15:00 . Perdana, Kampung Tangguh Semeru Tuban Diresmikan   |   14:00 . Kemenag Tuban Beri Pembinaan Physical Distancing Kepada Ta'mir Masjid   |   13:00 . Bandel Tak Pakai Masker, Petugas Sita Hp Pengunjung dan Pemilik Warkop   |   12:00 . Klaster Pasar Rawan Corona, Semua Pedagang di Rapid Tes Ulang   |   11:00 . Total Dana Penanganan Corona di Tuban 240 Miliar, Baru Terpakai 10 Persen   |   07:00 . 5 Tips Menghindari Bau Apek pada Hijab   |   19:00 . Diduga Terpleset, Seorang Remaja di Kerek Ditemukan Meninggal di Dasar Waduk   |   18:00 . Menengok Persiapan Wisata Wonosalam Sambut New Normal   |   17:00 . FPKB Dorong Pemkab Beri Perhatikan Khusus ke Pesantren   |   16:00 . Sanksi Sosial Langgar Protokol Kesehatan, Akan Diajak Kubur Pasien Corona   |   15:00 . Libatkan Ormas, Polres Tuban Kembali Salurkan Beras Kepada Warga   |   14:00 . Pertamina GRR Project Tuban Serahkan Satu Unit Ambulance   |   13:00 . 31.418 Usaha Mikro di Tuban Hadapi Kendala Modal dan Pasar   |   12:00 . Pangan Segar dan Olahan di Tuban Masih Rentan Tercemar Rhodamin dan Formalin   |   11:00 . Tips Aman Hindari Udara Panas dan Gerah Saat Kemarau   |  
Thu, 28 May 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Monday, 02 December 2019 15:00

Curhatan Jokowi 30 Tahun RI Nggak Bangun Kilang

Curhatan Jokowi 30 Tahun RI Nggak Bangun Kilang

Reporter: -

blokTuban.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus membahas masalah defisit atau tekor neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan (CAD) yang sampai saat ini belum bisa diselesaikan.

Penyebab utama defisit neraca perdagangan dikarenakan impor minyak dan gas (migas) masih tinggi dibandingkan ekspornya. Menurut Jokowi, impor migas tinggi dikarenakan Indonesia tidak pernah bangun kilang selama lebih dari 30 tahun.

"Kalau barang impor bisa diproduksi di dalam negeri kenapa harus kita impor. Contoh tadi minyak dan pembangunan kilang minyaknya, refinery-nya. Sudah 30 tahun lebih kita nggak bangun satu kilang pun," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/12/2019).

Padahal, kata Jokowi, jika kilang minyak banyak dibangun di Indonesia maka banyak pula produk turunan yang bisa dibuat di dalam negeri.

"Kalau kilang dibangun itu ada turunannya nanti. Petrochemical itu bisa langsung larinya ke mana-mana. Masa kita masih impor petrokimia, padahal kesempatan untuk membikin itu terbuka lebar dan tidak dikerjakan. Ini ada apa? Ini yang mau kita selesaikan ini. Ini gede banget ini kalau bisa selesaikan refinery dan akan impor-impor petrokimia akan anjlok turun," tegasnya.

Menurut Jokowi, kilang minyak yang ada saat ini masih bisa ditingkatkan produksinya sehingga ketergantungan pada impor pun akan menurun. Apalagi pemerintah mau menerapkan program mandatori biodiesel sebagai campuran bahan bakar minyak (BBM) solar menjadi 30% (B30).

Mantan Wali Kota Solo ini mengaku bahwa kegiatan impor minyak masih bisa dilakukan namun harus dipastikan pada saat produksi nasional benar-benar kurang.

"Kalau betul-betul kurang baru impor. Bukan menggantungkan terus pada impor dan lifting produksi minyak kita turun terus," jelasnya.

*Sumber: detik.com

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : kilang minyak, kilang tuban



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more