15:00 . Perdana, Kampung Tangguh Semeru Tuban Diresmikan   |   14:00 . Kemenag Tuban Beri Pembinaan Physical Distancing Kepada Ta'mir Masjid   |   13:00 . Bandel Tak Pakai Masker, Petugas Sita Hp Pengunjung dan Pemilik Warkop   |   12:00 . Klaster Pasar Rawan Corona, Semua Pedagang di Rapid Tes Ulang   |   11:00 . Total Dana Penanganan Corona di Tuban 240 Miliar, Baru Terpakai 10 Persen   |   07:00 . 5 Tips Menghindari Bau Apek pada Hijab   |   19:00 . Diduga Terpleset, Seorang Remaja di Kerek Ditemukan Meninggal di Dasar Waduk   |   18:00 . Menengok Persiapan Wisata Wonosalam Sambut New Normal   |   17:00 . FPKB Dorong Pemkab Beri Perhatikan Khusus ke Pesantren   |   16:00 . Sanksi Sosial Langgar Protokol Kesehatan, Akan Diajak Kubur Pasien Corona   |   15:00 . Libatkan Ormas, Polres Tuban Kembali Salurkan Beras Kepada Warga   |   14:00 . Pertamina GRR Project Tuban Serahkan Satu Unit Ambulance   |   13:00 . 31.418 Usaha Mikro di Tuban Hadapi Kendala Modal dan Pasar   |   12:00 . Pangan Segar dan Olahan di Tuban Masih Rentan Tercemar Rhodamin dan Formalin   |   11:00 . Tips Aman Hindari Udara Panas dan Gerah Saat Kemarau   |  
Thu, 28 May 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Thursday, 17 October 2019 10:00

Pertahankan Tanah Desa, Puluhan Warga Karangasem Nyaris Baku Hantam

Pertahankan Tanah Desa, Puluhan Warga Karangasem Nyaris Baku Hantam

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - Puluhan warga Desa Karangasem, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Kamis (17/10/2019) nyaris terlibat baku hantam dengan pemilik tanah yang berada di area Bendungan Kedung Kiter desa setempat.

Hal itu terjadi lantaran puluhan warga bersikukuh mempertahankan patok di atas tanah seluas sekitar 2500 meter persegi yang diyakini sebagai tanah milik desa.

Di atas lahan itu rencananya akan dibangun sebagai warung wisata oleh pengurus Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) setempat. Sehingga, di lokasi pasangi patok dan spanduk soal rencana pembangunan tersebut.

Sementara, pemilik tanah bersikukuh mempertahankan tanah bendungan itu agar tidak dimanfaatkan oleh warga. Sebab, tanah tersebut diakui sebagai miliknya. Karena telah dibeli dari perangkat desa setempat kisaran tahun 2012 lalu dengan harga Rp 5 Juta.

Sebelum terjadi cekcok dan nyaris baku hantam, Rumisih pemilik tanah warga Desa Sambonggede, Kecamatan Merakurak telah memperlihatkan semua bukti dokumen-dokumen dan surat-surat kepada warga bahwa tanah di area bendungan Kedung Kiter itu telah sah dibelinya sejak tahun 2012 lalu.

"Ini buktinya bahwa tanah ini sudah saya beli tahun 2012 lalu dari perangkat Desa Karangasem," ujarnya saat di lokasi.

Kemudian, setelah menunjukkan bukti-bukti tersebut, pemilik tanah langsung menyuruh beberapa orang yang bersamanya agar mencabut patok yang dipasang oleh warga desa tersebut. 

"Saya punya bukti tanah ini adalah milik saya, sehingga saya ingin patok ini dicabut," kata  Rumisih ngotot.

Sementara itu, salah satu warga Pujiarto, juga tak mau kalah. Dia mengatakan jika tanah bendungan ini akan dimanfaatkan oleh warga sebagai tempat wisata. 

Dalam waktu dekat ini, BUMDes akan membangun warung wisata di tanah tersebut untuk mengembangkan potensi wisata. Lahan sudah diuruk.

Namun, saat pengurukan berlangsung tiba-tiba ada warga yang mengaku sebagai pemilik tanahitu. Padahal tanah tersebut adalah tanah bendungan yang statusnya sebagai Tanah Negara (TN) yang tidak boleh diperjual belikan karena berada di bendungan. 

"Patok yang kami pasang ini tetap akan kita pertahankan," jelas pria yang juga sebagai Komisaris BUMDes Karangasem tersebut.

Karena tak ada titik temu di lokasi, sejumlah warga mengajak pemilik tanah untuk ke balai desa. Mereka ingin mencari kejelasan dan musyawarah bersama kepala desa dan perangkat desa, apakah benar tanah tersebut sudah dijual. [hud/ono]

 

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : tanahnegara, sengketa, jenu, kedungkiter



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more