20:00 . Menuju New Normal, Corona di Tuban Bertambah Jadi 43 Kasus Positif   |   19:00 . PBG Tuban: Kembangkan Inovasi, Lahirkan Prestasi   |   18:00 . Cerita Pasien Positif Asal Tuban Sembuh dari Corona, Sempat Dikucilkan Tetangga   |   17:00 . Door To Door, PHE Pastikan Bantuan Tepat Sasaran   |   11:00 . Kades Bandel Tak Setor LKPPD ke BPD   |   10:00 . Perketat Protokol Kesehatan di Pusat Keramaian hingga Desa   |   09:00 . Alasan Bupati Tuban Menolak PSBB, Tak Ingin Lebih Miskin Lagi   |   08:00 . Dua Malam, Petugas Sita 41 Hp Pengunjung Warkop yang Tak Gunakan Masker   |   07:00 . 5 Cara Hilangkan Rasa Baper Terhadap Mantan   |   15:00 . Perdana, Kampung Tangguh Semeru Tuban Diresmikan   |   14:00 . Kemenag Tuban Beri Pembinaan Physical Distancing Kepada Ta'mir Masjid   |   13:00 . Bandel Tak Pakai Masker, Petugas Sita Hp Pengunjung dan Pemilik Warkop   |   12:00 . Klaster Pasar Rawan Corona, Semua Pedagang di Rapid Tes Ulang   |   11:00 . Total Dana Penanganan Corona di Tuban 240 Miliar, Baru Terpakai 10 Persen   |   07:00 . 5 Tips Menghindari Bau Apek pada Hijab   |  
Sat, 30 May 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Sunday, 29 September 2019 12:00

Seminar Merajut Nusantara, Tekankan Urgensi Waspada Hoax

Seminar Merajut Nusantara, Tekankan Urgensi Waspada Hoax

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dapil Tuban - Bojonegoro, Satya Widya Yudha bersama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) dan Kementerian Kominfo RI menggelar Seminar Merajut Nusantara, Minggu (29/9/2019).

Bertempat di Dewarna Hotel Bojonegoro, seminar diikuti ratusan peserta dari ibu rumah tangga dan pemuda dari semua kecamatan di Bojonegoro.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dapil Tuban - Bojonegoro, Pak Satya Yudha, sapaan akrabnya menyampaikan pentingnya waspada berita hoax di tahun 2019.

Menurutnya, akhir-akhir ini arus informasi deras mengalir ke masyarakat,  banyak informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya alias hoax.

"Kami berkewajiban mengingatkan masih banyak yang butuh pengetahuan ini tujuannya pemerintah membuat waspada. Jika ada berita bisa menyaring informasi itu," ujar Satya Yudha.

Staf Ahli Menteri Bidang Hukum Kominfo,
Prof. Dr. Drs Henri Subiakto, SH, MA, menyampaikan, perubahan zaman terus berkembang seiring pengembangan informasi dan teknologi, juga mengakibatkan perubahan masyarakat dalam membaca berita.

"Dulu dapat berita dari baca koran, mendengarkan radio dan menonton tv. Sekarang berita sudah ada di genggaman, yakni di HP," kata Profesor Henri.

Saat ini, kata Profesor, generasi milenial sudah jarang membaca koran, maupun menonton televisi. Ketika menerima informasi, kadang menelan mentah-mentah dan tidak mencari dari media-media online yang kredibel.

"Verifikasi berita itu perlu. Agar tidak ikut terbawa atau bahkan ikut menyebarkan berita hoax," imbuhnya. [lis/col]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : Seminar, hoax, kominfo



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more