17:00 . Puskesmas Singgahan Tutup Sementara, Karyawan Wajib Isolasi   |   16:00 . Tanggapi Dua Pasangan Rival, PKB: Semakin Ringan untuk Menang   |   15:00 . Dua Juta Lebih Masker Dibagikan di Tuban   |   14:00 . Tahun Ini, Ada 400 Disabilitas Dapatkan Santunan   |   13:00 . Pesantren di 3 Kecamatan Dapat Sembako dan APD dari Pemprov   |   12:00 . Keripik Daun Jambu Merah, Life Skill SDN Gagahsari di Masa Pandemi   |   09:00 . Pasien Sembuh dan Angka Konfirmasi Positif Saling Kejar   |   07:00 . Berapa Jarak Usia Ideal antara Seorang Anak dan Adiknya?   |   19:00 . Disparbudpora Tuban Cek Kesiapan Jelang Pembukaan Bioskop   |   18:00 . Ini Jumlah Disabilitas di Tuban   |   17:00 . BLT Kemensos Diperpanjang, ini Besaran Nominalnya   |   16:00 . 93 Ribu Pelaku Usaha Mikro di Tuban Terdampak Covid-19   |   15:00 . Polres Rumuskan Strategi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi   |   13:00 . Pengawasan Tiga Paket Jalan Lingkar Diperketat   |   11:00 . Wabup Sidak Mall Pelayanan Publik, Layanan Satu Pintu   |  
Sat, 08 August 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Tuesday, 10 December 2019 22:00

MbolangBareng JuruWarta Berdasar Fakta

Dewan Pers: Banyak yang Manfaatkan Keistimewaan Wartawan

Dewan Pers: Banyak yang Manfaatkan Keistimewaan Wartawan

Reporter: Parto Sasmito

blokTuban.com - Dalam kegiatan MbolangBareng JuruWarta Berdasar Fakta yang digelar ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama Tempo Institute, menghadirkan Ketua Bidang Pendidikan dan Pengembangan Profesi dari Dewan Pers, Jamalul Insan.

Pada kesempatan tersebut, Jamalul menyampaikan bahwa profesi jurnalis atau wartawan memiliki keistimewaan dibandingkan dengan jabatan-jabatan. Dirinya menyontohkan, untuk bertemu dengan orang-orang yang mempunyai jabatan, semisal bupati, kapolres, gubernur dan sebaginya, memiliki kemudahan akses untuk doorstop atau bisa menemui langsung tanpa harus melalui birokrasi yang membutuhkan waktu tidak sebentar.

"Masyarakat umum, ataupun pejabat lainnya, jika ingin bertemu dengan bupati atau gubernur, harus lewat pengawalan maupun mengirim surat dahulu. Tetapi wartawan, misalkan telpon bisa langsung diangkat," tuturnya.

[Baca juga: MbolangBareng, Penyegaran Profesional Wartawan ]

Kemudahan akses untuk bertemu dan duduk bersama orang-orang penting, menjadikan profesi wartawan tak jarang dimanfaatkan oknum-oknum tertentu untuk menjadi wartawan. Akan tetapi, tidak menjalankan profesi sesuai dengan kode etik, lebih untuk kepentingan pribadi.

"Dengan previlege kemudahan akses, banyak yang mengaku wartawan, tapi ketika balik kanan menjadi ketua LSM, advokat ataupun yang lainnya dengan memanfaatkan jaringan dan embel-embel wartawan," imbuhnya.

Karena keistimewaan itu, dibutuhkan regulasi dan media watch yang mengatur tentang profesi wartawan, sehingga apa yang dilakukan bisa dipertanggungjawabkan. [ito/mu]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : dewan, pers, tuban, profesi



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more