18:00 . 15 Tahun Jualan Pentol Goreng, Pria Klotok Pertahankan Kualitas Rasa   |   17:00 . Kasus Covid-19 Melandai, Permintaan Plasma Konvalesen di Tuban Nihil   |   15:00 . Sisir Pantura Tuban, Petugas Gabungan Amankan Puluhan Botol Miras   |   12:00 . Pengendara Motor di Tuban Meninggal Tertabrak Truk   |   11:00 . Tak Diberi Izin Latihan di Desa Sumberarum, Begini Respon Ketua Pagar Nusa Tuban   |   10:00 . Truk Tronton Muatan Biji Gandum Terbakar di Pantura Tuban   |   09:00 . Digusur dari Jakarta, Sekarang Laris Jualan Es Campur dan Gado-gado   |   08:00 . Berbekal Resep dari Youtube, Usaha Street Food Korea ini Hasilkan Omset Jutaan   |   07:00 . Catat! 5 Fakta Penting Soal MPASI yang Wajib Diketahui Orangtua   |   19:00 . Pemuda 24 Tahun Ini Sulap Hobi Rawat Kucing Jadi Peluang Bisnis   |   18:00 . Perpres Terkait Dana Abadi Pesantren Ditandatangani Jokowi, Ini Pesan Kemenag Tuban   |   17:00 . Pembangunan Stasiun Kereta Api di Kilang Tuban Sedang Dikaji   |   16:00 . Kilang TPPI Tuban Ditargetkan Jadi Penghasil Petrokimia Terbesar di Asia Tenggara   |   15:00 . Warga Bejagung Lor Pertahankan Tradisi Manganan di Tengah Pandemi   |   14:00 . Pengganti Ilmi Zada di Wakil Ketua DPRD Resmi Dilantik   |  
Sat, 25 September 2021
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Annisa Nur Wahyuni, Mahasiswi Teknik Mesin

Juara Karya Tulis Tingkat Nasional, Ingin Mendirikan 'Special Need Center'

bloktuban.com | Tuesday, 08 October 2019 08:00

Juara Karya Tulis Tingkat Nasional, Ingin Mendirikan 'Special Need Center'

Kontributor: M. Tholibin

blokTuban.com - Tak semua orang yang menggeluti bidang teknik mesin itu adalah seorang laki-laki. Di zaman sekarang siapa pun boleh dan bisa menggeluti berbagai macam bidang, tentunya kaum hawa pun juga bisa.

Seperti Annisa Nur Wahyuni, seorang mahasiswi teknik mesin kampus President University asal Kabupaten Tuban ini.

Mahasiswi yang mendapat beasiswa penuh ini memilih jurusan yang kebanyakan didominasi kaum adam karena ketertarikannya dalam bidang teknik mesin. Meski begitu ia lebih fokus pada analisis lantaran saat di lapangan memang terkadang tenaga wanita tak cukup kuat memegang beberapa alat yang notabene bisa dilang membutuhkan tenaga yang besar.

"Ya penasaran dan tertarik di dunia teknik mesin. Cuma terkadang saat di lapangan tenaganya kalah sama laki-laki," cerita Anisa yang saat itu tengah Praktek Kerja Lapangan (PKL) di PT. Pertamina EP Asset 4 Sokowati Field.

Saat pertama kuliah, Anisa mengungkapkan, pernah merasa minder lantaran di kelasnya saat kuliah hanya ia yang perempuan lainnya adalah laki-laki. Meski begitu, lambat laun banyak yang mensupportnya termasuk para dosen.

"Dulu sempat minder, tapi banyak yang mendukung dan memberi semangat kepada saya, bersyukur bisa sampai seperti ini," jelas dara berhijab ini.

Meski begitu, dara manis asal Dusun Beron Desa Punggulrejo RT.02/RW.5 Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban Jawa Timur ini mempunyai segudang prestasi dalam hal karya tulis, seperti ia pernah menjuarai lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional pada tahun 2016 (LKTIN) yang diselenggarakan Universitas Negeri Sebelas Maret ia keluar sebagai juara I. Juga juara dua di event Ide Gila competisi (D'GIL) 2018 yang diselenggarakan oleh PT. Pertamina (Persero) dan ia juga menjadi Finalis international Bio-Technologi Exhibition (IBCEX) pada tahun 2019.

Tak hanya sampai di situ saja, meski Anisa bergelut di bidang teknik, rasa sosial gadis yang suka membuat rujak ini juga sangat besar, hal itu tercermin dari keinginannya mendirikan "Special Need Center" yang mana di dalamnya dikhususkan untuk treatment okupasi, sosial dan psikologi bagi balita sampai remaja penyandang disabilitas.

Menurut gadis penyuka bakso ini, keinginannya mendirikan Special Need Center itu muncul ketika ia pulang ke Tuban, tepatnya saat masa liburan kuliah. Saat itu dirinya melihat balita juga remaja penyandang disabilitas yang belum sepenuhnya mendapat hak-haknya. Dari situlah timbul keinginannya membuat sebuah lembaga untuk membantu mereka.

Selain ingin mendirikan "Special Need Center", Anisa juga ingin sekali melanjutakan pendidikan ke jenjang S2 di Negara Jerman tentunya melalui beasiswa, seperti saat ini ia kuliah S1 di Presiden University juga lewat Beasiswa.

"Saya ingin menimba ilmu dan pengalaman-pengalaman positif dari luar negeri, yang nantinya bisa diterapkan di Indonesia," terang gadis kelahiran 3 September 1998 ini kepada blokTuban.com.

"Hidup bukan hanya untuk kepuasan sendiri, namun hidup untuk memberikan manfaat bagi masyarakat luas," pesan Annisa Nur Wahyuni kepada para pembaca setia blokTuban.com. [lib/rom]

Tag : annisa nur wahyuni, teknik mesin, mahasiswa, inspiratif



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more