19:00 . Konektor Listrik Dekat Pemukiman Terbakar, Warga Sidorejo Panik   |   15:00 . Mahasiswa Ini Bisa Meraup Omzet Hingga Rp60 Juta per Bulan   |   12:00 . Selain Perketat Mapolres, Pengamanan Mapolsek Diperketat   |   11:00 . Pendaftaran CPNS Dibuka, Permintaan SKCK di Polres Tuban Meningkat   |   10:00 . Di Tuban Solar Langka, Ini yang Dilakukan Sopir Truk   |   09:00 . Tanggul Diurug Ambles Lagi   |   08:00 . Ngaji Blusukan Bareng Gus Miftah, Bupati Singgung Angka Pengangguran   |   07:00 . Cerita Drama Tangisan Anak, Agar Keinginannya Terpenuhi   |   20:00 . Live Streaming Bawaslu Bumi Wali Bersholawat Bersama Ust Ridwan Asyfi   |   19:00 . Pasca Insiden Ledakan Bom Bunuh Diri di Medan, Penjagaan Mapolres Tuban Diperketat   |   17:00 . Kunjungi Puskesmas Jenu, Begini Reaksi DPRD Komisi IV   |   17:00 . Berikut Kriteria Pelamar CPNS 2019 Khusus Disabilitas   |   16:00 . Pelajar Tuban Terasah Ketrampilannya Membuat Vlog   |   15:00 . Korban Puting Beliung Jegulo Terima Bantuan Logistik   |   14:00 . Puting Beliung Sisakan PR Warga Klumpit   |  
Fri, 15 November 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Wednesday, 06 November 2019 12:00

20 Warga Kembalikan Undangan Sosialisasi Pengadaan Lahan Kilang

20 Warga Kembalikan Undangan Sosialisasi Pengadaan Lahan Kilang

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Puluhan warga Dusun Pomahan, Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban ramai-ramai mendatangi balai desa setempat. Tujuannya untuk mengembalikan surat edaran terkait sosialisasi pengukuran lahan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tuban.

Perihal surat yang diedarkan bertuliskan 'Penyuluhan Terkait Pengadaan Tanah untuk Kilang Minyak di Kacamata Jenu, Kabupaten Tuban', dengan ditanda tangani Kepala Kantor BPN Tuban, Ganang Anindito.

Salah seorang warga, Sugiarto secara terang-terangan mengatakan tidak mau menjual tanahnya, mengapa masih harus diberi surat edaran seperti ini.

"Sejak awal kami tidak mau menjual tanah kami, apalagi untuk pembangunan kilang minyak. Kami tetap menolak kilang minyak didirikan di tanah kami," tegas Sugiarto, Rabu (6/11/2019).

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Sumurgeneng, Gihanto menjelaskan bahwa, sebanyak 70 undangan telah disiapkan oleh BPN, namun baru 30 undangan yang diedarkan. Sedang 20 yang telah tersebar dikembalikan lagi ke balai desa.

"Warga yang mengembalikan undangan ini karena mereka belum setuju kalau tanahnya diukur," beber Kades muda itu.

Pihaknya akan menjelaskan terkait pengembalian undangan dari BPN Tuban, bahwa edaran tersebut telah diterima oleh desa, dan selanjutnya disampaikan kepada masyarakat untuk mengikuti sosialisasi pengadaan lahan pembangunan kilang Tuban di Pendopo Kecamatan Jenu.

"Nanti perihal pengembalian undangan ini akan saya sampaikan nanti saat sosialisasi di Kecamatan. Karena hal ini harus ketahui semua pihak," pungkasnya. [ali/ito]

Tag : pomahan, sumurgeneng, jenu, tuban

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 15 July 2019 16:00

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers Media blokTuban.com mulai Senin (15/7/2019) resmi terverifikasi administrasi di Dewan Pers. Hal ini membuktikan bahwa portal media online ini, produk beritanya terpercaya dan mencerdaskan publik....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more