18:00 . Kuasa Hukum Terduga Korupsi BPNT Keberatan Pernyataan Bupati   |   17:00 . Peduli Pesantren, TPPI Sumbang 3.000 Masker dan Alat Penunjang Tatanan Hidup Baru   |   15:00 . Bupati Isyaratkan Pembatasan Santri di Ponpes   |   14:00 . Desa Wajib Miliki Peta Kerawanan Bencana   |   12:00 . Dampak Covid-19, Pelaksanan Ujian Perangkat Desa Belum Pasti   |   11:00 . Kemenag Keluarkan Panduan Salat Idul Adha   |   10:00 . Bupati Sebut Tak Ada Mafia Pupuk   |   09:00 . 7.255 Petani Tuban Telah Mengambil KUR Tani BNI, Ini Keuntungannya   |   07:00 . 5 Tips Sukses Wawancara Kerja setelah Kamu Kena PHK   |   18:00 . Lahir 1 Juli, 28 Pemohon Dapatkan SIM Gratis   |   16:00 . DPRD Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2019   |   14:00 . Jelang Idul Adha, Kemenag Keluarkan Tata Cara dan Penyembelihan Kurban   |   13:00 . Ahli Bikin Quote Patah Hati, Gadis Absurd Tuban Idolakan Fiersa Besari   |   12:00 . Mengenal Basuki Rahmat, Kurir dan Saksi Penandatanganan Supersemar Asal Tuban   |   11:00 . Bupati Yakin Sekdes Cepokorejo Bakal Masuk Bui   |  
Thu, 02 July 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Tuesday, 12 November 2019 13:00

Kepala Sekolah ini Wajibkan Muridnya Pakai Udeng

Kepala Sekolah ini Wajibkan Muridnya Pakai Udeng

Reporter: Nidya Marfis H. 

blokTuban.com - Bermula dari rasa keprihatian disekitanya yang mulai melupakan udeng, ikat kepala bercorak batik. Kepala Sekolah ini mewajibkan muridnya untuk memakai udeng setiap hari Rabu dan Kamis.  

Kepala sekolah Taman Kanak - Kanak (TK) Putra Harapan, Desa Margorejo, Kecamatan Kerek, Yudya Harining Arumbi mengatakan, bermula dari rasa keprihatiannya semakin hari, khususnya generasi muda semakin banyak yang melupakan udeng bahkan ada yang tidak tau. Dari hal tersebut, tepat pada peringatan Hari Batik Nasional 2 Oktober 2019 lalu tercetus ide untuk  mengadakan kegiatan membatik bersama murid dan orang tuanya.

"Sebenarnya sudah lama punya niatan memperkenalkan udeng ke anak - anak, tapi momennya belum tepat,"ungkap Yudya. Selasa, (12/11/2019)

Lebih lanjut, hasil dari membatik bersma tersebut, untuk anak laki - laki dijadikan udeng dan untuk anak perempuan dijadikan bandu, serta ia mewajib digunakan setiap hari Rabu dan Kamis. 

"Setiap Rabu dan Kamis anak - anak memakai seragam batik jadi sesuai,"ungkapnya. 

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkenalkan budaya daerah sejak dini kepada anak - anak didiknya. 

"Agar mereka mengetahui batik dan udeng salah budaya daerah di Tuban,"ujarnya.  

Ia berharap, untuk genersi muda dan masyarkat luas lebih mengenal dan melestarikan budaya khususnya budaya daerahnya sebab, budaya merupakan kekayaan paling mahal dan berharga. "Mari awali dari diri kita,"tandasnya. [nid/ito]

 

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : udeng, kepala, sekolah, pendidikan



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more