09:00 . Eks Napi Korupsi Bisa Maju Pilkada 2020   |   08:00 . Perusahaan di Tuban Wajib Pekerjakan Difabel 1 Persen   |   07:00 . Tips buat Orang Tua yang Merasa Sudah Over Protektif pada Anak   |   16:00 . Sendangrejo Diterjang Puting Beling, Sarana Umum Rusak   |   15:00 . Penanganan Tanggul Plumpang, BBWS Bakal Kaji Hal Ini   |   14:00 . Ketika Kapolres Tuban Ancam 'Gantung' Kasat-kasatnya dan Kapolsek Jenu   |   13:00 . Program Bimbingan Catin Sudah Berjalan DuanTahun di Tuban   |   12:00 . Hingga Bulan November, Sudah Ada 33 PNS Berpisah   |   11:00 . 3 Kegiatan di Jalan Sunan Kalijaga, Dishub Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan Parkir   |   10:00 . Warga Tuban Segel Tower Provider   |   09:00 . Sapa Kader Banteng, Kang Yudi Komitmen Besarkan PDIP   |   08:00 . Percepatan Pembangunan Kilang, Polres Tuban Berdialog dengan Jurnalis   |   07:00 . 4 Cara Mencegah Anak Ngompol di Malam Hari   |   20:00 . Baru Ada 37.900 Anak di Tuban yang Punya KIA   |   18:00 . Hadapi Tahun 2020, Kartar Tuban Study Banding ke Bandung   |  
Sun, 08 December 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Monday, 02 December 2019 15:00

Curhatan Jokowi 30 Tahun RI Nggak Bangun Kilang

Curhatan Jokowi 30 Tahun RI Nggak Bangun Kilang

Reporter: -

blokTuban.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus membahas masalah defisit atau tekor neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan (CAD) yang sampai saat ini belum bisa diselesaikan.

Penyebab utama defisit neraca perdagangan dikarenakan impor minyak dan gas (migas) masih tinggi dibandingkan ekspornya. Menurut Jokowi, impor migas tinggi dikarenakan Indonesia tidak pernah bangun kilang selama lebih dari 30 tahun.

"Kalau barang impor bisa diproduksi di dalam negeri kenapa harus kita impor. Contoh tadi minyak dan pembangunan kilang minyaknya, refinery-nya. Sudah 30 tahun lebih kita nggak bangun satu kilang pun," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/12/2019).

Padahal, kata Jokowi, jika kilang minyak banyak dibangun di Indonesia maka banyak pula produk turunan yang bisa dibuat di dalam negeri.

"Kalau kilang dibangun itu ada turunannya nanti. Petrochemical itu bisa langsung larinya ke mana-mana. Masa kita masih impor petrokimia, padahal kesempatan untuk membikin itu terbuka lebar dan tidak dikerjakan. Ini ada apa? Ini yang mau kita selesaikan ini. Ini gede banget ini kalau bisa selesaikan refinery dan akan impor-impor petrokimia akan anjlok turun," tegasnya.

Menurut Jokowi, kilang minyak yang ada saat ini masih bisa ditingkatkan produksinya sehingga ketergantungan pada impor pun akan menurun. Apalagi pemerintah mau menerapkan program mandatori biodiesel sebagai campuran bahan bakar minyak (BBM) solar menjadi 30% (B30).

Mantan Wali Kota Solo ini mengaku bahwa kegiatan impor minyak masih bisa dilakukan namun harus dipastikan pada saat produksi nasional benar-benar kurang.

"Kalau betul-betul kurang baru impor. Bukan menggantungkan terus pada impor dan lifting produksi minyak kita turun terus," jelasnya.

*Sumber: detik.com

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : kilang minyak, kilang tuban



Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more