14:00 . Perkuat Koordinasi, Pangdam dan Bupati Resmikan Pos Koramil Grabagan Jadi Koramil   |   13:00 . Tegakkan Disiplin Prokes, Aparat Gabungan di Tuban Gencarkan Operasi Yustisi   |   12:00 . Tuban Masuk Zona Kuning, Tetap Disiplin Prokes   |   07:00 . 5 Alasan Memarahi Anak di Tempat Umum Pantang Dilakukan   |   20:00 . Tukang Becak Meninggal Mendadak   |   19:00 . Tingkatan Ekonomi Nelayan, Pertamina EP Latih Kelompok Usaha Perempuan   |   18:00 . Bangkitkan Semangat Teater, Komunitas Teater Tuban Gelar Pementasan   |   17:00 . Silaturahim ke Mapolda, AMSI Jatim Bersinergi Lawan Hoax Terlebih saat Pandemi Covid-19   |   16:00 . Pemkab Tuban Raih Opini WTP dari BPK   |   15:00 . Pemkab Pertahankan LPPD Kemendagri   |   11:00 . Nasi Pindang Bungkus Daun Jati Khas Pesisir   |   10:00 . Razia Warung, Petugas Gabungan Amankan Puluhan Botol Arak dan Anggur Kolesom   |   09:00 . Kebakaran, Diduga Tempat Pemasakan Solar Tradisional   |   08:00 . Margaluyu 151 Merapat ke Setia Negara   |   07:00 . 9 Cara Terbaik untuk Kontrol Kemarahan   |  
Tue, 20 October 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Wednesday, 20 November 2019 07:00

Fakta Baru Tentang Rokok Elektrik, Ini Penelitian Vape di Inggris

Fakta Baru Tentang Rokok Elektrik, Ini Penelitian Vape di Inggris

Reporter: -

blokTuban.com - Sebuah penelitian di Inggris menyebut vape mampu mengurangi dan bahkan meninggalkan kebiasaan merokok. Temuan tersebut merupakan hasil riset panjang yang dilakukan Action on Smoking and Health (ASH), dirilis pada 24 September lalu.

Data ASH mengungkapkan di 2019 sekitar 3,6 juta orang di Inggris merupakan pengguna vape, sementara berdasarkan data kantor pusat statistik nasional, terdapat sekitar 7,2 juta perokok di Negara tersebut pada tahun 2018.

Dari total pengguna vape atau biasa diartikan rokok elektrik, sebanyak 54,1 persen di antaranya adalah mantan perokok, dengan alasan utama menggunakan vape adalah untuk membantu berhenti merokok (31 persen).  Diikuti dengan alasan mencegah kambuhnya keinginan merokok (20 persen). Hanya 0,8 persen dari yang tidak pernah merokok namun menjadi vapers saat ini.
 
”Survei ASH Smokefree GB (Great Britain) adalah survei penggunaan e-cig (vape) terpanjang yang berjalan. Memberikan bukti paling mutakhir yang tersedia tentang bagaimana vaping berkembang di Inggris,” kata Ann McNeill, Profesor Kecanduan Tembakau di King's College London, dalam siaran pers yang dipublikasikan melalui situs resmi ASH.

Porsi mantan perokok yang hijrah menjadi vapers (sebutan pengguna vape) sebanyak lebih dari setengah total vapers pada 2019 itu jauh meningkat dibandingkan 2014. ”Hanya sepertiga di tahun 2014,” tuturnya.

Namun, menurutnya, hal terpenting adalah bahwa semua vapers berhasil berhenti merokok sepenuhnya. ”Karena jika tidak, mereka masih memaparkan diri pada risiko penyakit serius dan kecacatan yang disebabkan oleh merokok,” ulasnya.

Diakui McNeill, Vaping tidak bebas dari risiko. ”Tetapi jauh lebih kecil risikonya dibandingkan merokok, yang membunuh hampir 100 ribu orang per tahun di Inggris,” ujar McNeill yang juga penulis utama ulasan ‘Bukti independen e-rokok untuk Kesehatan Masyarakat Inggris’ itu.

ASH sebagai badan amal kesehatan yang bekerja untuk menghilangkan bahaya disebabkan penggunaan tembakau dengan sumber dana dari Cancer Research UK dan British Heart Foundation itu juga meriset beragam alasan meninggalkan rokok dan beralih ke vape.

Di luar dari mantan perokok, sebanyak 39,8 persen, dari vapers di Inggris masih merokok (penggunaan ganda). Alasan utama pengguna ganda ini adalah dalam rangka mengurangi jumlah rokok konvensional yang dihisap (21persen).

Diikuti dengan tujuan menghemat uang dibandingkan dengan merokok (16 persen), dan untuk membantu mereka berhenti merokok (14 persen).

”Meskipun rokok elektrik sekarang merupakan bantuan berhenti merokok yang paling populer, survei kami menemukan bahwa pada 2019 lebih dari sepertiga perokok masih belum pernah mencoba vaping,” Deborah Arnott, Kepala Eksekutif ASH, menambahkan.

Maka, pada sebuah momen, pihaknya mendorong perokok untuk mencoba vaping. ”Rokok elektrik telah terbukti menjadi bantuan yang sangat efektif bagi perokok yang mencoba berhenti,” katanya.

Sumber: https://www.teras.id/news/pat-4/186077/
fakta-baru-tentang-rokok-elektrik-ini-penelitian-vape-di-inggris

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : fakta , rokok, vape



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Saturday, 22 August 2020 14:00

    KONGRES KEDUA AMSI

    AMSI: Brand yang Sehat Harus Tampil di Konten yang Sehat

    AMSI: Brand yang Sehat Harus Tampil di Konten yang Sehat blokTuban.com - Jakarta - Kongres Kedua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) resmi dibuka hari ini, Sabtu (22/8/2020). Kongres yang digelar secara virtual, karena berlangsung di tengah pandemi Covid-19, akan berlangsung...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more