07:00 . Hindari, 14 Kebiasaan yang Tak Disadari Bisa Menghambat Karier   |   18:00 . Jembatan Glendeng Penghubung Tuban-Bojonegoro Kembali Ditutup Total   |   17:00 . Kunker di Tuban, Kajati Jatim Beri Pengarahan Seluruh Pegawai Kejari Tuban   |   16:00 . BMG Sabet Juara 2 Feature Online dan Foto Essay   |   15:00 . Wakil Bupati Tuban Hadiri Uji Coba Mall Pelayanan Publik   |   14:00 . BMG Sabet Juara 2 Kategori AJP   |   13:00 . Pameran Virtual Bulan Desember, dari 30 Perupa untuk Indonesia   |   12:00 . Bupati Huda Uji Coba MPP dan Launching ADM   |   11:00 . JaDI Resmi Daftar Pemantau Pemilu di KPU Tuban   |   09:00 . Bupati Tuban Resmikan Pasar Rakyat Kenduruan   |   07:00 . Mengapa Stres Membuat Kita Rentan Jatuh Sakit?   |   15:00 . Bawaslu dan KPU Akui Kampanye Virtual di Pilkada Tuban Nihil   |   12:00 . Bupati Resmikan Pasar Rakyat di Kenduruan   |   11:00 . 1.500 Kader NU Apel Siaga Pilkada Damai   |   09:00 . Kebakaran Kios Kopi di Semanding Berawal dari Sebotol Bensin   |  
Fri, 04 December 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Tuesday, 04 February 2020 19:00

Diduga 29 Pekerja Jadi Korban PHK Sepihak, PT Swabina Gatra Didemo

Diduga 29 Pekerja Jadi Korban PHK Sepihak,  PT Swabina Gatra Didemo

 

Reporter: Khoirul Huda/ Ali Imron

blokTuban.com - Ratusan pekerja yang tergabung dalam Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Tuban menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Selasa (4/2/2020).

Aksi tersebut digelar dalam rangka menindaklanjuti adanya 29 pekerja yang diduga korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak oleh PT. Swabina Gatra tanpa syarat dan melalui pesan Whatsapp. Mereka menilai, PHK sepihak per tanggal 1 Februari 2020 tersebut bertentangan dengan undang-undang.

"Kami menganggap PHK kepada 29 pekerja ini tidak sesuai aturan dan Undang-undang yang berlaku. Dan kami menduga perusahaan ingin memberantas pekerja yang bergabung dalam serikat pekerja, karena mayoritas teman-teman korban PHK merupakan anggota FSPMI," terang Ketua Konsulat Cabang FSPMI Kabupaten Tuban, Duraji.

Lebih lanjut, Duraji mengungkapkan selain ada indikasi melakukan union busting atau memberhentikan serikat pekerja kepada perusahaan terkait. Mereka juga meragukan profesionalisme anak perusahaan dari PT. SI tersebut karena dinilai melakukan PHK tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. 

"Kami meragukan profesionalisme PT. Swabina Gatra karena melakukan PHK hanya melalui pesan whatsapp yang itu kami rasa tidak relevan dan itu juga bertentangan dengan Undang-Undang," imbuhnya.

Menurut Duraji, terkait dengan pertemuan dari perwakilan pekerja dan Pemkab Tuban ini tidak tidak ada hasil yang menggembirakan bagi para pekerja dan masih akan ada pertemuan lanjutan nanti dengan menghadirkan perusahaan terkait.

Sementara itu, Kabid Hubungan Industrial Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (PMPTSP dan Naker) Tuban, Wadiono mengatakan, akan memanggil semua pihak baik itu pekerja maupun perusahan terkait yakni PT. Swabina Gatra untuk dimintai klarifikasi terkait permasalahan ini.

"Besok senin akan kita panggil dari semua pihak untuk klarifikasi kebenaran dari permasalahan ini. Dan apabila nanti dari keterangan itu sesuai yang disampaikan para pekerja, maka nanti kita akan mengupayakan penyelesaian sebaik mungkin," tandasnya.

Lebih lanjut, Dinas PMPTSP dan Naker siap membantu pekerja agar mendapatkan haknya sesuai dengan regulasi yang berlaku. Pihaknya berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan ini agar semua pihak dapat menerima keputusan yang diambil.

“Diusahakan semua pekerja yang korban PHK dapat segera diterima kembali bekerja tanpa dikenai pengurangan hak sedikit pun," jelasnya.

Ditambahkan pula, pihaknya juga akan memberikan rekomendasi kepada perusahaan untuk ditindaklanjuti. Tidak hanya itu, pihaknya siap memberikan tindakan tegas kepada perusahaan bila tidak melaksanakan rekomendasi yang diberikan.

Setiawan Prasetyo, SM of Unit Public Relation & CSR PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, belum bisa memberi keterangan resmi perihal tuntutan pendemo. 

"Mohon maaf bisa dikonfirmasi langsung ke PT Swabina Gatra," sambung Setiawan. 

Hingga berita ini ditulis, blokTuban.com masih berusaha mendapat keterangan resmi dari PT. Swabina Gatra. [huda/ali/col]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : Phk, demo, buruh, serikat



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Thursday, 26 November 2020 14:00

    Selamat, Kak Bibin Resmi Lepas Lajang

    Selamat, Kak Bibin Resmi Lepas Lajang Momen bahagia kembali dirasakan Keluarga besar Blok Media Group (BMG). Personil dari Blok Multimedia (anak perusahaan BMG), M. Tholibin resmi melepas masa lajangnya setelah menyunting pujaan hatinya, Siti Muza'roah....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more