14:00 . Tandang Ke Jogja, Tim Persatu Diteror Oknum Diduga Suporter PSIM Yogyakarta?   |   11:00 . Kalah Lawan PSIM Jogja, Menajemen Persatu: Peluang Persatu Masih Terbuka Asalkan...   |   10:00 . User PBT Ditilap, Nasib Digantung   |   09:00 . Puluhan User PBT Geruduk Diskoperindag   |   08:00 . Festival Kirab Perahu di Ujung Timur Pesisir   |   07:00 . 10 Tanda Anak Mengalami Gangguan Kesehatan Mental   |   15:00 . Razia Warung, Satpol PP Amankan Puluhan Botol Miras   |   14:00 . Hari Ini, Listrik di Wilayah Tuban Bagian Timur Padam   |   10:00 . Tiger Guard Dropping Air Bersih   |   09:00 . Hadapi Industri 4.0 Karang Taruna Bangilan Gelar Internet Merketing Digipreneurship   |   08:00 . Setiajit: Pelayanan Publik Harusnya Dihadirkan di Car Free Day¬†   |   07:00 . Ciri-Ciri Paru-Paru Basah dan Cara Mencegahnya   |   13:00 . Inilah Maksud 9 Bhakti Bagi Jawa Timur   |   12:00 . 11 Kecamatan Sudah Ada Taman Baca   |   11:00 . Bupati Tuban Minta ASN Ikut Jaga Stabilitas Keamanan   |  
Mon, 14 October 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Tuesday, 08 October 2019 08:00

Annisa Nur Wahyuni, Mahasiswi Teknik Mesin

Juara Karya Tulis Tingkat Nasional, Ingin Mendirikan 'Special Need Center'

Juara Karya Tulis Tingkat Nasional, Ingin Mendirikan 'Special Need Center'

Kontributor: M. Tholibin

blokTuban.com - Tak semua orang yang menggeluti bidang teknik mesin itu adalah seorang laki-laki. Di zaman sekarang siapa pun boleh dan bisa menggeluti berbagai macam bidang, tentunya kaum hawa pun juga bisa.

Seperti Annisa Nur Wahyuni, seorang mahasiswi teknik mesin kampus President University asal Kabupaten Tuban ini.

Mahasiswi yang mendapat beasiswa penuh ini memilih jurusan yang kebanyakan didominasi kaum adam karena ketertarikannya dalam bidang teknik mesin. Meski begitu ia lebih fokus pada analisis lantaran saat di lapangan memang terkadang tenaga wanita tak cukup kuat memegang beberapa alat yang notabene bisa dilang membutuhkan tenaga yang besar.

"Ya penasaran dan tertarik di dunia teknik mesin. Cuma terkadang saat di lapangan tenaganya kalah sama laki-laki," cerita Anisa yang saat itu tengah Praktek Kerja Lapangan (PKL) di PT. Pertamina EP Asset 4 Sokowati Field.

Saat pertama kuliah, Anisa mengungkapkan, pernah merasa minder lantaran di kelasnya saat kuliah hanya ia yang perempuan lainnya adalah laki-laki. Meski begitu, lambat laun banyak yang mensupportnya termasuk para dosen.

"Dulu sempat minder, tapi banyak yang mendukung dan memberi semangat kepada saya, bersyukur bisa sampai seperti ini," jelas dara berhijab ini.

Meski begitu, dara manis asal Dusun Beron Desa Punggulrejo RT.02/RW.5 Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban Jawa Timur ini mempunyai segudang prestasi dalam hal karya tulis, seperti ia pernah menjuarai lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional pada tahun 2016 (LKTIN) yang diselenggarakan Universitas Negeri Sebelas Maret ia keluar sebagai juara I. Juga juara dua di event Ide Gila competisi (D'GIL) 2018 yang diselenggarakan oleh PT. Pertamina (Persero) dan ia juga menjadi Finalis international Bio-Technologi Exhibition (IBCEX) pada tahun 2019.

Tak hanya sampai di situ saja, meski Anisa bergelut di bidang teknik, rasa sosial gadis yang suka membuat rujak ini juga sangat besar, hal itu tercermin dari keinginannya mendirikan "Special Need Center" yang mana di dalamnya dikhususkan untuk treatment okupasi, sosial dan psikologi bagi balita sampai remaja penyandang disabilitas.

Menurut gadis penyuka bakso ini, keinginannya mendirikan Special Need Center itu muncul ketika ia pulang ke Tuban, tepatnya saat masa liburan kuliah. Saat itu dirinya melihat balita juga remaja penyandang disabilitas yang belum sepenuhnya mendapat hak-haknya. Dari situlah timbul keinginannya membuat sebuah lembaga untuk membantu mereka.

Selain ingin mendirikan "Special Need Center", Anisa juga ingin sekali melanjutakan pendidikan ke jenjang S2 di Negara Jerman tentunya melalui beasiswa, seperti saat ini ia kuliah S1 di Presiden University juga lewat Beasiswa.

"Saya ingin menimba ilmu dan pengalaman-pengalaman positif dari luar negeri, yang nantinya bisa diterapkan di Indonesia," terang gadis kelahiran 3 September 1998 ini kepada blokTuban.com.

"Hidup bukan hanya untuk kepuasan sendiri, namun hidup untuk memberikan manfaat bagi masyarakat luas," pesan Annisa Nur Wahyuni kepada para pembaca setia blokTuban.com. [lib/rom]

Tag : annisa nur wahyuni, teknik mesin, mahasiswa, inspiratif

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 15 July 2019 16:00

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers Media blokTuban.com mulai Senin (15/7/2019) resmi terverifikasi administrasi di Dewan Pers. Hal ini membuktikan bahwa portal media online ini, produk beritanya terpercaya dan mencerdaskan publik....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more