10:00 . Teduh dan Natural, Bersantai di RMP Rengel   |   09:00 . Jelang Turunnya Rekomendasi, PKB Terus Jalin Komunikasi dengan PDIP   |   07:00 . Tingkat Kesembuhan Harian Nasional Menunjukkan Tren Positif   |   19:00 . LPI BAS Gelar Parenting Online, Siap Melaksanakan Normalisasi Baru Pembelajaran   |   18:00 . Ratusan Tenaga Kesehatan Dituntut Tunjukkan Inovasi dan Prestasi Kerja   |   17:00 . Cegah Corona, Pesantren Diberi Hand Sprayer dan Pembersih Lantai   |   16:00 . Lupa Mematikan Setrika, Sebuah Rumah di Jalan Patimura Terbakar   |   15:00 . Lebih Hemat, Ribuan Nelayan Tuban Gunakan Konverter Kit BBG   |   14:00 . Produksi Pati Garut, Bisnis Rumahan Beromset Jutaan   |   13:00 . Punya Riwayat Kontak dengan Pasien Positif, Perawat Puskesmas Singgahan Meninggal   |   12:00 . Bersama DPR RI, Pemerintah Kampanyekan Gemarikan di Tuban   |   11:00 . Jangan Sepelekan, Ini Manfaat Gemar Makan Ikan Versi DPR RI   |   10:00 . Intip Aksi Dalang Cilik Wayang Kulit   |   09:00 . Wisata Air Terjun Nglirip Masih Tutup   |   08:00 . Terima Kasih Sahabat Pertamina   |  
Mon, 10 August 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Sunday, 10 November 2019 08:00

Kemarau Ancam Kelangsungan Hidup Tanaman Kebun Belimbing dan Jambu

Kemarau Ancam Kelangsungan Hidup Tanaman Kebun Belimbing dan Jambu

 

Reporter: M. Anang Febri 

blokTuban.com - Meski di beberapa wilayah sudah memasuki musim penghujan, namun Desa Glagahsari, Kecamatan Soko, Tuban masih dilanda kekeringan. Akibat kekeringan ini pula para pekebun buah belimbing dan jambu mengeluh tanamannya tumbuh tak maksimal.

Hektaran tanaman pohon belimbing dan jambu, terancam mati sebab suplai air tak kunjung terpenuhi dengan baik seperti hari biasanya.

Lebih dari itu, kekurangan air di wilayah desa dekat bantaran Sungai Bengawan Solo itu juga menyebabkan tanaman tak lagi produktif. Imbasnya, warga pekebun dibuat repot oleh keadaan ini.

"Sudah lama warga sini nggak panen. Ya belimbing, ya jambu. Sejak habis Lebaran Idul Fitri kemarin," kata Jumirah, salah satu warga yang juga pekebun belimbing di Negeri Atas Air, sebutan lain wilayah kebun Desa Glagahsari, Sabtu (9/11/2019).

Kendati tak bisa memanen, sambungnya, akan tetapi perawatan tanaman masih banyak dilakukan oleh warga dan pekebun buah belimbing dan jambu di sana. Caranya, dengan memasok air dari sungai bengawan untuk dinaikkan ke kebun, menyirami tanaman-tanam pohon milik warga.

Dalam proses pengiriman kebun tersebut, dibutuhkan waktu variatif. Air dari sungai didistribusikan menggunakan mesin diesel selama 4 hingga 5 jam sekali siram.

"Per 1 jam kita bayar 25 ribu. Lamanya gak pasti juga, kemarin saya nyiram 5 setengah jam. Bayarnya ya tinggal mengalikan saja," tandasnya.

Hal senada juga dipaparkan oleh Yanto. Dalam kurun waktu kemarau tahun ini, setidaknya dua minggu sekali ia menyiram kebun-kebun belimbing miliknya secara rutin. Meski pengeluaran biaya terus mengalir, namun tak begitu dirisaukan olehnya.

"Sudah banyak pohon yang kering. Kalau pohonnya mati lebih susah lagi kita, mendingan disiram secara berkala saja biar gak layu dan mati," tukasnya. [feb/lis]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : Belimbing, kemarau



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more