14:00 . Tandang Ke Jogja, Tim Persatu Diteror Oknum Diduga Suporter PSIM Yogyakarta?   |   11:00 . Kalah Lawan PSIM Jogja, Menajemen Persatu: Peluang Persatu Masih Terbuka Asalkan...   |   10:00 . User PBT Ditilap, Nasib Digantung   |   09:00 . Puluhan User PBT Geruduk Diskoperindag   |   08:00 . Festival Kirab Perahu di Ujung Timur Pesisir   |   07:00 . 10 Tanda Anak Mengalami Gangguan Kesehatan Mental   |   15:00 . Razia Warung, Satpol PP Amankan Puluhan Botol Miras   |   14:00 . Hari Ini, Listrik di Wilayah Tuban Bagian Timur Padam   |   10:00 . Tiger Guard Dropping Air Bersih   |   09:00 . Hadapi Industri 4.0 Karang Taruna Bangilan Gelar Internet Merketing Digipreneurship   |   08:00 . Setiajit: Pelayanan Publik Harusnya Dihadirkan di Car Free Day¬†   |   07:00 . Ciri-Ciri Paru-Paru Basah dan Cara Mencegahnya   |   13:00 . Inilah Maksud 9 Bhakti Bagi Jawa Timur   |   12:00 . 11 Kecamatan Sudah Ada Taman Baca   |   11:00 . Bupati Tuban Minta ASN Ikut Jaga Stabilitas Keamanan   |  
Mon, 14 October 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Friday, 20 September 2019 11:00

Pasca Gempa di Laut Jawa

Begini Cara Nelayan Tuban Tangkal Berita Hoaks

Begini Cara Nelayan Tuban Tangkal Berita Hoaks

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com - Bencana gempa bumi dua kali di Laut Jawa pada Kamis (19/9/2019) dipastikan tidak berdampak di Kabupaten Tuban. Semua nelayan tetap melaut seperti biasanya, begitu pula  masyarakat pada umumnya.

Tokoh nelayan Kelurahan Karangsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Joko Widodo menegaskan, saat ini kondisi masyarakat pesisir aman dan kondusif. Setelah BMKG merilis info gempa bumi, pihaknya langsung koordinasi dengan jaringan pesisir.

"Pak Lurah langsung woro-woro dan akhirnya kabar resmi BMKG cepat menyebar ke masyarakat," kata Widodo yang juga sebagai Ketua RT.02 ketika ditemui reporter blokTuban.com di kediamannya, Jumat (20/9/2019).

Aktifis lingkungan pesisir juga langsung bergerak cepat mengantisipasi serangan berita hoaks. Selepas gempa, sempat muncul video di media sosial ada ikan yang naik ke daratan. Dipastikan itu tidak terjadi di pesisir Kabupaten Tuban sepanjang 65 kilometer.

"Ikan-ikan yang naik ke darat itu tidak benar. Semua RT di Tuban Kota semalam juga standby, untuk memberi rasa aman ke warga nelayan," tegasnya.

Tidak adanya dampak kerusakan bangunan oleh gempa bumi ditegaskan Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Emil Pancoro. Gempa bumi terjadi pukul 14.06 WIB dan pukul 14.31 WIB. Dimana wilayah Laut Jawa diguncang dua gempa bumi tektonik dengan selisih waktu 25 menit dan jarak episenter 21 km.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo Mw=6,1 dan Mw=6,0. Episenter gempa bumi pertama terletak pada koordinat 6,1 LS dan 111,86 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 88 km arah timur laut Kota Rembang, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah pada kedalaman 620 km.

Episenter gempa bumi kedua terletak pada koordinat 6,24 LS dan 111,84 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 75 km arah timur laut Kota Rembang, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah pada kedalaman 623 km.

"Di Tuban tidak ada kerusakan bangunan maupun korban jiwa. Yang kami khawatirkan kemarin itu nelayan yang tengah melaut," terang Emil saat ditemui di kantornya Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo Tuban.

Hasil koordinasi dengan kades, camat, kapolsek, danramil dan stakholder lainnya nihil dampak gempa tersebut. Aktivitas masyarakat di 20 kecamatan juga normal seperti biasanya.

Rilis Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono menyebut, jenis dan mekanisme gempa bumi dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dalam akibat aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault).

Adapun dampak kedua gempa bumi ini dirasakan di Madura, Malang, Denpasar, Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Sumbawa, Bima III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan ada truk berlalu), Cilacap, Purworejo, Yogyakarta, Lumajang, Tuban, Trenggalek, Surabaya, Bandung II- III MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," tandasnya. [ali/rom]

Tag : gempa bumi

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 15 July 2019 16:00

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers Media blokTuban.com mulai Senin (15/7/2019) resmi terverifikasi administrasi di Dewan Pers. Hal ini membuktikan bahwa portal media online ini, produk beritanya terpercaya dan mencerdaskan publik....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more