21:00 . Tiga Unit Kandang Ayam di Prunggahanwetan, Ludes Terbakar   |   18:00 . Partai Gerindra Rekom Eko Wahyudi-Agus Maimun Maju di Pilkada   |   14:00 . Pemdes Sokosari Tunggu Hasil Final Kesepakatan PT GPP   |   13:00 . Paparkan Proyek TPPI Olefin Complex ke Bupati Tuban   |   12:00 . Pengibar Bendera Dibatasi 3 OrangĀ    |   11:00 . Pasang Umbul-Umbul, Pelajar Meninggal Tersengat Listrik   |   10:00 . Dump Truk Vs Truk Tronton, Pengemudi Patah Tulang   |   07:00 . Seberapa Sering Bra Harus Dicuci?   |   19:00 . Dekatkan Layanan Online Sampai Desa   |   18:00 . Arus Balik Idul Adha di Jalur Pantura Tuban Terpantau Lancar   |   17:00 . Khozanah Hidayati Legowo Jika Tak Direkom Sebagai Bacabup   |   16:00 . Masih Tutup, Air Terjun Nglirip Tolak Ribuan Pengunjung   |   15:00 . Jelang Pilkada, Khozanah Hidayati Deklarasi Media Center   |   14:00 . Marka Jalan Belok Kiri Belum Ada, ini Kata Dishub   |   12:00 . Semester 1 2020, SIG Catatkan Kenaikan Laba Bersih 26,3%   |  
Wed, 05 August 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Monday, 13 January 2020 11:00

Tanggulangi Hama Ulat, DPKP Tuban Datangkan 3 Ton Pestisida

Tanggulangi Hama Ulat, DPKP Tuban Datangkan 3 Ton Pestisida

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tuban tengah serius menanggulangi hama Ulat Grayak yang menyerah tanaman jagung milik para petani di wilayah setempat.

Keseriusan penanggulangan hama ulat tersebut dilakukan oleh DPKP Kabupaten Tuban dengan mendatangkan sebanyak 3 ton pestisida atau obat pembasmi ulat dari Dinas Pertanian Pertania dan Ketahanan Provinsi Jawa Timur.

"Kita kemarin melaporkan hama ulat ke dinas provinsi lalu dikirim 3 ton pestisida untuk menanggulangi hama ulat, dan kini sudah tertanggulangi semua," terang Kepala DPKP Kabupaten Tuban, Murtadji saat dikonfirmasi, Senin (13/1/2020).

Selain itu, DPKP juga telah melakukan upaya dengan memberikan penyuluhan setiap hari kepada petani. Bahkan, bersama para petani DPKP juga telah melakukan Gerakan Pengendalian (Gerdal) untuk membasmi hama ulat.

"Kami sudah melakukan upaya penyuluhan, selain itu ada juga petugas POPT-PHP yang khusus menangani terkait hama di masing-masing kecamatan," imbuh mantan Camat Bancar tersebut.

Dia juga mengaku belum mengetahui pasti apa faktor yang menjadi pemicu munculnya hama ulat jagung tersebut. Yang pasti hama ulat itu menyerang tanaman jagung se Indonesia, mulai dari Sumatera, Kalimantan, Jawa Tengah dan Jawa Timur ini.

Sementara itu, diberitakan sebelumnya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mencatat ada 1.787,2 hektar tanaman jagung terserang hama ulat yang menyebar di tujuh kecamatan.

Yakni, Kecamatan Grabagan ada seluas 1.434 hektare, Semanding 54 hektare, Montong 132,2 hektare, Kerek 104 hektare, Jatirogo 26 hektare, Palang ada 6 hektare, serta di Kecamatan Bangilan seluas 31 hektar.[hud/col]




* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : Ulat, hama, pestisida



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more