18:00 . Bangkitkan Semangat Teater, Komunitas Teater Tuban Gelar Pementasan   |   17:00 . Silaturahim ke Mapolda, AMSI Jatim Bersinergi Lawan Hoax Terlebih saat Pandemi Covid-19   |   16:00 . Pemkab Tuban Raih Opini WTP dari BPK   |   15:00 . Pemkab Pertahankan LPPD Kemendagri   |   11:00 . Nasi Pindang Bungkus Daun Jati Khas Pesisir   |   10:00 . Razia Warung, Petugas Gabungan Amankan Puluhan Botol Arak dan Anggur Kolesom   |   09:00 . Kebakaran, Diduga Tempat Pemasakan Solar Tradisional   |   08:00 . Margaluyu 151 Merapat ke Setia Negara   |   07:00 . 9 Cara Terbaik untuk Kontrol Kemarahan   |   20:00 . Begini Proses Evakuasi Jenazah Tukang Becak Yang Meninggal Mendadak   |   19:00 . Tukang Becak Asal Bojonegoro Ditemukan Meninggal Dunia Mendadak   |   18:00 . Kebakaran, Diduga Tempat Pemasakan Solar Tradisional   |   17:00 . Pantai Panduri Tasikharjo Dibuka, Pertamina Harapkan Masyarakat Berdaya   |   16:00 . Waspada Potensi Hujan Lebat Pekan Depan   |   09:00 . Jam Malam di Tuban Ditiadakan, Hiburan Masih Alot?   |  
Mon, 19 October 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Thursday, 10 October 2019 12:00

Australia Jajaki Investasi di Tuban

Australia Jajaki Investasi di Tuban

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Kabupaten Tuban, Jawa Timur kedatangan tamu dari Australia. Keduanya telah menggelar rapat tertutup sejak 8 Oktober 2019 di Kantor Dinas Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein.

Nampak hadir Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Australia Dr. Maxwell Briggs, Wabup Noor Nahar, Kadin Tuban Wiwid Agung Wibowo, Kadis Lingkungan Hidup, Bambang Irawan, Kadis Perikanan dan Peternakan, Amenan, Sekdiskoperindag, Soni Kurniawan, Kabid Pariwisata Disparbudpora Suwanto, Kadis Penanaman Modal PTSP dan Naker, Tajuddin, perwakilan Bappeda dan pejabat Pemkab Tuban lainnya.

Dalam unggahannya di akun media sosial (Medsos) Kadin Tuban, Wiwid Agung Wibowo dijelaskan Dr. Maxwell Briggs merupakan konsultan pengembangan industri dan profesor bisnis universitas selama 30 tahun.

"Dia menerapkan keahliannya dalam bidang inovasi, pemasaran, analisis sistem untuk pengembangan bisnis baru," kata Wiwid dikutip reporter blokTuban.com, Kamis (10/10/2019).

Dr. Maxwell Briggs mempunyai perusahaan Asia Pasific Enterprise Development (APED), dimana jaringannya dengan orang-orang yang sangat berpengalaman di berbagai industri. Di bawah arahannya, orang-orang dengan pengetahuan dan keahlian yang paling relevan dengan keberhasilan suatu proyek dikontrak untuk berkontribusi dalam kesuksesan proyek terkait.

Dr. Briggs sapaan akrabnya, bekerja dengan bisnis besar dan kecil, dengan pemerintah dan kelompok masyarakat untuk memecahkan masalah dan menciptakan peluang. Kombinasi keahlian dan pengetahuannya yang luas di banyak industri dan tempat di seluruh dunia, menjadikannya seorang pemimpin dibidangnya.

Tujuan kedatangan Dr. Briggs di Tuban untuk penjajakan investasi. Dia mewakili para investor Australia untuk melihat dan belajar sebanyak mungkin tentang proyek, proposal, masalah, serta dan budaya di Tuban. Disamping itu, pertemuan ini juga menjadi kesempatan pejabat Pemkab Tuban untuk tahu kegiatan Dr. Briggs di Asia, dan kontribusinya bagi pengembangan Tuban.[al/dy]

"Kontribusi Dr. Briggs adalah untuk membantu merencanakan strategi pengembangan dan menarik investasi, termasuk manajemen proyek dan penasihat/konsultasi," terangnya.

Dalam notulesi rapat disebutkan ada dua agenda besar, yaitu diskusi pengenalan dengan manajemen pemerintah dan swasta terkait Tuban (Termasuk Kadin dan KIT). Kedua meninjau proyek dan tempat yang menarik dan relevan dengan rencana industri dan investasi.

Dr. Briggs sendiri berminat investasi di beberapa bidang. Utamanya di Indonesia dan Malaysia meliputi pengembangan industri daging dan ternak, persampahan, limbah, dan daur ulang, mengubah biaya menjadi pendapatan, dan pariwisata. Baru-baru ini melakukan banyak hal di bidang pariwisata, termasuk manajemen destinasi dan pengembangan "tema cerita". Tema bisa seputar sejarah, peduli lingkungan, budaya, dan lain-lain.

Dr. Briggs juga ingin mengetahui tentang Rumah Potong Hewan (RPH). Apakah ini layak? Seberapa besar industri sapi/daging di Tuban? Karena ada banyak peluang yang terkait industri dan pasar ini. Serta apakah Tuban memiliki rencana atau niat mengelola limbah/ daur ulang? Pabrik pengolahan yang dikelola dengan baik, banyak menghasilkan pendapatan melalui produksi energi (gas,listrik), pupuk, dan produk kontruksi.

Sementara, Kabag Humas dan Protokol Pemkab Tuban, Rohman Ubaid menambahkan kalau tamu Australia baru sekedar silaturahim belum sampai penjajakan investasi. Diantaranya Pemkab Tuban memperkenalkan produk sistem perencanaan dan pengelolaan RPH.

"Karena proses lelang bersifat sangat terbuka," tutup mantan Camat Jenu. [ali/dy]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : investasi, bumiwali, tuban



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Saturday, 22 August 2020 14:00

    KONGRES KEDUA AMSI

    AMSI: Brand yang Sehat Harus Tampil di Konten yang Sehat

    AMSI: Brand yang Sehat Harus Tampil di Konten yang Sehat blokTuban.com - Jakarta - Kongres Kedua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) resmi dibuka hari ini, Sabtu (22/8/2020). Kongres yang digelar secara virtual, karena berlangsung di tengah pandemi Covid-19, akan berlangsung...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more