14:00 . Tandang Ke Jogja, Tim Persatu Diteror Oknum Diduga Suporter PSIM Yogyakarta?   |   11:00 . Kalah Lawan PSIM Jogja, Menajemen Persatu: Peluang Persatu Masih Terbuka Asalkan...   |   10:00 . User PBT Ditilap, Nasib Digantung   |   09:00 . Puluhan User PBT Geruduk Diskoperindag   |   08:00 . Festival Kirab Perahu di Ujung Timur Pesisir   |   07:00 . 10 Tanda Anak Mengalami Gangguan Kesehatan Mental   |   15:00 . Razia Warung, Satpol PP Amankan Puluhan Botol Miras   |   14:00 . Hari Ini, Listrik di Wilayah Tuban Bagian Timur Padam   |   10:00 . Tiger Guard Dropping Air Bersih   |   09:00 . Hadapi Industri 4.0 Karang Taruna Bangilan Gelar Internet Merketing Digipreneurship   |   08:00 . Setiajit: Pelayanan Publik Harusnya Dihadirkan di Car Free Day¬†   |   07:00 . Ciri-Ciri Paru-Paru Basah dan Cara Mencegahnya   |   13:00 . Inilah Maksud 9 Bhakti Bagi Jawa Timur   |   12:00 . 11 Kecamatan Sudah Ada Taman Baca   |   11:00 . Bupati Tuban Minta ASN Ikut Jaga Stabilitas Keamanan   |  
Mon, 14 October 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Tuesday, 24 September 2019 10:00

Perihatin Kondisi Bangsa, Cipayung Plus Tuban Gelar Aksi

Perihatin Kondisi Bangsa, Cipayung Plus Tuban Gelar Aksi

Reporter: Nidya Marfis H.

blokTuban.com - Ratus mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Tuban terdiri dari IMM, PMII, GMNI dan LMND bekerja sama dengan Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR) Tuban dan Forum Pengada Layanan (FPL), mengadakan aksi demi menggugat negara atas kondisi bangsa hari ini. Aksi digelar di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Tuban.

Kordinator lapangan (Korlap) satu, Musthofatul Adib mengatakan, Cipayung Plus Tuban menyayangkan DPR dalam akhir jabatannya mengesahkan UU KPK pada tanggal 17 September 2019, dan mengabaikan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual yang dibutuhkan untuk perlindungan korban serta RUU Pesantren.

"Beberapa rancangan produk hukum yakni RUU KUHP, RUU Pertanahan dan RUU Ketenagakerjaan yang pasalnya mendapatkan kritikan berbagai macam kalangan seolah tidak menjadi bahan pertimbangan DPR," ungkap Adib.

Ia menambahkan, pasal-pasal ini meliputi aturan mengenai makar, kehormatan presiden, tindak pidana korupsi (Tipikor), hukum yang hidup di masyarakat dan beberapa pasal yang mengatur ranah privasi masyarakat.

"RUU pertanahan dan RUU ketenagakerjaan terkesan dipaksa," ungkap Korlap sekaligus Ketua PC. PMII Tuban.

mahasiswa-tuban-1

Hal senda juga diungkapkan Korlap dua, Zainal Arifin, Cipayung Plus Tuban juga menggaris bawahi bahwasannya cita-cita reformasi yang digunakan 21 tahun yang lalu. "Kian hari kian terasa utopis," ungkap Zainal.

Maka dari itu Cipayung Plus Tuban,  sebagai salah satu gerakan mahasiswa menyatakan sikap:
1. Menolak RUU Pertanahan karena terdapat pasal-pasal yang bermasalah karena merupakan wujud penghianatan terhadap reforma agraria.
2. Mendesak Negara untuk segera mengesahkan RUU Pesantren.
3. Mendesak Pemerintah untuk mecabut UU KPK yang baru saja disahkan dan menolak segala bentuk upaya pelemahan pemberantasan korupsi.
4. Mendesak Negara untuk segera mengesahkan RUU PKS pada masa akhir jabatan DPR RI Periode 2014-2019.
5. Menolak revisi RUU Ketenagakerjaaan yang belum memihak dan melindungi hak-hak pekerja lokal.
6. Menolak RUU KUHP karena terdapat pasal-pasal bermasalah.
7. Menuntut penghentian penangkapan dan kriminalisasi aktivis di berbagai sektor. [nid/rom]

Tag : demo, aksi , mahasiswa, uu kpk

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 15 July 2019 16:00

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers Media blokTuban.com mulai Senin (15/7/2019) resmi terverifikasi administrasi di Dewan Pers. Hal ini membuktikan bahwa portal media online ini, produk beritanya terpercaya dan mencerdaskan publik....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more