22:00 . BPPSDMP Kementerian Pertanian Kunker di BPP Rengel   |   21:00 . Jelang Penetapan Nomor Paslon, KPU Sosialisasikan Protokol Kesehatan   |   20:00 . Pasien Positif Covid-19, Terbanyak di Kecamatan Tuban   |   19:00 . Pegawai Bank Jadi Korban Begal Payudara Berulang Kali   |   18:00 . Rapat Kerja, Wihadi Minta Ada Satpolair dan Kapal Patroli di Laut Tuban   |   17:00 . Peduli Kesehatan Santri, Ini yang Dilakukan Dandim 0811   |   16:00 . Konflik Kepengurusan Diharap Segera Berakhir dan Klenteng Segera Dibuka   |   15:00 . Ini yang Dilakukan Setiajit saat Datangi Pantai Semilir   |   14:00 . Puluhan Sound System Gemparkan Lapangan Singkil   |   13:00 . Pelanggar Protokol Kesehatan Disidang di Tempat   |   12:00 . Suara Nu Diklaim Utuh Ke Pasangan Mbak Ana-De Anwar   |   11:00 . Korslenting listrik, Kandang Sapi Terbakar   |   10:00 . 59 Warga Rengel Pilih Bayar Rp100 Ribu   |   09:00 . Berdayakan UMKM, Bupati Tuban Dianugerahi Natamukti   |   08:00 . Hari Ini Kesempatan Terakhir Peserta Tes CPNS Kirim Hasil Rapid Test   |  
Sat, 19 September 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Tuesday, 12 November 2019 13:00

Kepala Sekolah ini Wajibkan Muridnya Pakai Udeng

Kepala Sekolah ini Wajibkan Muridnya Pakai Udeng

Reporter: Nidya Marfis H. 

blokTuban.com - Bermula dari rasa keprihatian disekitanya yang mulai melupakan udeng, ikat kepala bercorak batik. Kepala Sekolah ini mewajibkan muridnya untuk memakai udeng setiap hari Rabu dan Kamis.  

Kepala sekolah Taman Kanak - Kanak (TK) Putra Harapan, Desa Margorejo, Kecamatan Kerek, Yudya Harining Arumbi mengatakan, bermula dari rasa keprihatiannya semakin hari, khususnya generasi muda semakin banyak yang melupakan udeng bahkan ada yang tidak tau. Dari hal tersebut, tepat pada peringatan Hari Batik Nasional 2 Oktober 2019 lalu tercetus ide untuk  mengadakan kegiatan membatik bersama murid dan orang tuanya.

"Sebenarnya sudah lama punya niatan memperkenalkan udeng ke anak - anak, tapi momennya belum tepat,"ungkap Yudya. Selasa, (12/11/2019)

Lebih lanjut, hasil dari membatik bersma tersebut, untuk anak laki - laki dijadikan udeng dan untuk anak perempuan dijadikan bandu, serta ia mewajib digunakan setiap hari Rabu dan Kamis. 

"Setiap Rabu dan Kamis anak - anak memakai seragam batik jadi sesuai,"ungkapnya. 

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkenalkan budaya daerah sejak dini kepada anak - anak didiknya. 

"Agar mereka mengetahui batik dan udeng salah budaya daerah di Tuban,"ujarnya.  

Ia berharap, untuk genersi muda dan masyarkat luas lebih mengenal dan melestarikan budaya khususnya budaya daerahnya sebab, budaya merupakan kekayaan paling mahal dan berharga. "Mari awali dari diri kita,"tandasnya. [nid/ito]

 

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : udeng, kepala, sekolah, pendidikan



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Saturday, 22 August 2020 14:00

    KONGRES KEDUA AMSI

    AMSI: Brand yang Sehat Harus Tampil di Konten yang Sehat

    AMSI: Brand yang Sehat Harus Tampil di Konten yang Sehat blokTuban.com - Jakarta - Kongres Kedua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) resmi dibuka hari ini, Sabtu (22/8/2020). Kongres yang digelar secara virtual, karena berlangsung di tengah pandemi Covid-19, akan berlangsung...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more