15:00 . Kembali Nahkodai BPC Hipmi Tuban, Prasetiya Bagus Komitmen Bimbing UMKM   |   14:00 . Blak-Blakan, Gabungnya De Anwar, dan Strategi Pemenangan Ana-Anwar   |   13:00 . BPC Hipmi Tuban Gelar Muscab ke II   |   11:00 . Pemuda Sidomulyo Mulai Prihatin Masalah Sampah   |   10:00 . Corona di Palang Tembus 52 Kasus, Semakin Banyak Warga Pakai Masker   |   07:00 . Mi Instan dan Nasi Putih, Mana yang Lebih Tinggi Kalorinya?   |   22:00 . BPPSDMP Kementerian Pertanian Kunker di BPP Rengel   |   21:00 . Jelang Penetapan Nomor Paslon, KPU Sosialisasikan Protokol Kesehatan   |   20:00 . Pasien Positif Covid-19, Terbanyak di Kecamatan Tuban   |   19:00 . Pegawai Bank Jadi Korban Begal Payudara Berulang Kali   |   18:00 . Rapat Kerja, Wihadi Minta Ada Satpolair dan Kapal Patroli di Laut Tuban   |   17:00 . Peduli Kesehatan Santri, Ini yang Dilakukan Dandim 0811   |   16:00 . Konflik Kepengurusan Diharap Segera Berakhir dan Klenteng Segera Dibuka   |   15:00 . Ini yang Dilakukan Setiajit saat Datangi Pantai Semilir   |   14:00 . Puluhan Sound System Gemparkan Lapangan Singkil   |  
Sun, 20 September 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Tuesday, 07 January 2020 21:00

Selama Tahun 2019, Ada 19 PNS Melanggar

Selama Tahun 2019, Ada 19 PNS Melanggar

Reporter: Nidya Marfis H. 

blokTuban.com Berdasarkan data dari Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tuban, dari awal tahun, bulan Januari sampai bulan akhir tahun 2019, ada 19 PNS yang melakukan pelanggaran sanksi berat, 8 di antaranya diberhentikan secara tidak hormat. 

Kasubid Pembinaan dan kesejahteraan PNS, BKD Tuban, Gelur mengatakan, mulai bulan Januari sampai Desember 2019 sudah ada 19 PNS yang melakukan pelanggaran dengan sanksi berat dan 8 diantaranya diberhentikan secara tidak hormat.

"Yang diberhentikan rata-rata terlibat kasus korupsi," ungkap Gelur, Selasa (7/1/2020).

Ia menambahkan, dana desa dan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dapat memicu korupsi, sebab berdasarkan data dari 8 orang tersebut, 4 diantaranya merupakan sekretaris dan staf desa. Selain itu, dua di antaranya berstatus guru dan staf sekolah sisanya pegawai OPD.

"4 orang berasal dari Perangkat desa," ungkapnya.

Lebih lanjut, 6 orang lainnya mendapatkan sanksi berat yaitu 3 orang kena penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama tiga tahun, 1 orang mendapatkan sanksi penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama satu tahun dan 2 orang mendapatkan sanksi pembebasan dari jabatan fungsional guru. Sedangkan,  5 orang lainnya masih menjalani proses. 

"Yang lima orang Surat Keterangannya (SK) belum keluar, mungkin dalam waktu dekat ini," tandasnya. [nid/col]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : Pns, disiplin



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Saturday, 22 August 2020 14:00

    KONGRES KEDUA AMSI

    AMSI: Brand yang Sehat Harus Tampil di Konten yang Sehat

    AMSI: Brand yang Sehat Harus Tampil di Konten yang Sehat blokTuban.com - Jakarta - Kongres Kedua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) resmi dibuka hari ini, Sabtu (22/8/2020). Kongres yang digelar secara virtual, karena berlangsung di tengah pandemi Covid-19, akan berlangsung...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more