21:30 . Arief-Nining Dipercaya Pimpin AMSI Jawa Timur   |   21:00 . Dua Bupati Puji Peran Media untuk Tingkatkan Partisipasi Publik   |   20:00 . Live: Pagelaran Wayang Lakon Gatot Koco Wini Suda   |   19:00 . Media Massa dan Pemerintah Perlu Bekerjasama Mengatasi Masalah   |   15:00 . Gelar PKD di Tengah Pandemi, Ansor Jatirogo Terapkan Prokes Ketat Covid   |   14:00 . Menteri Abdul Halim Iskandar dan Ida Fauziah Kunjungi Tuban, Serahkan Bantuan program PJS   |   13:00 . Agus Sudibyo Beber Syarat Take Down Berita   |   12:00 . Saat Pandemi, Media Lokal Lebih Banyak Diminati   |   11:30 . Gubernur Jatim: AMSI adalah Industri Masa Depan   |   11:00 . Konferwil 2 AMSI Jatim Resmi Dibuka Gubernur Khofifah   |   10:00 . Tingkatkan Derajat Kesehatan Warga Desa, Gus Menteri Sambangi Tuban   |   22:00 . Facebook dan Tiktok Bisa Dimanfaatkan Sebagai Distribusi Konten Berita   |   22:00 . Bupati: Tak Perlu Sabotase Truk Pupuk Subsidi, Stok Cukup   |   21:00 . DPRD Setujui Rancangan APBD 2021 Capai Rp2,4 Triliun   |   20:00 . Jadwal Uji Coba KBM SMP dan MTs Tunggu Izin Gugus Tugas   |  
Sat, 24 October 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Thursday, 21 November 2019 10:00

15 Persen Balita di Tuban Masih Gizi Buruk

15 Persen Balita di Tuban Masih Gizi Buruk *Foto ilustrasi.

Reporter: Nidya Marfis H.

blokTuban.com - Menjadi kabupaten dengan gelar layak anak tingkat pratama, tidak menjadikan Tuban lepas dari kasus balita gizi buruk.

Seketaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tuban, Endah Nurul Komariyati mengatakan, berdasarkan data hingga saat ini dari jumlah 78.723 balita, 15 persennya masih mengalami gizi buruk.

"15 persen mengalami gizi buruk," ungkap Endah, Rabu (20/11/2019).

Endah mengatakan, makanan sehat tidak harus mahal sehingga tidak ada anggapan orang tidak mampu tidak bisa makan makanan yang bergizi. Seperti kedelai, jagung, ubi, telur dan banyak lainnya termasuk makanan yang mengadung gizi tinggi.

"Banyak makanan yang murah tapi mengadung gizi yang tinggi dan baik," ungkapnya.

Lebih lanjut, sosialisasi mengenai makanan yang mengadung gizi sudah dilakukan dimana saja, mulai dari posyandu, PKK sampai petugas puskesmas.

"Salah satu upaya kami untuk menurunkan angka gizi buruk dengan sosialisasi," tandasnya. [nid/rom]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : gizi buruk, balita



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Thursday, 22 October 2020 13:00

    Reporter blokTuban, Anang Lepas Lajang

    Reporter blokTuban, Anang Lepas Lajang Reporter blokTuban.com, M. Anang Febri Efendi resmi melepas lajang. Ikrar janji suci diucapkan Anang di akad nikah pukul 09.00 WIB hari Senin (19/10/2020) di kediaman mempelai wanita. Resespsi ke dua,...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more