22:00 . Facebook dan Tiktok Bisa Dimanfaatkan Sebagai Distribusi Konten Berita   |   22:00 . Bupati: Tak Perlu Sabotase Truk Pupuk Subsidi, Stok Cukup   |   21:00 . DPRD Setujui Rancangan APBD 2021 Capai Rp2,4 Triliun   |   20:00 . Jadwal Uji Coba KBM SMP dan MTs Tunggu Izin Gugus Tugas   |   19:00 . Tingkatkan Derajat Kesehatan Warga Desa, Gus Menteri Sambangi Tuban   |   18:00 . Penerima Jaring Pengaman Sosial Diminta Patuhi 3M   |   17:00 . Pakai Masker di Pantai Semilir, Kapolsek Jenu Hadiahi Sego Pindang   |   16:30 . Dipandu CEO BMG Webinar Konferwil AMSI Berlangsung Gayeng   |   16:00 . AMSI Jatim Salurkan Vitamin dan APD untuk Nakes RSSA Malang   |   15:00 . Gubernur Khofifah akan Buka Konferwil AMSI Jatim di Kota Batu   |   14:00 . Webinar AMSI Jatim: Memahami Aspek Ekonomi Platform Digital   |   13:00 . AMSI-EMCL Serahkan APD di RSUD Dr. R Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro   |   12:00 . Ikuti Webinar Bareng AMSI, Juga Live Streaming di Facebook   |   11:00 . AMSI Jatim Salurkan Vitamin dan APD untuk Nakes RSSA Malang   |   10:00 . Kasatlantas Polres Tuban Cek Kelengkapan Personel Jelang Operasi Zebra Semeru 2020   |  
Sat, 24 October 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Monday, 30 December 2019 15:00

Simbol Uleran di Tingkepan Pari Sambonggede

Simbol Uleran di Tingkepan Pari Sambonggede

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Masyarakat petani Desa Sambonggede, Kecamatan Merakurak pada Senin (30/12/2019) pagi menggelar acara tingkepan pari di wilayah setempat. Ada simbol uleran dalam perayaan ini, yang diwujudkan dalam bentuk jajanan pasar uler-uleran.

Kepala Desa Sambonggede, Jemy Tristantono mengatakan tingkepan pari ini cara warga petani melestarikan adat dan budaya demi anak cucu di masa mendatang.

Pesertanya dari berbagai usia mulai anak-anak, dewasa, dan orang tua. Dari rumah, warga membawa ember dibungkus taplak berisi nasi kuning lengkap lauk pauknya, polo pendem, dan jajan uler-uleran.

“Setiba di sawah langsung dipanjatkan doa kemudian makan bersama,” kata Jemy kepada Reporter blokTuban.com.

Selama ini warga petani percaya dengan jajan uleran yang identik hama, maka diharapkan tanaman padi tidak diserang hama ulat. Karena kondisi padi sedang mulai muncul bulirnya.

“Padi di Sambonggede mulai meteng atau berbulir, semoga tidak diserah hama,” harapnya.

Diketahui, istilah “tingkep” berarti selamatan bulan kandungan. Secara umum tingkepan merupakan sebuah upacara yang dilakukan seorang perempuan untuk memperingati usia kehamilan yang telah mencapai tujuh bulan.

Tingkepan Pari yang dimaksudkan dalam tradisi ini adalah ritual yang berkaitan dengan usia kehamilan padi. Yang mana tradisi Tingkepan Pari ini dilakukan ketika akan memperingati usia padi yang berusia 2 bulan, sesudah di tanam di sawah atau padi yang akan mengeluarkan isinya. [ali/lis]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : Tradisi, padi, uler



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Thursday, 22 October 2020 13:00

    Reporter blokTuban, Anang Lepas Lajang

    Reporter blokTuban, Anang Lepas Lajang Reporter blokTuban.com, M. Anang Febri Efendi resmi melepas lajang. Ikrar janji suci diucapkan Anang di akad nikah pukul 09.00 WIB hari Senin (19/10/2020) di kediaman mempelai wanita. Resespsi ke dua,...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more