14:00 . Tandang Ke Jogja, Tim Persatu Diteror Oknum Diduga Suporter PSIM Yogyakarta?   |   11:00 . Kalah Lawan PSIM Jogja, Menajemen Persatu: Peluang Persatu Masih Terbuka Asalkan...   |   10:00 . User PBT Ditilap, Nasib Digantung   |   09:00 . Puluhan User PBT Geruduk Diskoperindag   |   08:00 . Festival Kirab Perahu di Ujung Timur Pesisir   |   07:00 . 10 Tanda Anak Mengalami Gangguan Kesehatan Mental   |   15:00 . Razia Warung, Satpol PP Amankan Puluhan Botol Miras   |   14:00 . Hari Ini, Listrik di Wilayah Tuban Bagian Timur Padam   |   10:00 . Tiger Guard Dropping Air Bersih   |   09:00 . Hadapi Industri 4.0 Karang Taruna Bangilan Gelar Internet Merketing Digipreneurship   |   08:00 . Setiajit: Pelayanan Publik Harusnya Dihadirkan di Car Free Day    |   07:00 . Ciri-Ciri Paru-Paru Basah dan Cara Mencegahnya   |   13:00 . Inilah Maksud 9 Bhakti Bagi Jawa Timur   |   12:00 . 11 Kecamatan Sudah Ada Taman Baca   |   11:00 . Bupati Tuban Minta ASN Ikut Jaga Stabilitas Keamanan   |  
Mon, 14 October 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Friday, 20 September 2019 09:00

Dua Tahun Menabung Uang Saku

Siswa Kelas 2 SD Daftar Umroh

Siswa Kelas 2 SD Daftar Umroh

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com - Surya Adil Sutrisno namanya. Dia akrab disapa Aria. Selama ini, bocah 8 tahun itu lebih memilih menabung uang saku sekolahnya daripada untuk jajan.  Selama dua tahun tabung menabung,  uang di tiga kaleng celengannya lebih dari cukup untuk mendaftar  umroh.  

Impian ke tanah suci tertanam kuat di hati Aria.  Cerita Makkah dan Madinah ketika orangtuanya pergi haji beberapa tahun yang lalu, melipatgandakan niatnya untuk ke tanah suci.  

Untuk mewujudkannya,  siswa kelas dua madrasah ibtidaiyah negeri (MIN) 1 sekolah setingkat SD Medokan Ayu Surabaya  minta dibelikan kaleng celengan.  Setelah itu Aria mulai rajin menabung.  Selama dua tahun menabung,  tiga buah kaleng celengannya penuh.

Orangtua Aria, Sutrisno (41) dan Ummi (39) lantas mengajaknya ke pameran Haji Umroh yang digelar majalahnurani.com di Royal Plaza Surabaya untuk mendaftar umroh.  Di stand Mina Wisata Tour Travel mereka mendaftar umroh.  

Tiga kaleng celengan itupun dibuka dengan disaksikan karyawan Mina wisata.   Total uang yang ditabung terkumpul Rp 13.661.900. Uang itu rata-rata terdiri dari uang pecahan 20 ribu,  10 ribuan,  bahkan ada uang logam recehan pecahan 100 rupiah 

"Saya pengin ke sana," kata Aria sambil menunjuk ke video perjalanan umroh jamaah Mina Wisata yang diputar di boothnya. 

Aria rela tidak jajan di sekolah dan memilih uang sakunya itu dimasukkan ke kaleng celengan. Sang ayahnya memberikan uang saku Rp 20 ribu untuk jatah 4 hari.  Artinya, sehari Aria diberi uang saku Rp 5 ribu.  Selain dari uang saku,  uang pemberian nenek dan kerabat lainnya juga "wajib" ia masukkan celengan. 

"Aku tidak mau beli mainan,  penginnya umroh,  nanti kurangnya biar dibayarin ibu, " katanya polos. . 

Menurut  ibunya,  Ummi,  keinginan putra keduanya ke tanah suci itu begitu besar.  Bahkan di rumahnya masih ada celengan yang belum penuh,  terbuat dari botol bekas minuman mineral. 

"Saya bilang ke dia,  kalau kamu pengin ke tanah suci,  maka harus menabung dan tidak sering beli mainan atau jajan, rupanya itu dilakukan oleh anak saya, " ucapnya  ikut bangga.  

Sementara sang ayah,  Sutrisno,  awalnya tidak menyangka anaknya bisa rajin menabung dari uang jajan.  Sebagai otangtua,  dirinya hanya mensupport niat baik putranya itu. 

 ASN di pemkot Surabaya ini lantas memilih Mina Wisata sebagai tempat anaknya mendaftar umroh. Sutrisno dan keluarganya tinggal di jln Jimerto 6-8 Surabaya. 

"Mumpung pameran ada banyak diskon,  saya pilih Mina Wisata karena sebelumnya saya pernah umroh bersama Mina wisata,  hotelnya dekat,  orangnya ramah-ramah, " ujar Sutrisno. 

Bersama Mina wisata,  Aria dan keluarganya akan berrangkat umroh di awal tahun 2020.[ali/ono]

 

Tag : menabung, siswasdumroh

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 15 July 2019 16:00

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers Media blokTuban.com mulai Senin (15/7/2019) resmi terverifikasi administrasi di Dewan Pers. Hal ini membuktikan bahwa portal media online ini, produk beritanya terpercaya dan mencerdaskan publik....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more