13:00 . Pemkab Tuban Akan Gunakan DAK untuk Penanggulangan Covid-19   |   12:00 . Alasan Perselisihan, 36 PNS Tuban Ajukan Cerai   |   11:00 . Transaksi Jual Beli di Pasar Tradisional Tuban Merambah Online   |   10:00 . Dua Hari Lapas Tuban Bebaskan 33 Napi   |   09:00 . Physical Distancing, Empat Jalan Sekitar Alun-alun Ditutup   |   07:00 . 6 Nasihat Terbaik untuk Sahabatmu yang Sedang Putus Cinta   |   18:00 . Disdikda Tuban Perpanjang Lagi Masa Belajar di Rumah   |   16:00 . Kartar Asoka Muda Edukasi Hidup Sehat Jemaah Jumat   |   14:00 . Ranting GP Ansor Koro, Donasikan APD Face Shield ke RSUD Tuban   |   13:00 . Spesialis Pembobol Rumah di Tuban Dihadiahi Peluru Timah Panas   |   12:00 . KUA Buka Pendaftaran Nikah Online   |   11:00 . Peduli Covid-19, Sarbumusi-NU Bagikan 500 Nasi Bungkus dan Air Mineral   |   10:00 . Setelah Wisata, Pemkab Tuban Tutup Pasar Hewan   |   09:00 . Sidang di PN Tuban Online   |   08:00 . Bupati Tuban Minta Masjid di Lingkungan Industri Tak Gelar Salat Jumat   |  
Sun, 05 April 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Thursday, 21 November 2019 10:00

15 Persen Balita di Tuban Masih Gizi Buruk

15 Persen Balita di Tuban Masih Gizi Buruk *Foto ilustrasi.

Reporter: Nidya Marfis H.

blokTuban.com - Menjadi kabupaten dengan gelar layak anak tingkat pratama, tidak menjadikan Tuban lepas dari kasus balita gizi buruk.

Seketaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tuban, Endah Nurul Komariyati mengatakan, berdasarkan data hingga saat ini dari jumlah 78.723 balita, 15 persennya masih mengalami gizi buruk.

"15 persen mengalami gizi buruk," ungkap Endah, Rabu (20/11/2019).

Endah mengatakan, makanan sehat tidak harus mahal sehingga tidak ada anggapan orang tidak mampu tidak bisa makan makanan yang bergizi. Seperti kedelai, jagung, ubi, telur dan banyak lainnya termasuk makanan yang mengadung gizi tinggi.

"Banyak makanan yang murah tapi mengadung gizi yang tinggi dan baik," ungkapnya.

Lebih lanjut, sosialisasi mengenai makanan yang mengadung gizi sudah dilakukan dimana saja, mulai dari posyandu, PKK sampai petugas puskesmas.

"Salah satu upaya kami untuk menurunkan angka gizi buruk dengan sosialisasi," tandasnya. [nid/rom]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : gizi buruk, balita



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Friday, 17 January 2020 12:00

    Poling blokTuban.com Menganulir Suara Ganda oleh Robot

    Poling blokTuban.com Menganulir Suara Ganda oleh Robot Sistem polling yang diadakan blokTuban.com mulai Kamis (16/1/2020) kemarin, untuk mengukur partisipasi pembaca terkait sosok Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Tuban mendeteksi keberadaan bot/robot yang memilih lebih dari satu...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more