17:00 . Berkah Salat Dhuha, Guru TPQ ini Bisa Dapat Hadiah Umroh   |   16:00 . Bayi Penderita Kelainan Usus Akhirnya Meninggal   |   15:00 . Pentingnya Toleransi Beragama Ditanamkan Sejak Dini   |   14:00 . Perhatian Pemkab Tuban ke TPQ Diungkap di Hadapan 7000 Guru   |   13:00 . Tahun Ini Gaji Guru TPQ Naik 100 Persen   |   12:00 . Polres Tuban Raih Penghargaan Kategori Pelayanan Prima Dari Kemenpan-RB   |   11:00 . UMK Tuban Rp2,5 Juta, Begini Sikap Serikat Pekerja Nasional   |   10:00 . 15 Persen Balita di Tuban Masih Gizi Buruk   |   09:00 . Awas! Merusak Fasilitas Umum, Pidana 3 Bulan, Denda Rp50 Juta   |   08:00 . Bayi Alami Kelainan Usus Butuh Uluran Tangan Anda   |   07:00 . 7 Fakta tentang Menyusui   |   19:00 . Rekrutmen Panwascam   |   18:00 . Tutup Buku PTSL 2019, Begini Hasilnya   |   17:00 . Usia 81 Tahun Ikuti Nikah Masal, Begini Ungkapan Kebahagiaannya   |   16:00 . UMK Tuban Disahkan 2,5 Juta, Perusahaan yang Tak Sanggup Bisa Lakukan ini   |  
Fri, 22 November 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Sunday, 03 November 2019 16:00

Pengajuan ADD Tahap Kedua Paling Lambat 10 November

Pengajuan ADD Tahap Kedua Paling Lambat 10 November


Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa dan Keluarga Berencana (Dispemas KB) Kabupaten Tuban, menyampaikan batas terakhir pengajuan pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) tahap kedua tahun anggaran 2019 paling lambat sampai 10 November 2019.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dispemas KB Tuban, Mahmudi, lantaran hingga memasuki bulan November 2019 ini masih terdapat beberapa desa di Kabupaten Tuban belum mengajukan pencairan ADD tahap ke dua.

"Sesuai regulasi kami batas pengajuan ADD tahap kedua sampai 10 November 2019. Sehingga desa yang belum mengajukan masih ada kesempatan untuk segera mengajukan pencairan ADD," kata Mahmudi kepada blokTuban.com, Minggu (3/11/2019).

Lebih lanjut, dia menambahkan jika sebagian besar desa di Kabupaten Tuban saat ini telah mengajukan pencairan ADD tahap kedua. Namun ada juga beberapa desa yang baru proses dan belum mengajukan.

Adapun desa yang belum mengajukan pencairan ADD tahap kedua merupakan desa yang belum melunasi Pajak Bumi Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga (31/10/2019) kemarin, sebagai salah satu yarat pengajuan pencairan ADD.

"Desa bisa mengajukan pencairan ADD tahap kedua jika sudah melunasi PBB. Sedangkan desa yang belum melunasi PBB bisa mengajukan pencairan sesuai dengan berapa persen PBB yang sudah dilunasi," tandasnya.

Dia berharap, desa yang telah melunasi PBB-P2 agar segera mengajukan pencairan ADD tahap kedua. Sehingga ADD ini bisa dimanfaatkan desa sesuai dengan perencanaan yang ada di APBDes masing-masing.

Sekadar diketahui, jumlah ADD Kabupaten Tuban tahun 2019 sebesar Rp 123 miliar. Sedangkan untuk tahap kedua pencairan ADD sebesar 50 persen atau sebesar Rp 61, 5 miliar.[hud/ito]

Tag : add, pencairan

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 15 July 2019 16:00

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers Media blokTuban.com mulai Senin (15/7/2019) resmi terverifikasi administrasi di Dewan Pers. Hal ini membuktikan bahwa portal media online ini, produk beritanya terpercaya dan mencerdaskan publik....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more