17:00 . Puskesmas Singgahan Tutup Sementara, Karyawan Wajib Isolasi   |   16:00 . Tanggapi Dua Pasangan Rival, PKB: Semakin Ringan untuk Menang   |   15:00 . Dua Juta Lebih Masker Dibagikan di Tuban   |   14:00 . Tahun Ini, Ada 400 Disabilitas Dapatkan Santunan   |   13:00 . Pesantren di 3 Kecamatan Dapat Sembako dan APD dari Pemprov   |   12:00 . Keripik Daun Jambu Merah, Life Skill SDN Gagahsari di Masa Pandemi   |   09:00 . Pasien Sembuh dan Angka Konfirmasi Positif Saling Kejar   |   07:00 . Berapa Jarak Usia Ideal antara Seorang Anak dan Adiknya?   |   19:00 . Disparbudpora Tuban Cek Kesiapan Jelang Pembukaan Bioskop   |   18:00 . Ini Jumlah Disabilitas di Tuban   |   17:00 . BLT Kemensos Diperpanjang, ini Besaran Nominalnya   |   16:00 . 93 Ribu Pelaku Usaha Mikro di Tuban Terdampak Covid-19   |   15:00 . Polres Rumuskan Strategi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi   |   13:00 . Pengawasan Tiga Paket Jalan Lingkar Diperketat   |   11:00 . Wabup Sidak Mall Pelayanan Publik, Layanan Satu Pintu   |  
Sat, 08 August 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Thursday, 24 October 2019 09:00

Tuban Manfaatkan Limbah Pasar untuk Pewarna Batik

Tuban Manfaatkan Limbah Pasar untuk Pewarna Batik

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com - Desa Sumurgung, Kecamatan/Kabupaten Tuban telah ditetapkan menjadi rumah produksi batik dan tenun oleh Baznas Pusat. Launching Eco Fashion Community "Putri Berdikari Batik" di balai desa Sumurgung ini dihadiri langsung Bupati Tuban, Fathul Huda dan stakeholder terkait, Kamis (24/10/2019).

Kepada reporter blokTuban.com, Bupati Fathul Huda menginginkan program pemberdayaan dari Baznas bisa menyejahterakan masyarakat Bumi Wali. Sekaligus asalnya warga yang tidak mampu menjadi mampu, dan yang sebelumnya menerima zakat kedepan harus bisa mengeluarkan zakat.

"Kita manfaatkan pewarna alami dari tumbuhan untuk mewarnai batik. Selama ini limbah batik mencemari lingkungan," kata Bupati dua periode ini.

Bupati kelahiran Montong itu mendorong pemberdayaan semacam ini terus dilakukan. Warga penerima harus dilatih mandiri dan jangan diberi yang instan secara terus menerus.

Perwakilan Baznas Pusat, Nana Mintarti menambahkan, konsep rumah batik dan tenun di Sumurgung ini ramah lingkungan. Bahan-bahan untuk mewarnai batik, memanfaatkan apa yang ada di lingkungan sekitar.

"Hasil limbah batik juga bisa menjadi pupuk, dan membantu proses pengolahan sampah," terang Nana.

Perempuan berkacamata bening ini menambahkan, pewarna batik bisa diperoleh dari limbah sampah yang ada di pasar. Pengrajin batik juga bisa sekaligus menjadi pemulung sampah bekas sayur, kulit manggis, biji alpukat, pohon mahoni, kelengkeng, buah naga, dan lain sebagainya.

"Inilah yang dimaksud konsep eco ramah lingkungan. Dimana limbah pasar setelah dipakai, tidak mencemari lingkungan seperti pewarna kimia," tegasnya.

Terkait penanaman tumbuhan pewarna alam bersama Bupati, Nana mengatakan, ini sebagai langkah antisipasi banyaknya pesanan batik di masa depan. Artinya saat pewarna dari limbah pasar terbatas, pembatik bisa mengandalkan tumbuhan pewarna tersebut. [ali/rom]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : limbah, kerajinan, batik, pewarna batik



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more