19:00 . Rekom DPP PDIP Untuk Calon Bupati Tuban Belum Keluar   |   17:00 . Tahun 2019, Total 141,02 Hektare Padi Diajukan Klaim AUTP   |   16:00 . BPBD Berikan Bantuan Material Bangunan di Desa Pucangan   |   15:00 . Pilihan Vape: Antara Pod dan Mod   |   14:00 . Sudah Dibuka, Baru Satu Orang Mendaftar PPS   |   13:00 . Air Terjun Nglirip Saat Banjir Buat Wisatawan Berkurang   |   12:00 . Ketua DPC Gerindra Tuban Beri Keterangan ke DPP Soal Status Warga Kehormatan Bacabup   |   11:00 . Imam Muhlis, Napi Teroris Asal Bima Bebas   |   10:00 . Berikut Ini Persyaratan Anggota PPS   |   09:00 . Diduga Korsleting Listrik, Eks Koramil Merakurak Terbakar   |   08:00 . Hujan 2 Jam, Tuban Banjir   |   07:00 . 4 Probiotik yang Bermanfaat untuk Kesehatan Anak   |   18:00 . Kades Se-Montong Siap Suskseskan Sensus Penduduk 2020   |   17:00 . Tanggul Sungai Avour Jebol, Puluhan Hektare Padi Terendam Banjir   |   16:00 . Hujan, Jalan Poros dan Rumah di Pucangan Palang Terendam Banjir   |  
Thu, 20 February 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Tuesday, 07 January 2020 15:00

Tak Sekedar Buruh, Bupati Dorong Warganya Ambil Proyek Besar di Kilang

Tak Sekedar Buruh, Bupati Dorong Warganya Ambil Proyek Besar di Kilang



Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Kabupaten Tuban sebentar lagi memiliki dua kilang. Kilang PT. Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI) sudah beroperasi, dan Kilang yaitu Grass Root Refinery (GRR) Tuban masih proses pembebasan lahan.

Proyek Pertamina tersebut sama-sama berada di Kecamatan Jenu. Dua kilang ini berkomitmen melibatkan warga lokal disetiap pekerjaan. Jikalau warga Tuban belum bisa, baru melibatkan tenaga kerja dari luar Tuban.

Disela Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) pada Selasa (7/1/2020) pagi, Bupati Tuban, Fathul Huda menyorot keterbukaan tenaga kerja di kedua kilang itu.

"Orang Tuban yang mengerjakan tapi benderanya milik anak perusahaan," kata Bupati Huda kepada reporter blokTuban.com.

Fenomena tersebut, lanjut Bupati akan menghambat pekerjaan mereka. Keterbukaan harus diutamakan, dengan prinsip melibatkan warga sekitar. Hal yang paling mudah jika orang Tuban bisa kasihkan saja.

Satu lagi Bupati dua periode ini juga mendengar di PT. TPPI ada beberapa tukang las, tapi belum valid infonya karena hanya masukan. Untuk spesifikasi las di Tuban ada pelatihan-pelatihan sesuai dengan kebutuhan pabrik.

"Ini cek dulu. Kalau benar saya sesalkan," terangnya.

Dalam waktu dekat, Bupati akan memvalidasi, kalau betul iya berarti mereka tidak komitmen. Pemkab sendiri mengklaim telah memberi beberapa pelatihan. Jadi jangan dijawab telah menyekolahkan saja, tapi juga harus memberi kesempatan warga Tuban terlibat proyek yang besar.

Bupati kelahiran Montong tak ingi warganya hanya menjadi buruh. Selamanya tidak akan maju kalau hanya menjadi buruh. Saat ini harus diratakan semua yang memiliki kemampuan.

Dilain sisi, dua proyek kilang di Tuban telah berbuat banyak untuk masyarakat Bumi Wali. Manajer Proyek Pendampingan Pengadaan Tanah merangkap Humas GRR Tuban, M. Triyono menjelaskan semua kegiatan GRR langsung melibatkan warga lokal dan justru pemain utamanya orang lokal.

Land clearing semuanya warga lokal, juga BUMDES Desa Wadung untuk urusan supply ATK dan cathering. Sekarang pekerjaan Restorasi 20 hektare juga mengutamakan warga lokal.

Dalam proses pengadaan lahan, sebagai leading berdasarkan UU No. 02 Tahun 2012 memang Kepala Kantor ATR/BPN Tuban, tetapi dalam pelaksanaan di lapangan Tim Pendamping BPN yang di hire untuk membantu BPN adalah semua warga lokal.

"Belum ada satupun investor di Indonesia ini yang pabriknya saja belum berdiri, boro-boro sudah dapatkan untung, tetapi sudah gelontokan CSRnya bernilai milyaran rupiah untuk beasiswa putra-putri warga terdampak kuliah di PEM AKAMIGAS Cepu," tegas Triyono.

Begitupula PT. TPPI bekerjasama dengan UPT BLK Tuban telah membekali 20 pemuda Kecamatan Jenu dengan pelatihan K3 teknis scafolding periode IV November 2019.

TPPI di tahun 2018 juga telah menggelar pelatihan dua kali pengelasan 3G. GM TPPI, Sugeng Firmanto tertarik meningkatkan kapasitas peserta 3G menjadi 6G.

"Peserta las 3G saat ini sudah berpencar karena telah diterima di beberapa perusahaan. TPPI akan tetap mendatanya supaya ketrapilan peserta 3G bisa naik menjadi 6G," sambungnya.

Ditambahkan PR & CSR Section Head PT TPPI Tuban, Taheran Sidik Prabowo di Kilang TPPI memiliki 441 orang pekerja. Mereka berasal dari Desa Purworejo 7 orang, 24 Tasikharjo, 40 Remen, 1 orang dari Mentoso, 21 Jenu, Desa Jenu 33 orang, Tuban 253 orang dan non Tuban 62 orang.

"Komposisi ring 1 ada 29%, komposisi Tuban 57%, dan komposisi non Tuban 14%. Dari komposisi ini orang Tuban lebih diutamakan bekerja di TPPI," tutupnya. [ali/ito]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : kilang, minyak, tuban, bupati, bumdes



Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Friday, 17 January 2020 12:00

    Poling blokTuban.com Menganulir Suara Ganda oleh Robot

    Poling blokTuban.com Menganulir Suara Ganda oleh Robot Sistem polling yang diadakan blokTuban.com mulai Kamis (16/1/2020) kemarin, untuk mengukur partisipasi pembaca terkait sosok Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Tuban mendeteksi keberadaan bot/robot yang memilih lebih dari satu...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more