10:00 . Usai Observasi di Natuna, Ini Kisah Mahasiswa Wuhan Asal Tuban   |   09:00 . 3 Desa di Kecamatan Jenu Bebas Buang Air Sembarangan   |   07:00 . 5 Kalimat yang Tanpa Disadari Bisa Bikin Perempuan Jadi Insecure   |   16:00 . Usai Karantina di Natuna, Tiga Mahasiswa Asal Tuban Sampai di Kampung Halaman   |   15:00 . Kecelakaan Tunggal, Pemuda Kerek Meninggal Dunia   |   14:00 . Tantangan Industri Musik Kian Ketat, Produsen Musik Tuban Kini Rilis Lagu Lewat Sosmed   |   13:00 . Setiajit Jalan Sehat Bareng Belasan Ribu Warga   |   09:00 . Begini Kronologi Pemberhentian 29 Karyawan Versi PT Swabina Gatra   |   08:00 . Awal Tahun, Bank Jatim Salurkan Kredit Mikro Laguna Rp2 Miliar   |   08:00 . Awal Tahun, Bank Jatim Salurkan Kredit Mikro Laguna Rp2 Miliar   |   08:00 . Awal Tahun, Bank Jatim Salurkan Kredit Mikro Laguna Rp2 Miliar   |   08:00 . Awal Tahun, Bank Jatim Salurkan Kredit Mikro Laguna Rp2 Miliar   |   07:00 . 3 Cara Mudah Mengatasi Sakit Perut Setelah Makan Pedas   |   15:00 . Hujan Deras, Lingkungan ini Terendam   |   14:00 . Jatirogo Miliki Puskesmas Senilai Rp5 Miliar, Stunting Jadi Perhatian Bupati   |  
Mon, 17 February 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Tuesday, 07 January 2020 09:00

Tarif Iuran BPJS Naik, 600 Peserta Migrasi Turun Kelas

Tarif Iuran BPJS Naik,  600 Peserta Migrasi Turun Kelas

Reporter: Nidya Marfis H.

blokTuban.com - Pemberlakuan tarif iuran baru Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan resmi naik  per 1 Januari 2020 kemarin. Hal tersebut, mengakibatkan banyak warga berbondong - bondong pindah kelas.

Kepala Kantor BPJS kesehatan Kabupaten Tuban, Heny Ratnawati mengatakan, sesuai peraturan Perpres nomer 75 tahun 2019 tentang perubahan atas peraturan presiden nomer 82 rahun 2018 mengenai jaminan kesehatan, untuk kelas 1 sebelum Rp 80 ribu kini berubah menjadi Rp 160 ribu. Sedangkan, untuk kelas 2 sebelum  Rp 51 ribu kini menjadi Rp 110 ribu.

"Kelas 3 semula Rp 25.500 ribu,  menjadi Rp 42 ribu,"ungkap Heny, Selasa, (7/1/2020)

Ia menambahkan, pada bulan Desember 2019 lalu tercatat sekitar 600 peserta BPJS Kesehatan telah berpindah kelas.
"Ada yang kelas 1 pindah kelas 2 dan  ada  juga dari kelas 2 pindah kelas 3," ungkapnya.

Lebih lanjut, banyaknya warga yang ingin migrasi turun kelas mengakibatkan banyaknya antrian di kantor pelayanan BPJS kesehatan Tuban. Untuk itu ia menyarankan, apabila masyarakat yang ingin turun kelas dapat melalui aplikasi mobile JKN.

"Proses pindah kelas bisa dilakukan secara online, lebih cepat dan tidak antri," tandasnya.  [nid/ito]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : bpjs, kesehatan, tuban



Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Friday, 17 January 2020 12:00

    Poling blokTuban.com Menganulir Suara Ganda oleh Robot

    Poling blokTuban.com Menganulir Suara Ganda oleh Robot Sistem polling yang diadakan blokTuban.com mulai Kamis (16/1/2020) kemarin, untuk mengukur partisipasi pembaca terkait sosok Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Tuban mendeteksi keberadaan bot/robot yang memilih lebih dari satu...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more