Dokter: Kebiasaan Anak Doyan Makan Sayur Bisa Dibentuk Sejak Ibu Hamil

Reporter: -

blokTuban.com - Sayuran menjadi salah satu jenis makanan yang perlu Anda kenalkan kepada anak sejak dini, Moms. Ya, sudah tak diragukan lagi bahwa sayuran merupakan sumber vitamin dan mineral yang bermanfaat untuk tubuh.

Sejak hamil pun Anda dianjurkan menyantap berbagai jenis sayuran hijau. Karena tak hanya bermanfaat untuk kesehatan ibu hamil, tapi juga baik untuk perkembangan bayi dalam kandungan.

Ketika bayi baru lahir dan ia mendapatkan ASI pun, ibu tetap dianjurkan untuk konsumsi sayuran. Hal ini karena bayi akan merasakan makanan yang dimakan oleh ibunya itu melalui ASI. Apalagi di usia 6 bulan saat bayi sudah memulai MPASI, memperkenalkan sayuran sangat dianjurkan.

Dokter yang praktik di RSIA Asih Jakarta dan RSPI Bintaro Jaya, Tangerang Selatan ini mengungkap bahwa jika anak sudah dibiasakan atau diperkenalkan sayuran sejak berada dalam rahim hingga memulai MPASI, kemungkinan besar anak akan lebih mudah menerima sayuran tersebut.

"Jadi, ibunya makan sayur, ibu pemakan segala biasanya anak akan lebih mudah makan segala juga dibanding ibu yang milih-milih (makanan)," kata dr. Diana Suganda, Sp.GK, dokter spesialis gizi klinik ketika ditemui di kawasan Gunawarman belum lama ini. 

Saat anak sudah mengkonsumsi makanan rumah, masih kata dr. Diana, Anda tetap harus menjaga kebiasaan makan baiknya itu. Caranya, tetap sediakan sayur dengan menu yang variatif, Moms. Sebab di usia 1 tahun ke atas biasanya anak akan lebih susah diberikan berbagai sayur dibandingkan pada saat MPASI.

“(Pada saat) MPASI semua diaduk, semua (bayi) mangap. Tapi begitu sudah ada nasi, lauk dan pauk, ada ikan, ada sayur, dia akan memilih yang enak,” tuturnya.

dr. Diana pun memberikan saran kepada orang tua yang anaknya sudah makan sayur, agar sebisa mungkin meluangkan waktu untuk makan bersama seluruh anggota keluarga di meja makan.

Anak biasanya akan meniru apa yang orang tuanya itu lakukan. Jika orang tua makan sayur, kemungkinan besar anak juga akan makan sayur.

“Jangan cuma sediain, tapi kita contohin dan tidak ada distraksi dari yang lain seperti televisi dan gadget,” tutupnya.

*Sumber: kumparan.com