06:00 . PPKM Diperpanjang, Tuban Masuk Kategori PPKM Level 3   |   18:00 . 200 Pekerja SG Ikuti Vaksinasi Tahap II Kodim 0811   |   17:00 . Kantor Dinas Tenaga Kerja Tuban Disegel Buruh   |   16:00 . Dua Rumah di Trantang Terbakar, Kerugian Capai 100 Juta Lebih   |   15:00 . BAZNAS Bantu Motor Warga Miskin Kembangkan Usahanya   |   12:00 . Kantor Dinas PMPTSP dan Naker Tuban Disegel Buruh   |   07:00 . WHO Sebut ASI Jadi Vaksin Pertama Bayi Lawan Segala Infeksi Penyakit   |   19:00 . Terdengar Ledakan, Bengkel dan Kandang Sapi di Jenu Terbakar   |   12:00 . Kemenag Tuban Luncurkan Kartu Nikah Digital, Ini Cara Mendapatkannya   |   11:00 . Pelajar SMP Ketawa Setelah Divaksin   |   10:00 . Warga Singgahan Terima BST Rp454.800.000   |   09:00 . Jangan Lengah Saat Ambil BST   |   08:00 . Omzet Turun Saat PPKM Darurat, Pedagang Angkringan Kurangi Karyawan   |   16:00 . Kayu Material Proyek Hotel Terbakar   |   12:00 . Bupati Temukan KPM Diberi Kerupuk, Mie Instan dan Minyak Goreng   |  
Wed, 04 August 2021
Jl Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Klaim BPJS Terlambat, Direktur RSUD Koesma Hampir Pinjam Uang Bank untuk Gaji Karyawannya

bloktuban.com | Friday, 27 December 2019 09:00

Klaim BPJS Terlambat, Direktur RSUD Koesma Hampir Pinjam Uang Bank untuk Gaji Karyawannya


Reporter : Ali Imron

blokTuban.com – Bulan Juli lalu, 800 karyawan RSUD dr. R. Koesma Tuban hampir tak gajian. Sebab, di kas RS milik pemkab itu tak cukup uang. Penyebabnya, Gegaranya BPJS Kesehatan yang diajukan terlambat ditransfer.

"Hampir saja pinjam bank jika Juli tidak dibayar," kisah Direktur RSUD dr R. Koesma Tuban Saiful, Jumat (27/12/2019).

Rumah sakit milik yang beroperasi di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Tuban itu di bawah kepemimpinan Saiful Hadi. RS ini setiap tahun terus berinovasi dan membangun gadung baru untuk meningkatkan pelayanan.

 Mantan Kepala Dinas Kesehatan ini, menjelaskan setiap bulan klaim BPJS yang diajukan RS mencapai Rp 8 miliar. Rata-rata baru terbayar atau ditransfer dua atau tiga bulan sekali dengan total Rp 16-24 miliar.

Waktu bulan Juli lalu, belum ada klaim yang dibayar sehingga manajemen RS yang yang ditopang APBD ini kelimpungan. Satu-satunya cara cepat dengan meminjam bank, tapi beruntung tak lama kemudian ditransfer.

Sesuai aturan, kata Saiful idealnya klaim BPJS bisa ditransfer H-1 bulan berikutnya. Entah bagaimana mekanismenya, pihak BPJS kesehatan belum bisa rutin membayar setiap bulan.


"Terakhir klaim yang dibayar BPJS pada September 2019. Untuk Oktober-Desember belum," terangnya.


Keterlambatan pembayaran klaim BPJS ini juga ada dendanya. Hitungan sederhananya per Rp 8 miliar dendanya sekitar Rp 150 juta. Jumlah denda dinilai kecil, jika dibandingkan dengan jumlah Rp 8 miliar yang bisa menopang perputaran keuangan RSUD.


Dikonfirmasi terpisah, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Tuban, Heny Ratnawati membenarkan jika ada keterlembatan pembayaran klaim BPJS kesehatan di RSUD Koesma.


"Betul Mas ada keterlembatan. Terakhir klaim ditransfer bulan September," terang  Heny kepada reporter blokTuban.com. [ali/ono]

 

Tag : klaimbpjsterlambat, rusudtuban

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat