17:00 . Diduga Konsleting Listrik, Gudang Tambak Udang di Jenu Terbakar   |   16:00 . Waspadai, di Jalan Pantura Tuban Ada Dua Jalur Black Spot   |   15:00 . Taman Sendang Kandangan, Destinasi Wisata Baru di Parengan   |   14:00 . Hingga Akhir Tahun 2019 Ada, 8.040 Peserta MKJP   |   13:00 . Kehadiran Setiajit Disambut Ribuan Warga   |   12:00 . Polisi Tembak Pelaku Curanmor di Kerek   |   10:00 . Pemkab Kembangkan Tempat Olahraga Baru Terintegrasi Wisata   |   08:00 . Awal 2020, Pencari Kerja di Tuban Tercatat 5.091 Orang   |   07:00 . 7 Tips Agar Tetap Sehat Saat Hamil   |   07:00 . Anak Tidak Punya Teman, Inilah yang Harus Orangtua Lakukan   |   21:00 . Rangkul Warga Net untuk Menata Tuban   |   17:00 . FITRA Jatim: Pemkab Tuban Jangan Berbisnis Internet Desa   |   16:00 . DPRD Tuban: Uang Milik Desa Kenapa Pemkab Memaksa?   |   15:00 . Tarif Mahal, BPD Pongpongan Anggap Pemkab Paksa Desa Langganan Internet Icon Plus   |   11:00 . Apabila LPG 3 Kg Rp35.000, Pemilik Warung di Tuban Keberatan   |  
Mon, 20 January 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Sunday, 03 November 2019 16:00

Pengajuan ADD Tahap Kedua Paling Lambat 10 November

Pengajuan ADD Tahap Kedua Paling Lambat 10 November


Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa dan Keluarga Berencana (Dispemas KB) Kabupaten Tuban, menyampaikan batas terakhir pengajuan pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) tahap kedua tahun anggaran 2019 paling lambat sampai 10 November 2019.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dispemas KB Tuban, Mahmudi, lantaran hingga memasuki bulan November 2019 ini masih terdapat beberapa desa di Kabupaten Tuban belum mengajukan pencairan ADD tahap ke dua.

"Sesuai regulasi kami batas pengajuan ADD tahap kedua sampai 10 November 2019. Sehingga desa yang belum mengajukan masih ada kesempatan untuk segera mengajukan pencairan ADD," kata Mahmudi kepada blokTuban.com, Minggu (3/11/2019).

Lebih lanjut, dia menambahkan jika sebagian besar desa di Kabupaten Tuban saat ini telah mengajukan pencairan ADD tahap kedua. Namun ada juga beberapa desa yang baru proses dan belum mengajukan.

Adapun desa yang belum mengajukan pencairan ADD tahap kedua merupakan desa yang belum melunasi Pajak Bumi Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga (31/10/2019) kemarin, sebagai salah satu yarat pengajuan pencairan ADD.

"Desa bisa mengajukan pencairan ADD tahap kedua jika sudah melunasi PBB. Sedangkan desa yang belum melunasi PBB bisa mengajukan pencairan sesuai dengan berapa persen PBB yang sudah dilunasi," tandasnya.

Dia berharap, desa yang telah melunasi PBB-P2 agar segera mengajukan pencairan ADD tahap kedua. Sehingga ADD ini bisa dimanfaatkan desa sesuai dengan perencanaan yang ada di APBDes masing-masing.

Sekadar diketahui, jumlah ADD Kabupaten Tuban tahun 2019 sebesar Rp 123 miliar. Sedangkan untuk tahap kedua pencairan ADD sebesar 50 persen atau sebesar Rp 61, 5 miliar.[hud/ito]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : add, pencairan



Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Friday, 17 January 2020 12:00

    Poling blokTuban.com Menganulir Suara Ganda oleh Robot

    Poling blokTuban.com Menganulir Suara Ganda oleh Robot Sistem polling yang diadakan blokTuban.com mulai Kamis (16/1/2020) kemarin, untuk mengukur partisipasi pembaca terkait sosok Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Tuban mendeteksi keberadaan bot/robot yang memilih lebih dari satu...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more