09:00 . Eks Napi Korupsi Bisa Maju Pilkada 2020   |   08:00 . Perusahaan di Tuban Wajib Pekerjakan Difabel 1 Persen   |   07:00 . Tips buat Orang Tua yang Merasa Sudah Over Protektif pada Anak   |   16:00 . Sendangrejo Diterjang Puting Beling, Sarana Umum Rusak   |   15:00 . Penanganan Tanggul Plumpang, BBWS Bakal Kaji Hal Ini   |   14:00 . Ketika Kapolres Tuban Ancam 'Gantung' Kasat-kasatnya dan Kapolsek Jenu   |   13:00 . Program Bimbingan Catin Sudah Berjalan DuanTahun di Tuban   |   12:00 . Hingga Bulan November, Sudah Ada 33 PNS Berpisah   |   11:00 . 3 Kegiatan di Jalan Sunan Kalijaga, Dishub Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan Parkir   |   10:00 . Warga Tuban Segel Tower Provider   |   09:00 . Sapa Kader Banteng, Kang Yudi Komitmen Besarkan PDIP   |   08:00 . Percepatan Pembangunan Kilang, Polres Tuban Berdialog dengan Jurnalis   |   07:00 . 4 Cara Mencegah Anak Ngompol di Malam Hari   |   20:00 . Baru Ada 37.900 Anak di Tuban yang Punya KIA   |   18:00 . Hadapi Tahun 2020, Kartar Tuban Study Banding ke Bandung   |  
Sun, 08 December 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Monday, 11 November 2019 08:00

4 Kali SMP Muhammadiyah 7 Merakurak Diobok-obok Maling

4 Kali SMP Muhammadiyah 7 Merakurak Diobok-obok Maling

 

 

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Kejadian tak biasa terjadi di SMP Muhammadiyah 7 Merakurak, Kabupaten Tuban. Sekolah yang beroperasi di Jalan Raya Merakurak-Montong diobok-obok maling sampai empat kali, Senin (11/11/2019).

Ada dua ruangan yang dikoyak maling, yakni ruang guru dan tata usaha. Kerusakan terparah di ruang tata usaha. Selain pintu yang dijebol, plafon ruangan juga dirusak dari genting.

Brankas tempat penyimpanan dokumen penting dan honor guru yang berada di ruang tata usaha tak luput dari incaran pencuri. Beruntung sebagian honor guru sudah dibawa pulang.

Ketika ditemui Reporter blokTuban.com di lokasi, Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Muhammadiyah 7 Merakurak, Siti Rochmah mengatakan, kejadian ini telah dilaporkan ke petugas yang berwajib.

"Hari Minggu (10/11/2019) kemarin tiga petugas polisi kesini," kata Siti Rochmah sembari menunjuk plafon yang bolong.

Perempuan ramah ini menambahkan, maling pertama membobol sekolahnya pada 25 Oktober 2019. Uang kembalian dilaci sebesar Rp60 ribu raib. Pencuri tersebut masuk dengan cara merusak pintu.

Kedua 2 November 2019. Masih sama yang dirusak yaitu pintu, yang sebelumnya baru saja diperbaiki. Kejadian ketiga pada 8 November 2019, plafon dan pintu kondisinya rusak parah.

Keempat kali pada 10 November 2019. Dimana brangkas dan seluruh isi ruangan diobrak-abrik.

"Entah apa yang dicari. Sasaran utamanya brankas," bebernya.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Merakurak, AKP Simon Triyono menjelaskan jika peristiwa di SMP Muhammadiyah 7 Merakurak bukan pengerusakan biasa.

"Bukan pengrusakan tapi percobaan pencurian," singkatnya melalui pesan WhatsApp.

Data dari pihak sekolah, dari empat kali kejadian hanya dua insiden yang dilaporkan ke petugas yaitu pada 8 dan 10 November 2019. Dua insiden awal tidak dilaporkan karena kerusakannya hanya pintu ruangan sekolah yang letaknya tak jauh dari Mapolsek Merakurak. [ali/lis]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : Musyawarah, maling



Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more