20:00 . Baru Ada 37.900 Anak di Tuban yang Punya KIA   |   18:00 . Hadapi Tahun 2020, Kartar Tuban Study Banding ke Bandung   |   17:00 . Akhir Tahun, PA Putus 2.428 Pasangan   |   16:00 . Cangkruk Mathuk di Tuban: Cara Mengelola Bisnis Media Online   |   15:00 . Alat Musik Rusak, Plafon SDN Rahayu Diterjang Puting Beliung   |   14:00 . Setiajit Datangi Lokasi Kilang Tuban   |   13:00 . Pendapatan Dinas Perhubungan Tuban Terealisasi 9,2 Miliar   |   10:00 . Akhir Tahun 2019, 92,07 Persen Anak Di Tuban Sudah Memiliki Akta kelahiran   |   07:00 . 3 Minuman yang Perlu Dibatasi Pemberiannya pada Balita   |   13:00 . Akhir Tahun, 92,07 Persen Anak di Tuban Sudah Memiliki Akta kelahiran   |   12:00 . Razia, Satpol PP Temukan Miras di Tempat Penyimpanan Padi   |   11:00 . Para Hafidz Terima Insentif dari Kemenag Jatim   |   10:00 . KPU Tuban Juara 3 Kategori Daftar Pemilih Berkualitas se-Jatim   |   09:00 . Diduga Tersambar Petir, Tower di Tuban Terbakar   |   08:00 . Akhir Tahun, 192 Hektar Lahan Pertanian Diajukan Klaim AUTP   |  
Fri, 06 December 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Tuesday, 03 December 2019 15:00

Fenomena Sarang Tawon Ndas dan Pencegahannya

Fenomena Sarang Tawon Ndas dan Pencegahannya

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Peristiwa penyerangan serangga jenis Vespa Affinis, atau lebih dikenal dengan sebutan Tawon Ndas diwilayah Kecamatan Soko hingga mengakibatkan hilang nyawa seorang petani, menjadi kajian serta evaluasi khusus bagi pemerintah Kabupaten Tuban. Terlebih oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban.

Dalam kurun waktu 1 bulan, setidaknya telah ada 10 lebih sarang tawon ndas yang dievakuasi serta dibasmi agar tak mengganggu masyarakat. Aktivitas tersebut dilakukan disejumlah titik desa yang tersebar dibeberapa kecamatan. Seperti Kecamatan Palang, Plumpang, Semanding, dan Kecamatan Soko.

PLT BPBD Tuban, Emil Pancoro menanggapi fenomena keberadaan sarang tawon akhir-akhir ini mengaku, jika adanya sarang tawon merupakan cerminan dari kebiasaan masyarakat yang melakuakan gaya hidup kebiasaan tak sehat.

"Kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan, sampah itu makanan tawon. Ini yang mengakibatkan tawon muncul, dan membuat sarang disekitar pemukiman tersebut," jelas Emil.

Masih kata Emil, hal itulah yang kemudian membahayakan warga. Karena koloni tawon ndas bisa menyengat,  yang mana racun jenis serangga ini bisa meregang nyawa si korban.

Selain itu faktor alam dan ekosistem juga mempengaruhi. Sebab tak dipungkiri memang lingkungan hidup tawon ndas terganggu. Disadari atau tidak, selama ini manusia telah banyak merusak alam.

"Sehingga jelas ada keterkaitan antara kelestarian hidup dan terjadinya suatu bencana," ungkapnya.

PLT BPBD Tuban juga berpesan agar masyarakat selalu menjaga lingkungan hidup. Sebab, selama ini masyarakat kita sebagai manusia kurang sadar akan pentimgkanya menjaga lingkungan hidup, sehingga dampaknya bisa mengundang potensi terjadi bencana yang berdampak pada diri kita sendiri.

"Membiasakan untuk membuang sampah pada tempatnya. Sampah dimusnahkan supaya sampah tak menumpuk berantakan yang berpotensi mendatangkan bahaya. Baik itu penyakit, maupun mengundang serangga seperti tawon itu," pesannya kepada masyarakat Kabupaten Tuban, Selasa (3/12/2010). [feb/ito]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : tawon, ndas, fenomena



Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more