19:00 . Konektor Listrik Dekat Pemukiman Terbakar, Warga Sidorejo Panik   |   15:00 . Mahasiswa Ini Bisa Meraup Omzet Hingga Rp60 Juta per Bulan   |   12:00 . Selain Perketat Mapolres, Pengamanan Mapolsek Diperketat   |   11:00 . Pendaftaran CPNS Dibuka, Permintaan SKCK di Polres Tuban Meningkat   |   10:00 . Di Tuban Solar Langka, Ini yang Dilakukan Sopir Truk   |   09:00 . Tanggul Diurug Ambles Lagi   |   08:00 . Ngaji Blusukan Bareng Gus Miftah, Bupati Singgung Angka Pengangguran   |   07:00 . Cerita Drama Tangisan Anak, Agar Keinginannya Terpenuhi   |   20:00 . Live Streaming Bawaslu Bumi Wali Bersholawat Bersama Ust Ridwan Asyfi   |   19:00 . Pasca Insiden Ledakan Bom Bunuh Diri di Medan, Penjagaan Mapolres Tuban Diperketat   |   17:00 . Kunjungi Puskesmas Jenu, Begini Reaksi DPRD Komisi IV   |   17:00 . Berikut Kriteria Pelamar CPNS 2019 Khusus Disabilitas   |   16:00 . Pelajar Tuban Terasah Ketrampilannya Membuat Vlog   |   15:00 . Korban Puting Beliung Jegulo Terima Bantuan Logistik   |   14:00 . Puting Beliung Sisakan PR Warga Klumpit   |  
Fri, 15 November 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Thursday, 17 October 2019 09:00

Peletakan Batu Pertama PBT Diwarnai Unjuk Rasa

Peletakan Batu Pertama PBT Diwarnai Unjuk Rasa

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com -  Peletakan Batu Pertama Pasar Besar Tuban (PBT) di Jalan Letda Suecipto Kelurahan Perbon, Kecamatan/Kabupaten Tuban pada Kamis (17/10/2019), diwarnai unjuk rasa damai oleh 50 user dan pemilik toko. Permintaan massa yaitu penundaan peletakan batu pertama sebelum pembayaran uang user selesai.

Kepada reporter blokTuban.com, Ketua Paguyuban PBT, Johana menjelaskan, aksi unjuk rasa ini sebagai langkah user karena hearing dengan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) maupun PT Hutama Karya (HK) tidak ada titik temu.

"Kami tetap mengusung tiga tuntutan," kata Johana di depan puluhan massa yang membentangkan spanduk besar.

Tiga tuntutan yang dimaksud meliputi, pengembalian pasar sesuai rencana semula. Jika tidak seperti semula maka uang pemilik wajib dikembalikan sebesar 15 kali lipat dari yang sudah disetor. Terakhir menunda pembangunan pasar (peletakan batu pertama) sebeluma menyelesaikan hak pemilik lama.

Puluhan massa yang sebelumnya sudah masuk ke dalam lokasi PBT, keluar kembali dan berjajar di trotoar. Mereka menunggu Bupati Tuban, Fathul Huda yang direncananya meletakkan batu pertama PBT dengan konsep pasar tradisional modern.

Diketahui, reaksi user PBT dipicu perataan bangunan PBT yang dianggap tidak layak ditempati. Para user yang sudah membayar uang muka atau melunasi kios, merasa ditilap dan nasibnya digantung selama 17 tahun terakhir.

Hingga berita ini ditulis, perwakilan PT HK, maupun Diskoperindag Tuban belum bisa memberikan pernyataan. Aparat keamanan terpantau berjaga di sekitar puluhan massa. [ali/ono]

 

Tag : pasarbesartuban, pbt

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 15 July 2019 16:00

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers Media blokTuban.com mulai Senin (15/7/2019) resmi terverifikasi administrasi di Dewan Pers. Hal ini membuktikan bahwa portal media online ini, produk beritanya terpercaya dan mencerdaskan publik....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more