07:00 . Penting, Pemberian ASI Sejak Awal Kelahiran Tingkatkan Kekebalan Anak   |   12:00 . Kecelakaan di Pakah-Soko, Pemotor Meninggal, Mobil Pengisi ATM Terbalik   |   11:00 . Jalan Pantura Ditanami Pisang   |   08:00 . Pekerja Industri Mulai Donorkan Plasma Konvalesen di PMI   |   07:00 . Usai Divaksin, Bisakah Penerima Tularkan Covid-19??   |   17:00 . 6 Jenis Pohon Ini Ditanam di Pantai Semilir   |   16:00 . Tak Segan Putus Kontrak Supplier Jika Pasok Beras BPNT Jelek   |   15:00 . Tiga Bulan Pertama 2021, BMKG Ingatkan Ada Multi Resiko Bencana   |   11:00 . Kepergok Tak Pakai Masker, Pelanggar Dihukum Push Up   |   07:00 . Punya Penyakit Penyerta, Apakah Harus Tetap Vaksinasi Covid-19?   |   17:00 . Agen E-Warung: Beras BPNT Harus Sesuai Pedum, Kalau Tidak Akan Ditolak   |   15:00 . Perangkat Desa Positif Covid-19, Kantor Desa Semanding Ditutup   |   13:00 . Warga Minta Kasun Yang Digrebek Saat Selingkuh Diberhentikan   |   12:00 . SIG Pasok 11.500 Meter Kubik Beton untuk Masjid Istiqlal   |   11:00 . Data KPM BPNT Tuban yang Dihapus Sistem Diajukan Ulang ke Kemensos   |  
Mon, 18 January 2021
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Lirik Peluang, Mahasiswa Ini Geluti Pertanian Ale di Desanya

bloktuban.com | Tuesday, 17 December 2019 08:00

Lirik Peluang, Mahasiswa Ini Geluti Pertanian Ale di Desanya

 

Reporter: M. Anang Febri 

blokTuban.com - Budidaya tanaman ale dianggap masih memiliki potensi bisnis yang menjanjikan. Bagaimana tidak, omzet yang didapat setiap bulannya dari budidaya tanaman ale itu berkisar Rp20 juta hingga Rp25 juta.

Maka dari itu M. Arif Rofiudin (23), salah satu Mahasiswa Universitas PGRI Ronggolawe (UNIROW) Tuban, asal Desa Plandirejo, Kecamatan Plumpang menikmati masa mudanya dengan menggeluti pertanian ale. 

Pemuda yang akrab disapa Arif ini mengatakan, setiap harinya dia mampu menghasilkan tanaman ale sebanyak 100 kilogram yang kemudian didistribusikan ke sejumlah daerah, seperti Tuban, Lamongan dan Bojonegoro.

“Ale masih sangat menjanjikan, karena konsumsi masyarakat terhadap tanaman ini tidak banyak berkurang,” kata Arif saat ditemui di Desa Plandirejo, Kecamatan Plumpang, Selasa (17/12/2019).

Ia juga menyampaikan, meskipun memiliki potensi yang menjanjikan, pembudidayaan ale masih kurang diminati oleh masyarakat. Penyebabnya adalah bibit untuk budidaya tanaman ini masih sangat sulit didapatkan. 

“Saya saja mendatangkan bibit ale ini dari luar daerah, seperti Bali, Banyuwangi, Bondowoso, Papua dan daerah-daerah lainnya,” ungkapnya. 

Menurutnya, minimnya ketersediaan bibit ale di daerahnya lantaran populasi pohon klampis yang terus mengalami penurunan. Belum lagi banyak yang tidak tahu menahu soal tanaman ale ini.

Arif menjelaskan, budidaya tanaman ale sebenarnya masih cukup mudah. Dari proses tanam hingga panen jenjang waktunya satu minggu. Apalagi, media tanamnya tidak membutuhkan lahan yang luas.

“Saya menanam dengan menggunakan bak mandi, dari tanam sampai panen cuma butuh waktu seminggu,” tandasnya. 

Berkaitan dengan hal itu, Arif berharap kepada masyarakat khususnya bagi generasi muda, untuk mulai melakukan budidaya pertanian ale. Apalagi, ia menganggap bahwa saat ini bisnis pertanian masih memiliki potensi yang menjanjikan.

“Ayo generasi muda jangan ragu untuk bergelut menjadi petani, bisnis pertanian masih menjanjikan,” seru Arif mengajak. [feb/col]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : Mahasiswa, petani, ale



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Wednesday, 30 December 2020 17:00

    Cangkruk Mathuk Bersama EMCL

    Lomba Essay dan Fotografi EMCL, 3 Reporter BMG Raih Juara

    Lomba Essay dan Fotografi EMCL, 3 Reporter BMG Raih Juara Pasca dilaksankan Cangkruk Mathuk dalam jaringan (daring) yang digelar operator Lapangan Banyuurip, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama para wartawan 3 Kabupaten pada Rabu (25/11/2020), dilanjutkan dengan lomba essay dan...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more