20:00 . Gudang Garam dan Grabagan Jadi Klaster Baru   |   15:00 . Umur Petugas Pilkada Maksimal 50 Tahun, Pertimbanganya Faktor Kesehatan   |   14:00 . Reklamasi Kilang Minyak di Tuban, Menteri Kelautan dan Perikanan: Jangan Sampai Mengganggu Nelayan   |   13:00 . BPBD Serahkan Bantuan Material untuk Penanganan Banjir Rob   |   12:00 . Restorasi Kilang Tuban Tinggal Lima Persen   |   11:00 . Dugaan Sementara, Mayat Bayi di Pantai Sengaja Dibuang   |   10:00 . Mayat Bayi Perempuan Ditemukan Tengkurap di Pantai Tuban   |   09:00 . Hadapi Tiga PSN, TPPI Siapkan Pemuda Terampil Bersertifikat BNSP   |   08:00 . Perdana, 'TABANA' Dikukuhkan Sebagai Madrasah Tangguh di Tuban   |   07:00 . 5 Cara Agar Lekas Move On dari Seseorang yang Ghosting Kamu   |   17:00 . Menteri Kelautan dan Perikanan Lepas Kontainer Ke-90 Ekspor Olahan Ikan   |   16:00 . Lebih Ramah Lingkungan, Warga Denpasar Coba Pertalite   |   15:00 . KBM Serentak 13 Juli, Ini Kata Kemenag Tuban   |   14:00 . Pertamina Pakai Sistem Konsinyasi Selesaikan Sisa Lahan Kilang GRR Tuban   |   13:00 . Seratus Persen Kilang GRR Tuban Olah Minyak dari Luar Negeri   |  
Thu, 09 July 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Saturday, 11 January 2020 14:00

Ulat Grayak Serang Jagung di 7 Kecamatan

Ulat Grayak Serang Jagung di 7 Kecamatan

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com - Hama ulat grayak tidak bisa dianggap sepela oleh petani di Kabupaten Tuban. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mencatat ada 1.787,2 hektar tanaman jagung terserang yang menyebar di tujuh kecamatan, Sabtu (11/1/2020).

Ulat grayak ini memiliki nama ilmiah Spodoptera. Koordinator Pengamatan Hama Penyakit, Dinas Pertanian Kabupaten Tuban, Lilik Sujayanto menjelaskan, serangan ulat menyerang Kecamatan Grabagan ada seluas 1.434 hektar, Semanding 54 hektar, Montong 132,2 hektar, Kerek 104 hektar, Jatirogo 26 hektar, Palang ada 6 hektar, serta di Kecamatan Bangilan seluas 31 hektar.

"Saat ini serangan ulat sudah meluas di hampir seluruh kecamatan, terutama yang ada tanaman jagungnya," tutur Lilik.

Lilik menambahkan, ada dua jenis ulat grayak yang menyerang tanaman jagung, masing-masing dengan nama ilmiah Spodeptera Frugiperda dan Spodotera Litura. Kedua ulat sangat berbahaya karena menyerangnya merata, mulai daun hingga ke batang.

Ditambahkan, wabah ulat Grayak ini berasal dari Amerika, kemudian menyebar ke India, Thailand dan masuk ke Indonesia pada awal 2019 melalui Pulau Sumatera.

Lalu merambah ke Pulau Madura, Jawa Tengah, dan menyebar di Kabupaten Tuban pada Mei 2019 lalu dan meluas hingga hampir seluruh Jawa Timur.

"Dampak dari serangan hama ulat grayak ini hanya sampai sekitar 30 hari. Paling berbahaya adalah pada saat ulat berusia 7 sampai 14 hari," terangnya.

Adanya wabah ini, petani Tuban memperhatikan sebelum melakukan penyemprotan menggunakan racun atau pestisida, baiknya ditabur menggunakan abu dapur terlebih dahulu pada pupusnya.

Selain itu, bisa menyemprot tanaman jagung menggunakan air gula. Hal itu dilakukan untuk memancing semut agar memakan ulat tersebut.

"Jangan menyemprot tanaman jagung seperti saat menyemprot padi. Usahakan agar nozzle-nya miring, agar racun dapat masuk hingga ke dalam tongkol atau pupusnya," pintanya.

Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tuban, Darmadin Noor menambahkan, adanya serangan ulat grayak ini, tim penyuluh di setiap kecamatan membuat Gerakan Pengendalian (Gerdal). Mereka hampir setiap hari terjun ke lapangan melakukan pendamping ke petani.

"Petani saat menyemprot bisa menggunakan insektisida yang menandungan bahan aktif Abamektin. Dosisnya, dalam satu tangki semprotan air diberikan satu tutup botol, atau sekitar 250cc obat digunakan untuk seperempat lahan," tutupnya. [ali/rom]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : hama ulat, jagung, tanaman, hama, petanian, petani



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more