17:00 . Cegah Corona, Pesantren Diberi Hand Sprayer dan Pembersih Lantai   |   16:00 . Lupa Mematikan Setrika, Sebuah Rumah di Jalan Patimura Terbakar   |   15:00 . Lebih Hemat, Ribuan Nelayan Tuban Gunakan Konverter Kit BBG   |   14:00 . Produksi Pati Garut, Bisnis Rumahan Beromset Jutaan   |   13:00 . Punya Riwayat Kontak dengan Pasien Positif, Perawat Puskesmas Singgahan Meninggal   |   12:00 . Bersama DPR RI, Pemerintah Kampanyekan Gemarikan di Tuban   |   11:00 . Jangan Sepelekan, Ini Manfaat Gemar Makan Ikan Versi DPR RI   |   10:00 . Intip Aksi Dalang Cilik Wayang Kulit   |   09:00 . Wisata Air Terjun Nglirip Masih Tutup   |   08:00 . Terima Kasih Sahabat Pertamina   |   07:00 . 5 Tes Kesehatan yang Sebaiknya Dilakukan Sebelum Menikah   |   17:00 . Puskesmas Singgahan Tutup Sementara, Karyawan Wajib Isolasi   |   16:00 . Tanggapi Dua Pasangan Rival, PKB: Semakin Ringan untuk Menang   |   15:00 . Dua Juta Lebih Masker Dibagikan di Tuban   |   14:00 . Tahun Ini, Ada 400 Disabilitas Dapatkan Santunan   |  
Sat, 08 August 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Monday, 28 October 2019 16:00

Akses Limbah Pabrik Ikan di Bancar Tuban Terancam Ditutup

Akses Limbah Pabrik Ikan di Bancar Tuban Terancam Ditutup

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Senin (28/10/2019) pagi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tuban menerjunkan timnya ke lokasi pembuangan limbah yang diduga dilakukan oleh pabrik pengolahan ikan di Desa Boncong, Kecamatan Bancar.

Tim di sana mengambil sampel limbah untuk diuji di laboratorium. Uji laboratotium ini bertujuan membuktikan kandungan limbah yang membuat gatal warga sekitar.

Mekanisme pembuangan limbah di laut sendiri harus ada izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHL). Izin tidak cukup dari Bupati Tuban, melainkan harus langsung ke menteri.

"Untuk kepemilikan izin pabrik tersebut, kami akan cek dulu," ujarnya.

Ditegaskan Bambang, bahwa akses limbah tersebut bisa saja ditutup oleh Satpol PP atas rekomendasi dari instansinya. Tim pengawas DLH memiliki kewenangan untuk menutup akses limbah supaya tidak mencemari laut dan lingkungan.

DLH menyilakan pabrik membuang limbah, asalkan tidak dibuang di laut. Untuk kompensasi pihak tidak tahu, karena dalam undang-undang tidak disebutkan.

"Kalau terbukti mencemari, pabrik akan disanksi sesuai regulasi," terangnya.

Dua hari sebelumnya warga Boncong, Kayat mengaku air laut berubah menjadi gatal dan berbau busuk. Dugaan kuat setelah tercemar limbah yang dibuang pabrik pengolahan ikan.

Aksi protes warga ke pabrik juga belum ada tanggapan. Kepala Desa Boncong, Dasri meminta pabrik yang bersangkutan segera merespon keluhan warga.

Pabrik yang bersangkutan yaitu PT Nasional Indo Mina juga belum memberi keterangan kepada Reporter blokTuban.com. [ali/lis]


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : Limbah, pabrik, ikan



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more