19:00 . Dekatkan Layanan Online Sampai Desa   |   18:00 . Arus Balik Idul Adha di Jalur Pantura Tuban Terpantau Lancar   |   17:00 . Khozanah Hidayati Legowo Jika Tak Direkom Sebagai Bacabup   |   16:00 . Masih Tutup, Air Terjun Nglirip Tolak Ribuan Pengunjung   |   15:00 . Jelang Pilkada, Khozanah Hidayati Deklarasi Media Center   |   14:00 . Marka Jalan Belok Kiri Belum Ada, ini Kata Dishub   |   12:00 . Semester 1 2020, SIG Catatkan Kenaikan Laba Bersih 26,3%   |   07:00 . Dampak Anak Nonton Youtube, Baik atau Buruk?   |   14:00 . RTH Sekaligus Tempat Konservasi Rusa Mulai Ramai Dikunjungi Warga   |   13:00 . Perbaikan, Jalan Gajahmada Tuban Diberlakukan Satu Arah   |   10:00 . Idul Adha, Berkah Bagi Pengepul Kulit Hewan Kurban   |   07:00 . Bisa Cegah Stroke, Ini Manfaat Lain Bunga Pepaya   |   15:00 . 500 PNS akan Pensiun Tahun 2020, Target BKD 349 Formasi CPNS Terpenuhi   |   14:00 . Produksi Sumur SKW-21 Menjadi 9.821 BOPD   |   12:00 . ExxonMobil Indonesia Menunjuk Presiden Baru   |  
Tue, 04 August 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Friday, 01 November 2019 10:00

Hitungan Hari, Rekahan Tanggul Sungai Bengawan Solo di Plumpang Makin Parah

Hitungan Hari, Rekahan Tanggul Sungai Bengawan Solo di Plumpang Makin Parah

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com - Warga di Desa Sembungrejo dan Kedungrojo, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban dihantui rasa was-was, karena rekahan tanggul Sungai Bengawan Solo semakin lebar. Kerusakan tanggul penahan banjir tersebut berlangsung hanya dengan hitungan hari.

Pantauan reporter blokTuban.com, sedari pagi beberapa warga setempat berjaga di tepi tanggul. Mereka memantau perkembangan rekahan tanggul sungai terpanjang di Pulau Jawa ini.

Relawan masyarakat Desa Kedungrojo, Danarji mengatakan, amblesnya tanggul di perbatasan dua desa ini tergolong cepat. Dua tiga hari yang lalu, rekahan masih bisa dilompati warga. Untuk saat ini warga harus memasang bambu sebagai akses berjalan.

"Rekahannya makin lebar dan berbahaya. Sarga sekarang tidak bisa lewat," terang Danarji, Jumat (1/11/2019).

Prakiraan warga, panjang kerusakan tanggul kurang lebih 110 meter. Resiko yang dihadapi, harta benda dan nyawa warga Plumpang selatan terancam jika sewaktu-waktu banjir datang.

Resiko banjir akan berdampak pula pada sektor pertanian, karena wilayah Plumpang menjadi salah satu lumbung pangan di Bumi Wali.

"Respon pihak terkait masih lemah. Informasinya terkendala dana," tegasnya.

Plt. Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Emil Pancoro menjelaskan, jika tanggul rekah di Plumpang telah disurvei bersama Dinas PRKP, PUPR, Camat Plumpang dan BBWS Bengawan Solo.

"Hari ini presentasi ke Sekretaris Daerah untuk segera diambil tindakan," singkatnya.

Sebelumnya, kondisi tanggul Sungai Bengawan Solo Desa Sembungrejo pada Jumat (27/9/2019), diketahui ambles dengan panjang retakan 70 meter, kedalaman 60 Centimeter.

Penurunan tanah tanggul penahan banjir tersebut, pertama kali terjadi di musim kemarau 2019. Pihak BBWS juga telah melakukan upaya jojoh telo, tapi akhir Oktober kembali rekah. [ali/rom]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : tanggul, sungai bengawan solo, rekahan tanggul



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more