17:00 . Hari Sumpah Pemuda, Ini Harapan Ketua Pemuda Pancasila Tuban   |   16:00 . Pemkab Keluarkan SE Soal Perayaan Hari Jadi Tuban (HJT)   |   14:00 . Pandemi, Angka Kekerasan Terhadap Anak di Tuban Menurun   |   14:00 . HUT Pemuda Pancasila Ke-61, Semangat Dukung Setia-Negara   |   12:00 . Penyamaan Upah Minimum 2021, Begini Reaksi Pekerja di Tuban   |   11:00 . Liburan Panjang, Pengelola Pantai Kelapa Waspada Lonjakan Pengunjung   |   10:00 . Mediasi di Mapolsek Jenu, Rekind akan Utamakan Tenaga Lokal   |   09:00 . Pesan Forkopimca Jenu ke Pengelola Pantai Sugihwaras, Utamakan Keselamatan dan Taati Prokes   |   08:00 . Jalur Gaji-Kerek Makan Korban, Terlibat Laka dengan Truk Pembonceng CBR Meninggal   |   07:00 . Jangan Remehkan Manfaat Menulis Jurnal   |   22:00 . Bantu Siswa-Siswi Belajar Dari Rumah, Didik Mukrianto Bagikan Wifi Gratis   |   21:00 . Polres Tuban Teken MoU Perlindungan Hutan dengan 3 KPH   |   20:00 . Pandemi, Upacara HDKD di Lapas Tuban Digelar Secara Virtual   |   19:00 . 3 Paslon Paparkan Visi-Misi, Ini Komitmennya Kepada Masyarakat Tuban   |   18:00 . Jaksa Masuk Sekolah, Kejari Tuban Bentuk Generasi Taat Hukum   |  
Wed, 28 October 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Thursday, 03 October 2019 08:00

114 Desa Belum Ajukan Pencairan ADD Tahap Kedua

114 Desa Belum Ajukan Pencairan ADD Tahap Kedua

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - Sebanyak 114 desa di Kabupaten Tuban, hingga awal Oktober 2019 ini belum mengajukan pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) tahap kedua. Padahal, pengajuan pencairan ADD tahap kedua tersebut dimulai sejak bulan Juli 2019 lalu.

Hal itu diungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa dan Keluarga Berencana (Dispemas-KB) Kabupaten Tuban, Mahmudi, Kamis (3/10/2019).

Menurutnya, mulai bulan Juli kemarin hingga saat ini beberapa desa di Kabupaten Tuban telah melakukan proses pengajuan pencairan ADD tahap kedua, dan tercatat sampai saat ini sudah 197 desa yang mengajukan pencairan. Sedangkan sisanya masih proses.

"Untuk DD dan ADD kami sudah terus komunikasi dengan teman-teman di kecamatan, serta kami maksimalkan peran pendamping desa, agar ADD tahap kedua bisa segera dicairkan," terang Mahmudi.

Lebih lanjut, dalam proses pegajuan pencairan ADD tahap kedua tersebut persyaratan yang wajib dipenuhi masing-masing desa adalah terkait pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta realisasi dari pencairan ADD tahap sebelumnya.

"Memang, untuk ADD ini kendala masing-masing desa adalah terkait pelunasan PBB sedangkan kendala lainya tidak ada. Sehingga saat ini desa terus berupaya untuk melunasi PBB sampai terakhir 30 Oktober," imbuhnya.

Sekadar diketahui, jumlah ADD Kabupaten Tuban tahun 2019 sebesar Rp 123 miliar. Sedangkan untuk tahap kedua pencairan ADD sebesar 50 persen atau sebesar Rp 61, 5 milair.[hud/ono]

 

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : add, danadesa



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Thursday, 22 October 2020 13:00

    Reporter blokTuban, Anang Lepas Lajang

    Reporter blokTuban, Anang Lepas Lajang Reporter blokTuban.com, M. Anang Febri Efendi resmi melepas lajang. Ikrar janji suci diucapkan Anang di akad nikah pukul 09.00 WIB hari Senin (19/10/2020) di kediaman mempelai wanita. Resespsi ke dua,...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more