para pemilik lahan dan warga Wadung dan Sumurgeneng diajak oleh Pertamina bertemu dengan warga Cilacap.

Dima adaerah tersebut kondisi lahannya, lebih produktif di Kecamatan Jenu dengan keperuntulan kilang yang sama. Warga menginginkan harga minimal sama dengan di Cilacap, tapi kenyataannya jauh dari angan-angan.

"Sementara warga Wadung dan Sumurgeneng tidak menerima harga ini," imbuhnya dibuktikan tidak membuka rekening BNI atau BRI untuk proses transfer uang ganti rugi.

Ditegaskan mantan Kades Wadung, masyarakat mendukung proyek Pertamina Kilang Minyak ini dengan sejumlah syarat. Khususnya harga harus sesuai dengan kondisi wilayah.

Jika menggunakan logika berpikir, kenapa disana sekian disini harganya jauh dibawahnya. Harga di Cilacap terendah Rp1 juta 70 ribu sampai Rp1,4 juta. Sangat berbeda dengan di Kilang Tuban, harga hanya Rp600-800 ribu per meternya.

"Lahan saya yang kena hanya 1 petak, tapi bukan soal luas tidaknya lahan tapi menyangkut hajat hidup masyarakat luas," tegasnya.

Dengan kondisi ini, Gianto bersama pemilik lahan bakal mengajak renegosiasi dengan Pertamina, BPN, hingga tim appraisal. Pemilik lahan lain dari Wadung, Dasuki juga berharap ada penyamaan harga lahan Kilang Tuban dengan di Cilacap.

Para pemilik lahan memiliki waktu 14 hari sejak 10 Februari 2020, untuk melakukan gugatan ke pengadilan jika tidak menerima harga aprasial. Jika di pengadilan menang, warga berhak tidak menjual lahannya untuk proyek kilang kerjasama dengan Rosneft Rusia.

Diberitakan sebelumnya, Kepala BPN Tuban, Ganang Anindito menjelaskan timnya telah mengumumkan harga lahan dari tim apraisal. Nilainya bervariasi dari yang terendah hingga yang tertinggi.

"Nilainya macam-macam karena ada lahan sawah, rumah, dan pohon," sambung Ganang.

Respon pemilik petak lahan, kata Ganang masih banyak yang pikir-pikir. Terlihat hingga pukul 14.00 Wib masih sedikit pemilik yang membuka rekening di BNI maupun BRI.

Perbedaan harga lahan di Tuban dengan Cilacap, yang menilai adalah tim apraisal. Sedangkan BPN hanya bertugas juru ukur dan mengumumkan.

"Soal rincian disampaikan secara lisan oleh petugas saat pemilik dipanggil. Sedangkan di surat hanya global," tambahnya sembari menyampaikan total dana Rp1,4 triliun yang siap ditransfer ke rekening warga.

Perlu diketahui, target total kebutuhan kilang minyak, ada 1.136 bidang dengan luas 841 hektare. Tersebar di Desa Kaliuntu 6 bidang, 562 bidang di Wadung, 566 bidang di Sumurgeneng, Perhutani 1 bidang, dan di KLHK 1 bidang. [ali/ito]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : pemilik, lahan, kilang, tuban, ngrr



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Saturday, 22 August 2020 14:00

    KONGRES KEDUA AMSI

    AMSI: Brand yang Sehat Harus Tampil di Konten yang Sehat

    AMSI: Brand yang Sehat Harus Tampil di Konten yang Sehat blokTuban.com - Jakarta - Kongres Kedua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) resmi dibuka hari ini, Sabtu (22/8/2020). Kongres yang digelar secara virtual, karena berlangsung di tengah pandemi Covid-19, akan berlangsung...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more