07:00 . Hindari, 14 Kebiasaan yang Tak Disadari Bisa Menghambat Karier   |   18:00 . Jembatan Glendeng Penghubung Tuban-Bojonegoro Kembali Ditutup Total   |   17:00 . Kunker di Tuban, Kajati Jatim Beri Pengarahan Seluruh Pegawai Kejari Tuban   |   16:00 . BMG Sabet Juara 2 Feature Online dan Foto Essay   |   15:00 . Wakil Bupati Tuban Hadiri Uji Coba Mall Pelayanan Publik   |   14:00 . BMG Sabet Juara 2 Kategori AJP   |   13:00 . Pameran Virtual Bulan Desember, dari 30 Perupa untuk Indonesia   |   12:00 . Bupati Huda Uji Coba MPP dan Launching ADM   |   11:00 . JaDI Resmi Daftar Pemantau Pemilu di KPU Tuban   |   09:00 . Bupati Tuban Resmikan Pasar Rakyat Kenduruan   |   07:00 . Mengapa Stres Membuat Kita Rentan Jatuh Sakit?   |   15:00 . Bawaslu dan KPU Akui Kampanye Virtual di Pilkada Tuban Nihil   |   12:00 . Bupati Resmikan Pasar Rakyat di Kenduruan   |   11:00 . 1.500 Kader NU Apel Siaga Pilkada Damai   |   09:00 . Kebakaran Kios Kopi di Semanding Berawal dari Sebotol Bensin   |  
Fri, 04 December 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Friday, 31 January 2020 10:00

Tangan Bertato Olah Koran Bekas Jadi Kerajinan

Tangan Bertato Olah Koran Bekas Jadi Kerajinan

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Menengok bengkel kerja di  Lapas Kelas IIB Tuban, banyak narapidana beragam motif tato di badan dan lengan sedang sibuk membuat gulungan

Gulungan tersebut terbuat dari koran bekas yang dilekatkan dengan lem kayu. Perlahan tapi pasti gulungan kertas tersebut menjadi batangan lurus yang kaku, siap dibentuk oleh tangan-tangan bertato tersebut.

Tampak replika kapal phinisi, celengan dengan motif kartun Tayo, Doraemon, hingga Upin-Ipin dipamerkan di dinding ruangan. Dari dekat terlihat Kepala Subsi Kegiatan Kerja Sukarto mengawasi mereka bekerja.

Sukarto berkata pada narapidana tersebut sedang membuat kerajinan tangan yang berbahan dari kertas koran bekas. Hasil kerajinan bisa menjadi replika kapal phinisi, celengan, hingga hiasan dinding.

“Sementara hasil kerajinan dipasarkan dari internal, bisa lewat kunjungan atau mungkin kalau sudah ada galeri di depan kita bisa pajang,” terang pria kelahiran Lamongan, Jumat (31/1/2020).

Bengkel kerja Lapas Tuban bekerja dengan sistem kelompok kerja. Kelompok kerja tersebut mengerjakan berbagai kegiatan kerja seperti elektro, keset serabut, hingga ukiran kayu. Sukarto berharap bisa mengingkatkan PNBP melalui karya warga binaan.

“Kita bentuk kelompok kerja dan semoga dengan adanya program Resolusi Pemasyarakatan agar meningkatkan PBNP,” imbuhnya.

Sementara itu dia menjelaskan yang paling menghasilkan adalah kerajinan dari tas berkat, dan keset serabut karena telah memiliki pasar sendiri.

Untuk keset Lapas Tuban sedang mengerjakan pesanan dari SDN Sendang Harjo yang harga per keset bisa mencapai Rp 60 ribu. [ali/ono]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : lapas, kerajinan, wbpp, napi, tuban



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Thursday, 26 November 2020 14:00

    Selamat, Kak Bibin Resmi Lepas Lajang

    Selamat, Kak Bibin Resmi Lepas Lajang Momen bahagia kembali dirasakan Keluarga besar Blok Media Group (BMG). Personil dari Blok Multimedia (anak perusahaan BMG), M. Tholibin resmi melepas masa lajangnya setelah menyunting pujaan hatinya, Siti Muza'roah....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more