14:00 . Libur Tahun Baru Imlek, Patung Kong Co Jadi Spot Foto Favorit   |   13:00 . Tahun 2019, Ada 96 Persen Penderita Diabetes yang Ditangani   |   12:00 . Hibur Pengunjung, Klenteng Kwan Sing Bio Beri Pertunjukan Cosplay   |   11:00 . Selama Tahun 2019, Ada 62 ODGJ Dipasung   |   10:00 . Setiap Tahun Tuban Keluarkan Miliaran Rupiah untuk Penuhi Gizi   |   09:00 . Imlek, Diskon 50% Naik Angling ke Klenteng   |   08:00 . Berikut Ini Alur Pendaftaran SIKS-NG   |   07:00 . Bagaimana Mengajarkan Anak bahwa Uang Bukan Jatuh dari Pohon?   |   19:00 . Bawa 10 Ribu Butir Pil Dobel L, Pemuda Asal Palang Diringkus Polisi   |   18:00 . BWI Provinsi Jatim Mediasi Masalah Wakaf di Tuban   |   17:00 . Dewan Pers Proses AMSI Jadi Konstituen Dewan Pers   |   16:00 . Adi Widodo Sikapi Hasil Polling Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Tuban   |   15:00 . Hari Terakhir, Ada 333 Pendaftar PPK   |   14:00 . Jadi Kurir Sabu, Remaja di Tuban Ditangkap Polisi   |   13:00 . Pertamina Siapkan Antisipasi Peningkatan Kebutuhan BBM dan Gas Jelang Imlek   |  
Sat, 25 January 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Monday, 13 January 2020 10:00

Honorer Tuban Berharap Jadi ASN Tanpa Tes

Honorer Tuban Berharap  Jadi ASN Tanpa Tes

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Non K (GTKHNK) 35+ Kabupaten Tuban menyampaikan sejumlah tuntutan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di Ruang Paripurna, Senin (13/1/2020).

Hadir dalam pertemuan ini Ketua dan anggota Komisi 4 DPRD, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala BKD SDM, dan Ketua PGRI Tuban.

Ketua GTKHNK 35+ Tuban, Damanhuri menjelaskan tuntutan pertama segera tuangkan dalam RUU supaya honorer jadi ASN tanpa tes. Pencabutan pasal 48 tahun 2005 agar pejabat daerah bisa memberi SK Bupati/Perbup perorangan yang artinya masing - masing mendapat pengakuan dari pemerintah.

Selain itu juga mempermudah persyaratan PPG dan pencairan Sertifikasi ( SK Kepala Daerah) sesuai dg pasal 8, Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

"Tuntutan lain yaitu upah setarakan UMR," tutur Damanhuri dalam hearing.

Damanhuri menambahkan, sesuai dengan pasal 14 ayat 1 yang berbunyi memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial. Mendapatkan promosi dan penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja.

Memperoleh perlindungan dalam melaksanakan tugas dan hak atas kekayaan intelektual. Memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi. Memperoleh dan memanfaatkan sarana dan prasarana pembelajaran untuk menunjang kelancaran tugas keprofesionalan.

Memperoleh rasa aman dan jaminan keselarnatan dalam melaksanakan tugas
Memiliki kebebasan untuk berserikat dalam organisasi profesi. Memperoleh kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi.

"Memperoleh pelatihan dan pengembangan. profesi dalam bidangnya. Terakhir BPJS Ketenagaan dan Kesehatan bagi honorer," terangnya.

Mendengar tuntutan honorer, Ketua Komisi 4, Tri Astuti berbicara aturan yang berlaku. Dari diskusi dan hearing kali ini, ada dua poin yang diperjuangkan dewan. Setiap tahun honorer mendapat insentif Rp1 juta, yang akan diusulkan di PAK 2020 sekitar bulan September.

"Usulan kami kedua GTT 3.421 orang diberikan BPJS kesehatan," sambung politisi Dapil II.

Ditegaskan Ketua DPC Gerindra, insentif tidak hanya usulan dari Dinas Pendidikan, tapi tim anggaran ekskutif, Bappeda dan Banggar. Setelah itu baru diserahkan ke DPRD.

"Selama ini honorer belum dicover oleh pemkab dalam BPJS kesehatan," bebernya.

Disambung Kepala Disdik, Nur Hamid jika Bupati Tuban, Fathul Huda intruksinya jelas untuk meningkatkan kesejahteraan honorer berjenjang. Kendati demikian, ada prioritas-prioritas yang diutamakan.

"Keinginan kita banyak tapi APBD kita cuma Rp2,3 triliun rupiah," tutupnya. [ali/col]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : Honorer, ASN, pemkab



Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Friday, 17 January 2020 12:00

    Poling blokTuban.com Menganulir Suara Ganda oleh Robot

    Poling blokTuban.com Menganulir Suara Ganda oleh Robot Sistem polling yang diadakan blokTuban.com mulai Kamis (16/1/2020) kemarin, untuk mengukur partisipasi pembaca terkait sosok Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Tuban mendeteksi keberadaan bot/robot yang memilih lebih dari satu...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more