14:00 . Tandang Ke Jogja, Tim Persatu Diteror Oknum Diduga Suporter PSIM Yogyakarta?   |   11:00 . Kalah Lawan PSIM Jogja, Menajemen Persatu: Peluang Persatu Masih Terbuka Asalkan...   |   10:00 . User PBT Ditilap, Nasib Digantung   |   09:00 . Puluhan User PBT Geruduk Diskoperindag   |   08:00 . Festival Kirab Perahu di Ujung Timur Pesisir   |   07:00 . 10 Tanda Anak Mengalami Gangguan Kesehatan Mental   |   15:00 . Razia Warung, Satpol PP Amankan Puluhan Botol Miras   |   14:00 . Hari Ini, Listrik di Wilayah Tuban Bagian Timur Padam   |   10:00 . Tiger Guard Dropping Air Bersih   |   09:00 . Hadapi Industri 4.0 Karang Taruna Bangilan Gelar Internet Merketing Digipreneurship   |   08:00 . Setiajit: Pelayanan Publik Harusnya Dihadirkan di Car Free Day¬†   |   07:00 . Ciri-Ciri Paru-Paru Basah dan Cara Mencegahnya   |   13:00 . Inilah Maksud 9 Bhakti Bagi Jawa Timur   |   12:00 . 11 Kecamatan Sudah Ada Taman Baca   |   11:00 . Bupati Tuban Minta ASN Ikut Jaga Stabilitas Keamanan   |  
Mon, 14 October 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Wednesday, 09 October 2019 15:00

Video Mesum Pelajar

Polres Tetapkan 4 Tersangka Terkait Video Mesum Pelajar SMK

Polres Tetapkan 4 Tersangka Terkait Video Mesum Pelajar SMK

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - Polres Tuban telah menetapkan empat tersangka atas kasus video mesum pelajar SMK di Kabupaten Tuban yang viral di Watsapp dan di Media Sosial (Medsos) grup Facebook.

Setelah dilakukan penyelidikan terkait video mesum yang melibatkan pelajar SMK Negeri dan pelajar SMK Swasta di Bumi Wali itu. Satreskrim Polres Tuban telah memeriksa tujuh orang pelajar.

Kapolres Tuban, AKBP Nanang Haryono mengatakan, dalam perkembangan kasus tersebut polisi menambah pemeriksaan kepada satu orang saksi lagi. Dan sampai saat ini empat di antaranya sudah ditetapkan sebagai Anak yang berkonflik dengan hukum (tersangka red).

"Empat siswa ditetapkan sebagai anak yang berkonflik dengan hukum, mereka semua di bawah umur," Kata Kapolres Tuban, Rabu (9/10/2019).

Dijelaskanya, rincian empat yang sudah ditetapkan kasus hukum itu dua di antaranya adalah pelajar SMK swasta yang dijerat dengan pasal pencabulan dan persetubuhan.

Sedangkan, dua lainnya yaitu pelajar SMK swasta dan sekolah lain dijerat dengan UU ITE, karena mereka menyebarkan konten video asusila tersebut. "Keempat akan diberlakukan UU Anak, meski statusnya sudah berkonflik dengan hukum, mereka tidak ditahan karena masih pelajar," imbuh Kapolres.

Lebih lanjut, soal bagaimana prosedur peradilannya nanti tinggal putusan pengadilan dan juga pihak Balai Permasyarakatan (Bapas) Bojonegoro. Jika nantinya mengacu pada pasal pencabulan maka ancaman hukuman minimal 5 tahun, sedangkan jika UU ITE ancaman maksimal 6 tahun.

"Nanti tinggal bagaimana hasil diversinya dengan sejumlah pihak terkait, lalu kita serahkan ke pengadilan," tukas Kapolres. [hud/rom]

Tag : vidio mesum, pelajar, smk, sma, smu

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 15 July 2019 16:00

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers Media blokTuban.com mulai Senin (15/7/2019) resmi terverifikasi administrasi di Dewan Pers. Hal ini membuktikan bahwa portal media online ini, produk beritanya terpercaya dan mencerdaskan publik....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more