19:00 . Disparbudpora Tuban Cek Kesiapan Jelang Pembukaan Bioskop   |   18:00 . Ini Jumlah Disabilitas di Tuban   |   17:00 . BLT Kemensos Diperpanjang, ini Besaran Nominalnya   |   16:00 . 93 Ribu Pelaku Usaha Mikro di Tuban Terdampak Covid-19   |   15:00 . Polres Rumuskan Strategi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi   |   13:00 . Pengawasan Tiga Paket Jalan Lingkar Diperketat   |   11:00 . Wabup Sidak Mall Pelayanan Publik, Layanan Satu Pintu   |   11:00 . Rekom Pilkada Turun, Kang Yudi Undi Hadiah 20 Umroh Gratis   |   10:00 . Gugatan Ditolak, Mantan Kades Sumurgung Siapkan Gugatan Lagi   |   09:00 . Pertamina Siap Distribusikan 35 Ribu Paket Konverter Kit untuk Nelayan & Petani   |   07:00 . Yuk, Lakukan 6 Rutinitas Pagi demi Hari yang Produktif dan Tak Lesu   |   18:00 . Ini Prediksi Gelombang Laut Wilayah Tuban dan Sekitarnya   |   17:00 . AHY Rekomendasikan Lindra-Riyadi Maju Pilkada Tuban   |   14:00 . Jatim Bermasker, Polisi Bagikan 5000 Masker Gratis   |   13:00 . Gerakan Jatim Bermasker, Polisi di Tuban Bagikan 5000 Masker Gratis   |  
Fri, 07 August 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Friday, 29 November 2019 07:00

5 Penyebab Calon Ayah Bisa Ikut Mood Swing saat Istrinya Hamil

5 Penyebab Calon Ayah Bisa Ikut Mood Swing saat Istrinya Hamil

Reporter: -

blokTuban.com - Perubahan hormon selama kehamilan tampaknya tak hanya membuat suasana hati calon ibu saja yang berubah-ubah, calon ayah juga bisa mengalaminya. Ya, Moms, meski tidak mengandung, mood suami juga bisa mudah naik turun seperti Anda saat hamil.

Mengutip The Conversation, fenomena ini disebut sebagai sindrom couvade atau sympathetic pregnancy. Ini merupakan kondisi di mana calon ayah juga ikut merasakan gejala yang serupa dengan istrinya yang sedang hamil termasuk perubahan suasana hati, kecemasan, konsentrasi yang buruk, gangguan atau kehilangan memori.

Arthur Brennan, Dosen Senior Psikologi di Universitas Kingston, London menjelaskan bahwa sindrom ini bukanlah gangguan fisik atau mental, juga bukan cedera atau penyakit. Sindrom ini menandakan identifikasi empati suami terhadap istrinya yang sedang hamil atau merupakan resolusi pikiran bawah sadar calon ayah.

Sama seperti Anda saat hamil, Moms, sindrom couvade yang dialami oleh suami Anda juga bisa terjadi sejak trimester pertama kehamilan, berangsur-angsur hilang pada trimester kedua, mungkin akan muncul lagi pada trimester ketiga kehamilan atau bahkan dapat memperpanjang periodenya setelah bayi Anda lahir.

Umumnya kondisi ini mungkin akan memperburuk suasana hati yang dialami oleh suami Anda karena disebabkan oleh beberapa hal di bawah ini. Apa saja?

Kurang Tidur

Saat Anda sedang hamil, waktu tidur suami Anda mungkin juga akan ikut berantakan. Ini akibat terpengaruh Anda yang sulit tidur atau mengalami insomnia selama kehamilan. Anda sering membangunkannya karena ngidam makan tertentu di tengah malam, atau tidurnya terputus-putus karena Anda bolak-balik ke kamar mandi untuk buang air kecil, Moms. Kurang tidur yang Anda alami bisa membuatnya kelelahan di siang hari dan itu dapat membuat moodnya jadi jelek atau gampang berubah-berubah.

Khawatir Berlebihan

Mood suami juga bisa naik turun karena ia khawatir berlebihan menghadapi Anda yang sedang hamil, khususnya bila ada gangguan kesehatan atau memikirkan hal lain menjelang hadirnya bayi seperti persiapan finansial, persiapan mental jadi ayah, masalah pekerjaan dan lain-lain, Moms.

Pola Makan Berubah

Sejak Anda hamil, menu makan di rumah mungkin banyak diganti. Misalnya mengurangi makanan yang mengandung banyak penyedap, makanan berlemak, makanan cepat saji dan menambah aneka ikan dan sayuran. Ini membuat tubuh suami yang tak biasa konsumsi ikan dan sayuran misalnya, harus beradaptasi terhadap perubahan asupan makanan itu. Hal ini juga berpeluang mengakibatkan perubahan yang bisa membuat calon ayah sedikit merasa lemas dan mempengaruhi mood-nya dalam beraktivitas.

Lelah Mempersiapkan Segala Keperluan Bayi

Mood calon ayah juga bisa semakin memburuk karena ia kelelahan mengurus sendiri segala keperluan yang dibutuhkan oleh buah cinta Anda nantinya. Misalnya saja, merenovasi kamar, berbelanja kebutuhan bayi dan mengatur segala perabotannya.

Kelelahan Membantu Pekerjaan Rumah Tangga

Saat kehamilan Anda semakin membesar, mobilitas Anda mungkin akan terbatas. Sehingga suami mungkin akan mengambil alih beberapa pekerjaan rumah tangga yang biasanya Anda lakukan. Hal ini bisa membuat suami kelelahan dan mempengaruhi suasana hatinya.

Sebagai istri, Anda juga harus memahami perasaan yang dialami calon ayah. Hal terpenting yang bisa Anda dan suami lakukan adalah tetap menjaga komunikasi dengan baik. Diskusikan secara terbuka mengenai kehamilan dan kelahiran nantinya. Bantu juga calon ayah untuk mencari informasi tentang kehamilan, kelahiran dan tips parenting untuk meredakan rasa cemasnya.

*Sumber: kumparan.com

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : pendidikan, kesehatan



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more