09:00 . Erupsi Semeru, Bright Gas Hadir di Dapur Umum Dinsos Lumajang   |   07:00 . Hindari, 14 Kebiasaan yang Tak Disadari Bisa Menghambat Karier   |   18:00 . Jembatan Glendeng Penghubung Tuban-Bojonegoro Kembali Ditutup Total   |   17:00 . Kunker di Tuban, Kajati Jatim Beri Pengarahan Seluruh Pegawai Kejari Tuban   |   16:00 . BMG Sabet Juara 2 Feature Online dan Foto Essay   |   15:00 . Wakil Bupati Tuban Hadiri Uji Coba Mall Pelayanan Publik   |   14:00 . BMG Sabet Juara 2 Kategori AJP   |   13:00 . Pameran Virtual Bulan Desember, dari 30 Perupa untuk Indonesia   |   12:00 . Bupati Huda Uji Coba MPP dan Launching ADM   |   11:00 . JaDI Resmi Daftar Pemantau Pemilu di KPU Tuban   |   09:00 . Bupati Tuban Resmikan Pasar Rakyat Kenduruan   |   07:00 . Mengapa Stres Membuat Kita Rentan Jatuh Sakit?   |   15:00 . Bawaslu dan KPU Akui Kampanye Virtual di Pilkada Tuban Nihil   |   12:00 . Bupati Resmikan Pasar Rakyat di Kenduruan   |   11:00 . 1.500 Kader NU Apel Siaga Pilkada Damai   |  
Fri, 04 December 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Wednesday, 05 February 2020 08:00

Lebar Tanggul Tersisa 1 Meter, Warga Sembungrejo Takut Jebol

Lebar Tanggul Tersisa 1 Meter, Warga Sembungrejo Takut Jebol

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com - Kondisi tanggul kritis Sungai Bengawan Solo di Desa Sembungrejo, Kecamatan Plumpang semakin mengkhawatirkan. Terpantau pada 4 Februari 2020, tebal tanggul yang semula empat meter kini hanya tersisa satu meter.

Salah satu petugas Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) mengukur lebar tanggul yang ambles tiga meter. Penurunan tanah urug ini, seiring naiknya Tinggi Muka Air (TMA) sungai terpanjang di Pulau Jawa yang mendekati siaga hijau.

Warga yang hidup persis di bawah tanggul was-was. Anwar bersama keluarganya hanya bisa berdoa supaya terjauh dari bencana, sekaligus menunggu uluran pemerintah untuk membangun tanggul permanen.

"Kalau malam sering nggak bisa tidur. Dua tiga hari terakhir warga gantian berjaga di atas tanggul," tutur Anwar kepada blokTuban.com.

Ketakutan menyelimuti keluarga Anwar dan lainnya, karena dengan naiknya air sungai ditakutkan jebol. Tanggul ambles kurang lebih dua pekan terakhir, setelah diurug oleh tim.

"Kondisi parah saat ini, semoga lekas ada tanggul permanen," imbuhnya.

Camat Plumpang, Asep Saifiyudin beserta Kapolsek dan Danramil juga telah memonitor langsung kondisi tanggul terakhir. Kondisi tanggul di wilayahnya diakui sudah semakin kritis dan mengkhawatirkan.

"Ada penurunan tanah 80 centimeter dengan panjang 60 meter," sambung Camat Asep.

Jika belum ada penanganan darurat kembali di tanggul, Camat khawatir membahayakan keselamatan warga. Terlebih saat ini mendekati siaga 1.

Upaya sementara terus melakukan pemantauan sekitar tanggul dan koordinasi bagi Forkopimka dan Pemerintah Desa untuk mengambil langkah darurat.

"Yang paling penting kami sudah koordinasi dengan Dinas PUPR Tuban dan BBWS," tegasnya.

Pesan untuk warga Kecamatan Plumpang diminta untuk tetap tenang. Senyampang dengan itu, warga juga harus mandiri memantau dan melapor ke Pemerintah Kecamatan.

Pertama kali tanggul ambles diketahui terjadi pada akhir September 2019. Tepatnya di Desa Sembungrejo Plumpang , tanggul ambles dengan panjang retakan 70 meter, dan kedalaman 60 centimeter.

Pada 2 Oktober 2019, Tim Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) telah melakukan upaya jojoh telo pada titik rekahan sepanjang 70 meter dan kedalaman 60 centimeter.

Akhir bulan Oktober 2019, rekahan tanggul makin lebar dan berbahaya. Prakiraan warga, panjang kerusakan tanggul kurang lebih 110 meter.

Perbaikan tanggul ini merupakan sharing antara Pemkab dan BBWS beserta tenaga warga Plumpang. Sementara ini dana awal yang telah tersedot sebanyak Rp143 juta.

Data blokTuban.com, upaya pembebasan lahan oleh Pemkab untuk tanggul juga masih di bawah 50 persen pada akhir 2018. Kendati masih terkendala pembebasan lahan, proyek penangkis banjir tahunan itu justru tersisihkan dibanding proyek Jembatan Kanor-Rengel sepanjang 200 meter.

Pembebasan lahan tanggul ini didanai APBD Tuban sejak Februari 2015. Dari 60 Km panjang tanggul hingga akhir 2018, lahan warga yang sudah terbebaskan sekitar 25 Km.

Bentang tersebut dari wilayah Kecamatan Widang, Plumpang, dan sebagian wilayah Kecamatan Rengel. Terakhir taanggul yang yang dibangun sampai Desa Sumberejo, Kecamatan Rengel. Sisanya 35 Km belum dibangun.

Di antara wilayah yang belum terbangun tanggul ada 11 desa di Kecamatan Rengel dan Soko. Yakni Desa Sumberejo, Karangtinoto, Tambakrejo, Kanorejo, dan Ngadirejo di Kecamatan Rengel. Desa Glagahsari, Kendalrejo, Mojoagung, Simo, Kenongosari, dan Pandan Wangi di Kecamatan Soko.

Dari lahan tersisa itu, Pemkab sudah membebaskan lahan sekitar 2,8 Km. Anggaran APBD yang telah digunakan melepas lahan warga Rp23,3 Miliar. Sisa lahan yang belum terekskusi sepanjang 32,2 Km, dan target pembebasan lahan direncanakan selesai 2021.

Semula proyek tanggul hanya sepanjang 19,8 Km dengan tinggi 3 meter di wilayah Kecamatan Rengel dan Soko. Skema proyek diubah menjadi sepanjang 60 Km dengan melintasi empat kecamatan. [ali/lis]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : Banjir, bengawan, tanggul



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Thursday, 26 November 2020 14:00

    Selamat, Kak Bibin Resmi Lepas Lajang

    Selamat, Kak Bibin Resmi Lepas Lajang Momen bahagia kembali dirasakan Keluarga besar Blok Media Group (BMG). Personil dari Blok Multimedia (anak perusahaan BMG), M. Tholibin resmi melepas masa lajangnya setelah menyunting pujaan hatinya, Siti Muza'roah....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more