Proyek Pelabuhan Kilang, Menhub Libatkan TNI Bersihkan Ranjau Laut

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Sepanjang 25 Kilometer (Km) Laut Kabupaten Tuban membentang antara Kecamatan Tambakboyo sampai Tuban Barat diduga masih ada sisa-sisa ranjau laut atau bom peninggalan Belanda.

Informasi ini sempat dibahas dalam rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama Komandi Armada Timur di Jakarta 2018 silam. Waktu itu, Kabupaten Tuban diwakili Dinas Perhubungan (Dishub).

"Waktu itu agenda rapat bahas ranjau/bom laut di sekitar pelabuhan Tuban Desa Remen dan Mentoso Jenu. Ranjau akan dibersihkan sebelum proyek pelabuhan kilang, untuk menghindari kecelakaan," terang Kepala Dishub Tuban, Muji Slamet saat menghadiri kunjungan kerja Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi dalam rangka restorasi garis pantai kilang minyak pada Sabtu (30/11) pagi.

Disinggung mengenai ranjau laut, Menhub Budi Karya Sumadi bakal melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL). Pembersihan sisa bom mudah bagi TNI.

"Serahkan di TNI. Belum dan sudahnya belum tahu. Intinya itu mudah dilakukan," tegas alumnus UGM ini.

Untuk membersihkan ranjau tersebut, langkah pertama tentu harus dipastikan koordinatnya. Diharapkan bom ini bersih sebelum berdirinya pelabuhan kilang.

Untuk mencukupi lahan kilang minyak di Kecamatan Jenu, Budi Karya telah memberi izin Pertamina untuk melakukan pemulihan (restorasi) garis pantai 20 haktare dan reklamasi 200 hektare.

Panjang pelabuhan yang diajukan Pertamina sekitar 400-500 meter. Sedangkan lebarnya sesuai dengan kebutuhan, karena teknik satu dan lainnya berbeda dan ini spesifikasi refinery dan sebagainya. [ali/col]